CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 63. Rencana Heru Gagal


__ADS_3

Dimas yang tidak menyangka jika lamarannya diterima Arabella pun mengangkat Arabella tinggi-tinggi. Dimas yang menunduk mengangkat kaki Arabella yang sontak membuat Arabella langsung memeluk leher Dimas.


Dimas yang sangat bahagia memutar-mutar Arabella hingga membuat Arabella berteriak.


"Syah!"


"Arrgghh!"


"Dimas turunkan aku!" teriak Arabella yang ketakutan sambil terus memeluk Dimas dengan mata terpejam.


Dimas yang mengetahui jika dia tidak boleh melakukan itu pada Arabella akhirnya menurunkannya dan memeluknya kembali sambil berbisik sesuatu di balik telinga Arabella.


"Terima kasih karena telah menerima cintaku!" bisik Dimas dibalik telinga Arabella yang hanya dibalas diam oleh Arabella dengan wajah memerah seperti udang rebus.


Setelah semua yang terjadi, Edo yang selalu menjadi orang pertama yang bahagia langsung menjentikkan jari memberi kode agar semua lampu dihidupkan kembali lalu Edo pun memegang mic langsung mengambil alih Acara.


"Klik!"


"Tak! Tak! Tak!"


"Dengan ini, kami Umumkan Pertunangan Tuan Muda Dimas Arthama Jaya dan Nona Muda Arabella Castella!" teriak Edo yang penuh semangat sambil mengangkat satu tangannya yang langsung.


Semua tamu yang hadir pun sontak berdiri sambil bertepuk tangan dan mengucapkan kata-kata yang membuat Arabella dan Dimas menjadi semakin bahagia.


"Selamat untuk Pertunangannya!"


"Happy Engagement, Tuan Muda!"


"Selamat Tuan Muda dan Nona untuk Acara Pertunangannya!"


Sementara itu, Alea yang sudah merekam momen bahagia antara Dimas dan Arabella mulai dari Arabella berjalan hampir mendekati panggung hingga Acara Lamaran yang telah berakhir merasa jika video itu akan sangat berguna nantinya.


"Tak! Video tersimpan!" suara Handphone Alea yang berbunyi.


Alea pun langsung melihat pesan masuk dari Clara yang telah dengan sengaja di abaikannya dan setelah membacanya Alea pun mencoba yang terbaik untuk menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


"Sungguh hiburan yang sangat menyenangkan, aku tidak menyangka jika Clara akan langsung mendapatkan karma dari perbuatannya." gumam Alea dengan suara rendah sambil menutup mulutnya dengan tangan dengan tangan satunya memegang handphonenya.


Alea yang merasa jika dirinya tidak memiliki keperluan lagi disana pun bergerak bangun dan pergi dari Ruang Acara lalu kembali ke Apartemen Clara.


"Aku harus segera menemui Clara jika dia pasti akan berubah menjadi ibu singa betina meskipun nantinya dia akan tetap menjadi ibu singa betina." ucap Alea yang terus berjalan dengan santai menuju Lobby dengan santai.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menyiapkan mental jika nantinya Clara akan memarahiku dan mengatakan hal yang tidak menyenangkan." ucap Alea lagi yang terus berjalan keluar menuju keluar Hotel sambil memegang handphonenya untuk memesan taksi online.


Sementara itu, Bu Selena yang sedang duduk langsung memasang wajah masam dan suram setelah mendengar pengumuman yang diucapkan oleh Edo. Bu Selena tidak menyangka jika hubungan Dimas dan Arabella menjadi semakin dekat dan akan memberikan dampak yang buruk untuk kedepannya.


"Sial!" gumam Bu Selena yang marah dengan ekspresi wajah yang kesal hingga membuat urat-urat nadi di dahinya keluar semua.


Bu Selena yang sangat cemas melihat ke arah Pak Bambang yang masih terlihat tenang padahal situasi telah menjadi sangat rumit namun saat Bu Selena ingin bicara Pak Bambang langsung menghentikannya.


"Suamiku, ..." ucap Bu Selena yang terpotong hingga membuatnya memasang wajah bingung sambil mengeluarkan keringat yang mengalir ke pipinya.


"Disini bukanlah tempat yang tepat untuk bicara. Tahan sampai kita di jalan atau telah sampai di rumah!" ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang datar dengan sorot mata yang tajam.


"Aku mengerti!" ucap Bu Selena yang mengerti dengan kesalahannya yang terlalu gegabah hingga hampir membuat masalah.


Pak Bambang yang tidak ingin melihat drama percintaan yang menurutnya tidak penting pun segera berdiri dan berencana meninggalkan tempat itu dan Bu Selena yang melihatnya segera berdiri dan berjalan menyusul Pak Bambang yang telah pergi duluan.


Heru yang masih duduk di tempatnya sambil segera memberi kode kepada Mike yang berada tidak jauh darinya untuk segera datang menemuinya.


"Tap! Tap! Tap!"


"Apa yang anda inginkan Tuan Muda?" tanya Mike dengan ekspresi wajah yang datar dengan keringat yang meneter ke dahinya sambil melihat ke arah Heru yang sedang sangat kesal.


"Lakukan tugasmu! Hancurkan! Aku tidak suka dengan kebahagiaan ini!" ucap Heru dengan ekspresi wajah yang gelap dan marah hingga membuat urat-urat nadi di dahinya keluar.


Mike yang telah menyusun rencana dari awal dengan Heru untuk menghancurkan Acara Peresmian Nama Perusahaan seger menghubungi bawahannya untuk melakukan tugasnya.


Namun tidak disangka tidak ada seorang pun yang mengangkat panggilan itu meskipun Mike telah menghubunginya beberapa kali.


"Sruk!"


"Kring! Kring! Kring!"


"Ada apa ini? Kenapa tidak ada jawaban?" tanya Mike dalam hati sambil memeganv handphonenya dengan ekspresi wajah yang gusar.


"Kring! Kring! Kring!"


Mike yang bingung apa yang telah terjadi dengan bawahannya dan juga orang-orang yang telah dibayar untuk menghancurkan Acara Dimas memilih untuk segera turun ke bawah dan mencari taunya sendiri.


"Sial!" gumam Mike yang berjalan menju lift dengan langkah kaki yang cepat dan ekspresi wajah yang serius dengan keringat yang mengalir ke pipinya.


"Ting!" suara pintu lift.

__ADS_1


"Srak!"


"Tuk!"


Mike yang masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi mencoba menghungi bawahannya kembali.


"Kring! Kring!"


"Ting!" pintu lift terbuka.


"Tap! Tap! Tap!"


Namun tidak disangka akhirnya telepon itu diangkat namun bukan jawaban yang diinginkan Mike yang diterimanya tapi kabar buruk yang harus segera disampaikannya kepada Heru.


"Halo, bos!"jawab bawahan dengan suara merintih kesakitan.


"Apa yang terjadi?" tanya Mike yang segera berhenti berjalan dengan ekspresi wajah yang langsung berubah gelap dan khawatir di saat yang bersamaan.


"Ada sekelompok orang berbaju hitam seperti Bodyguard datang menghampiri kami semua dan menghajar kami tanpa ampun hingga membuat semya orang terluka parah bahkan ada yang mengalami patah tangan dan kaki!" lapor Seorang Pria yang berkepala botak dengan wajah dan tubuh yang penuh luka sambil berbaring lemah di tanah dengan ekspresi wajah manahan sakit.


"Apa!" teriak Mike yang marah karena rencananya telah gagal sehingga Mike pun langsung mematikan teleponnya dan berbalik arah kembali menemui Heru.


Mike yang berjalan dengan langkah cepat hanya membutuhkan waktu lima untuk sampai ke tempat Heru dan melaporkannya.


"Tuan Muda!" panggil Mike dengan ekspresi wajah yang bingung dengan keringat yang mengalir ke dahi dan pipinya.


"Ada apa? Kenapa masih belum terjadj apa-apa?" tanya Heru sambil melirik ke arah Mike sambil memegang segelas Wine di tangan kanannya dan tangan lain yang dimasukkan ke dalam saku celana.


"Rencana kita telah bocor, Tuan Muda! Semua orang yang telah saya bayar, semuanya dihajar hingga babak belur bahkan ada yang sampai patah tangan dan kaki!" ucap Mike sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang ketakutan kebingungan dengan keringat yang mengalir deras ke pipinya.


"Semuanya sudah saya bereskan. Jadi tidak akan ada yang tau jika itu adalah perbuatan kita!" ucap Mike dengan ekspresi wajah yang sedikit lebih baik sambil menarik nafas


"Kau boleh pergi!" ucap Heru dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang datar sambil melihat ke arah Dimas dan Arabella yang sedang berdiri berbicara dengan Tamu yang hadir.


"Ini semua belum berakhir!" ucap Heru dalam hati sambil berbalik arah dan berjalan menjauh dengan ekspresi wajah yang marah sambil memegang segelas Wine yang masih penuh di tangannya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


😊😍😘

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2