CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 136. Kepergian Heru ke Amerika


__ADS_3

Clara yang mendengarkan perkataan Dimas semakin terpuruk begitu pula dengan Ibu Clara yang terduduk di sofa.


“Tidak!” teriak Clara dengan sangat keras sambil menutup kedua telinganya dengan tangan sambil memejamkan matanya lalu menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang terkena depresi berat.


Dimas yang tidak berhenti pun melanjutkan kata-katanya sambil berjalan ke arah Clara dan duduk jongkok di depannya.


“Aku bukanlah pria yang seratus persen baik yang akan selalu diam jika diganggu dan kesalahan terbesarmu adalah menyentuh wanitaku. Aku tidak bisa mentolerir lagi sikapmu itu!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang menunjukkan kebencian yang tinggi.


Dimas yang tidak ingin melihat Clara dan Ibunya lagi pun menngusir keduanya keluar dari dalam ruangan itu dengan bantuan satpam.


Ibu Clara yang tidak ingin jatuh miskin pun memberontak dan mencoba untuk meyakinkan Dimas untuk membantu Perusahaan Suaminya.


“Ti-tidak! Lepaskan aku! Apakah kau tidak tau siapa aku?” teriak Ibu Clara dengan sangat keras dengan tatapan mata dan ekspresi wajah yang sangat marah karena tangannya ditarik dengan sangat kasar hingga akhirnya bisa melepaskan diri dengan pergelangan tangan yang memerah.


“Tu-tunggu! Nak Dimas! Jangan seperti ini! Ma-maafkan Clara! Ta-tante mengaku salah karena tidak bisa menasehati Clara ta-tapi mengingat hubungan kalian yang telah berjalan sangat lama. Tante mohon. Tolong pertimbangkan lagi keputusanmu!” ucap Ibu Clara yang dengan nada suara yang sangat keras dengan usaha yang terus membujuk Dimas tapi Dimas hanya memberikan bahu dingin padanya.


Clara yang ditarik paksa keluar tidak melakukan perlawanan apapun bahkan terlihat seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup lagi.


Dalam waktu singkat Clara dan Ibunya diusir keluar dari Perusahaan dengan disaksikan seluruh karyawan yang ada dan begitu pula dengan Dimas dan Arabella yang melihat keduanya terjatuh ke tanah dari jendela kaca yang sangat besar.

__ADS_1


Arabella yang melihat Dimas pun memasang wajah yang bingung sehingga menyebabkan suasana di antara keduanya menjadi canggung.


Arabella yang tidak menyukai kecanggungan itu pun memutuskan untuk kembali ke Kediaman Dimas untuk menenangkan pikiran dan hatinya sekali lagi.


“A-aku sangat lelah. Aku akan kembali ke rumah sekarang.” Ucap Arabella yang menghindari tatapan mata Dimas dengan ekspresi wajah yang canggung.


Dimas yang tidak bisa berbuat banyak hanya menganggukkan kepala sebagai tanda setuju sambil memerintahkan Edo untuk menyiapkan mobil serta bodyguard untuk mengawal Arabella.


Sementara Itu, Heru yang terkurung di dalam rumahnya karena kasus yang dialami Clara menyeret namanya membuat Heru menjadi sangat marah.


“Sial! Wanita itu benar-benar ingin membuatku hancur bersamanya! Dia tidak hanya ingin menghancurkan nama baikku tapi juga membuat posisiku dipertanyakan Pihak Dewan Direksi!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang sangat marah dan kesal sambil membanting handphone yang ada di tangannya ke tempat tidur dengan sangat keras.


Di saat Heru sedang terduduk di atas tempat tidurnya tiba-tiba Ibu Selena datang memberikan tiket pesat kepada Heru.


“Apa maksudnya ini Ibu?” tanya Heru yang langsung berdiri dengan ekspresi wajah yang bingung sambil melempar tiket pesawat ke Amerika di tangannya ke tempat tidur.


“Kau akan tinggal di Amerika sementara waktu dan tinggal di salah satu Villa milik Keluarga kita di sana hingga kasus mantan selingkuhanmu ini meredah!” ucap Ibu Selena dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang dingin.


“Tidak! Aku tidak akan pergi! Kenapa aku harus pergi? Aku bukanlah pecundang yang akan melarikan diri begitu saja lagi pula aku tidak terlihat lagi dengan Clara!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot dengan nada suara yang sangat tinggi.

__ADS_1


“Itu urusanmu! Kau tidak bisa menolak pergi karena jika kau menolak maka Ibu dan Ayah memutuskan untuk mencoret namamu di dalam Kartu Keluarga jika kau tidak mau menurut!” ucap Ibu Selena dengan nada suara yang mengancam dengan ekspresi wajah yang menahan amarah dan tatapan mata yang serius.


Heru yang tidak ingin hidup miskin ataupun mengalami kesengsaraan apapun tidak memiliki cukup banyak keberanian untuk protes.


“Tidak! Aku tidak bisa dihapus dari Kartu Keluarga! Perusahaan Arthama Jaya Group harus menjadi milikku!” ucap Heru dalam hati dengan wajah yang telah berubah lunak dengan mata yang menatap langit-langit rumah.


“Kau tidak punya pilihan lain selain menurut atau jatuh miskin dan hidup dijalanan seperti orang-orang yang selama ini kita rendahkan!” ucap Ibu Selena dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Mike akan mengemas barang-barang yang kau butuhkan untuk tinggal di Amerika dan jika kau ingin sesuatu mintalah kepada Kepala Pelayan!” ucap Ibu Selena yang melanjutkan kata-katanya sambil menatap Mike yang berdiri di seberangnya tidak terlalu jauh dari Heru berada.


“Baik, laksanakan, Nyonya!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang patuh sambil menundukkan sedikit kepalanya.


Heru yang sangat lelah dalam berpikir pun langsung menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur yang sangat empuk.


“Hah! Arabella! Kau harus menunggu sampai aku kembali. Kau tidak boleh menikah dengan Dimas karena kau hanya boleh menjadi Istriku.” Ucap Heru dalam hati sambil meletakkan satu lengan tangannya di wajahnya yang menutupi kedua matanya.


Heru yang memejamkan matanya tanpa sadar telah berada di dalam mimpi sementara Mike yang ada di dalam ruangan itu melaksanakan tugas yang diberikan Ibu Selena padanya dengan sangat cepat dan rapi.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi pada Clara selanjutnya? Dan apakah Heru dapat terbang ke Amerika tanpa hambatan. Tunggu kelanjutannya di BAB selanjutnya.


__ADS_2