CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 158. Menghubungi Pemegang Saham


__ADS_3

Arabella yang kembali ke Rumah Orangtuany hanya bisa tersenyum hampa menanggapi pernyataan Ria.


“Nona tidak perlu sedih. Saya yakin, Tuan Muda Dimas pasti baik-baik saja dan akan segera kembali dengan selamat.” Ucap Ria dengan senyum yang tulus dengan ekspresi wajah yang menenangkan.


“Terima kasih.” Jawab Arabella dengan senyum hampa sambil berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar, Arabella yang bersandar di pintu kamar pun duduk sambil menekuk lututnya dan menangis dalam diam.


“Aku tau jika aku egois tapi aku sungguh tidak bermaksud menghancurkan rencana Dimas. Aku hanya ingin bertemu dengannya dan melihatnya.” Ucap Arabella dalam hati sambil meneteskan air mata dan menutupi wajahnya dengan tangan.


“Aku tau jika Dimas harus berjuang melawan musuh yang mengincar nyawanya tapi aku tidak ingin hanya diam saja dan menunggu disini. Kenapa? Kenapa Pak Antoni bersikap seperti itu padaku?” tanya Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat sedih sambil melihat sebuah foto yang terpajang di atas meja di samping tempat tidurnya.


Di saat Arabella sedang galau tiba-tiba ada seseorang yang datang dan memeluknyaa dari belakang yang membuat Arabella merasakan perasaan campur aduk.


“Di-Dim....!” ucap Arabella yang hampir berteriak yang langsung dihentikan Dimas dengan menutup mulut Arabella dengan tangannya dengan senyum yang jahil.


“Jangan berteriak! Jika tidak maka semua pelayan dan juga bodyguard yang berjaga akan datang dan masuk ke dalam. Jadi kecilkan suaranya.” Ucap Dimas dengan suara yang setengah berbisik dengan jarak yang sangat dekat yang membuat wajah Arabella menjadi memerah karena malu.


Arabella yang mengerti maksud perkataan Dimas pun menganggukkan kepalanya dan langsung berlari menuju pintu kamar dan menguncinya.

__ADS_1


Arabella yang sangat mengkhawatirkan Dimas pun berlari ke arah Dimas dan memeluknya dengan sangat erat dan menangis di dalam pelukannya.


“Jangan menangis! Aku ada di sini. Aku baik-baik saja.” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang senang sambil tersenyum ceria sambil mengelus punggung Arabella untuk menenangkan dirinya.


Arabella akhirnya dapat tenang setelah menangis selama setengah jam pun akhirnya menjadi khawatir akan rencana Dimas yang akan ketahuan jika menemuinya.


“Tu-tunggu! Dimas! Kau tidak boleh disini. Kau harus segera kembali. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahui keberadaanmu disini.” Ucap Arabella dengan nada suara yang panik dengan tatapan mata yang bingung.


Dimas yang melihat dan mendengar perkataan Arabella pun hanya tertawa sampai memegang perutnya yang terasa sangat sakit karena harus menahan tawa agar tidak bersuara.


“Aduh! Aduh! Aduh! Perutku...” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang kesakitan yang langsung membuat Arabella panik.


“Maaf! Maaf! Maaf! Maafkan Dimas! Sunggu Dimas tidak bermaksud mempermainkan Bella. Dimas hanya senang melihat Bella yang cemas dan khawatir pada Dimas!” ucap Dimas sambil memeluk Arabella dengan sangat erat sambil berbisik di balik telinga Arabella dengan nada suara yang lembut.


Arabella yang tidak ingin kehilangan momen bahagia itu pun mengesampingkan egonya dan membalas pelukan Dimas.


Di sisi lain, Pak Bambang yang sudah sangat yakin jika Dimas tidak akan pernah kembali lagi pun dengan sangat cepat menghubungi sekretarisnya.


“Selamat malam, Pka, Ada apa bapak menghubungi saya?” tanya Sekretaris Pak Bambang, Siska, dengan nada suara yang sopan dan lembut.

__ADS_1


“Apakah kau sudah mengetahui berita yang sedang sangat heboh sekarng?” tanya Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan nada suara yang tegas.


“Ya, Pak. Saya melihat berita bahwa Tuan Muda Dimas telah mengalami Kecelakaan Pesawat saat sedang melakukan perjalanan bisnis!” ucap Siska dengan nada suara yang tegas tanpa ekspresi.


“Bagus! Aku ingin kau menghubungi semua Pemegang Saham Perusahaan Arthama Jaya Group untuk memulai Rapat Darurat keesokan harinya.” Ucap Pak Bambang ekspresi wajah yang ceria dengan semangat yang membara.


“Hmmm, besok pagi, Pak?” tanya Riska dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang kosong.


“Benar! Besok pagi! Aku ingin mengadakan rapat darurat membahas Pemimpin Sementara Perusahaan Arthama Jaya. Aku tidak ingin ada orang asing yang mencoba masuk dan mengacaukan Perusahaan saat Keponakanku tidak ada!” ucap Pak Bambang dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang senang.


“Baik, Pak. Saya akan segera menghubungi semua Pemegang Saham!” ucap Siska dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang percaya diri.


Pak Bambang yang mendengar perkataan Sekretarisnya pun menjadi sangat senang dan menutup teleponnya.


“Mulai besok! Perusahaan Arthama Jaya Group akan menjadi milikku!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang puas.


#Bersambung#


Apakah rencana Pak Bambang akan berhasil? Tebak dikolom komentar ya Readers

__ADS_1


__ADS_2