
"A-aku tidak bisa mengatakannya. Aku sudah berjanji pada Ibumu." ucap Shaha dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap ke arah lain yang akhirnya membuat Clara semakin penasaran.
"Baik, jika kau tidak ingin mengatakannya maka aku akan menelpon Ibuku dan bertanya langsung." ucap Clara dengan ekspresi wajah yang marah sambil berjalan mengambil handphonenya.
"Ti-tidak! A-aku akan katakan semuanya tapi berjanjilah jangan katakan jika aku yang memberitaumu." ucap Shaha dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memegang tangan Clara dengan tatapan mata yang penuh harap.
"Aku janji. Jadi sekarang cepat katakan padaku!" ucap Clara yang sudah tidak sabar dengan sorot mata yang tajam.
"Hmmm, baiklah. Sebenarnya ayahmu sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit. Aku tidak tau dimana letaknya tapi yang aku tau jika ayahmu sangat marah saat tau kau terkenal skandal itu." ucap Shaha dengan eksprsi wajah yang bimbang.
"Ayahmu terkena serangan jantung dan saat ini Ibumu pasti sedang sangat sedih dan kecewa karenanya aku mohon padamu untuk tidak membuat masalah menjadi semakin sulit. Aku dengar saat ini ayahmu sudah ada tanda akan sadar jadi kau tidak perlu khawatir." ucap Shaha dengan ekspresi wajah penuh dengan keyakinan.
Clara yang mendengar berita tentang keluarganya menjadi sangat terkejut dan sedih dj saat bersamaan.
"Ayah! Ibu!" panggil Clara dengan suara rendah dan pilu serta ekspresi wajah yang sedih sambil meneteskan air mata.
"Aku tidak bermaksud menambah bebanmu. Menurutku lebih baik saat ini kau fokus untuk menyelesaikan masalahmu yang sekarang. Aku yakin ayahmu akan segera sehat kembali dan saat dia tau jika masalahmu telah terselesaikan dengan baik, ayahmu pasti tidak akan marah lagi." ucap Shaha dengan suara lembut sambil tersenyum mencoba menguatkan Clara.
Clara yang mendengar perkataan Shaha hanya diam dengan kepala tertunduk tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Ayah maafkan aku. Aku janji masalah ini akan segera aku selesaikan dan ayah tidak akan merasa malu lagi denganku lalu kita bisa berkumpul lagi." ucap Clara dalam hati dengan wajah yang sedih sambil menahan air mata yang ingin segera keluar.
Shaha yang melihat Clara sudah bisa diajak berkompromi pun mulai melanjutkan rencananya yang sempat tertunda sebentar.
"Clara, kau pasti lapar. Aku akan ambilkan bubur dan coklat hangat yang baru tapi sampai aku kembali kau harus sudah mengganti pakaianmu." ucap Shaha dengan senyum lambut sambil berjalan mengambil nampan berisi makanan dan minuman yang telah menjadi dingin.
"Hmmm, kau benar-benar harus mengganti pakaian dan makan karena jika tidak maka kau akan jatuh sakit. Ingat kau harus bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya agar dapat bertemu dengan kedua orangtuamu segera." ucap Shaha mencoba memberi peringatan kepada Clara dengan nada bicara yang rendah dan meyakinkan.
"Aku mengerti." ucap Clara dengan wajah tanpa ekspresi sambil membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ruang pakaian pribadinya.
"Baiklah. Aku akan segera kembali." ucap Shaha dengan nada ceria sambil berjalan menuju dapur dengan ekspresi wajah yang gembira.
__ADS_1
Shaha yang tidak ingin jika obatnya akan sia-sia pun menghangatkan membali bubur lalu memasukkan kembali obat yang disimpannya ke dalam bubur.
"Kali ini harus berhasil karena aku ingin Clara hancur sehancur-hancurnya bersama dengan kedua orangtuanya agar dia bisa merasakan bagaimana rasanya takut akan kehilangan orang yang disayang." ucap Shaha dalam hati sambil tersenyum sinis.
Shaha pun membawa makanan tersebut ke hadapan Clara dan menyajikannya sambil mengucapkan kata-kata yang membuat Clara semangat kembali.
"Hmmm, bolehkah aku masuk?" tanya Shaha dengan suara rendah sambil berpura-pura takut.
"Masuklah." ucap Clara dengan suara serak karena lelah menangis dengan wajah yang sembab.
"Makanlah bubur ini. Kau harus makan sesuatu untuk bisa menghadapi wartawan dan media besok. Aku sudah membuat janji konferensi pers yang akan membantu membersihkan namamu." ucap Shaha dengan senyum lembut sambil mengambil semangkok bubur dan menyerahkannya kepada Clara.
"Konferensi pers?" ulang Clara dengan wajah pucat dan tubub yang bergetar serta keringat yang terus mengalir ke wajahnya.
"Benar. Jangan takut, semua akan baik-baik saja. Aku juga akan ada disana dan membantumu membela diri dihadapan wartawan itu. Pihak Agensi juga sudah membuat laporan polisi tentang ketiga pria yang telah melecehkanmu. Aku yakin semua pasti akan segera baik-baik saja." ucap Shaha sambil memegang pundak Clara lalu tersenyum lembut sambil memberikan satu sendok bubur ke mulut Clara.
"Hmmm, apakah semuanya benar-benar akan baik-baik saja?" tanya Clara sambjl menatap wajah Shaha dengan penuh harap.
"Baiklah." ucap Clara tanpa semangat sambil menyuapkan bubur ke mulutnya sendok demi sendok.
Shaha yang melihat Clara telah menghabiskan buburnya tanpa bersisa begitu pula dengan coklat hangat yang telah dibuatnya.
Shaha yang telah melakukan tugasnya dengan sangat baik pun meninggalkan Clara untuk istirahat.
Shaha yang telah berada di kamarnya pun menghubungi Alea untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.
"Semuanya sudah beres. Aku serahkan sisanya padamu." ucap Shaha dengan wajah puas sambil tersenyum sinis.
"Tidak masalah. Konferensi pers besok serahkan semuanya padaku." ucap Alea dengan penuh percaya diri di balik telepon.
Alea yang telah lama menjadi Manager Clara sangat tau tentang semua hal illegal yang telah dilakukan Clara untuk mencapai ambisinya.
__ADS_1
"Aku yang selama ini selalu menjadi orang yang melindungimu dan juga menjadi orang yang selalu melakukan pekerjaan menghapus semua jejak kejahatanmu. Kali ini aku akan membongkar semuanya dan memberitau seluruh dunia dirimu yang sebenarnya." ucap Alea dengan wajah bahagia sambil mengirimkan semua bukti kepada beberapa wartawan untuk disebarkan keesokan harinya.
Sementara itu, Clara yang ternyata tidak bisa tertidur karena terus memikirkan masalahnya pun memutuskan untuk menghubungi Ibunya.
"Aku harus mengetahui kabar ayah sebenarnya sekarang jadi aku harus menghubunginya tapi jika Ibu tidak mau mengangkatnya lalu menyalahkan Ibu karenaku. Aku ..." ucap Clara yang terhenti dengan nada bicara yang terdengar pilu dan ekspresi wajah yang sedih.
"Tidak! Aku tidak bisa menghubungi Ibu sekarang. Aku akan menemui mereka secara langsung saat semua ini telah berakhir." ucap Clara sambil memegang handphonenya dengan sangat erat.
Clara yang merasa sangat putus asa pun mencoba menghubungi Heru tapi ternyata Heru telah memblokir nomor teleponnya hingga membuat Clara kesal.
"Aaarrggghh! Kenapa semua pria yang selalu mengejar-ngejarku menjauhiku sekarang. Bahkan memblokir nomorku seolah menghapus semua ikatan denganku!" teriak Clara yang merasa frustasi dengan wajah yang kesal.
"Ini semua karena gadis miskin itu. Jika bukan karenanya menggoda Dimas maka nasibku tidak akan menjadi sepeerti ini. Harusnya bukan aku yang ada di situasi seperti ini!" teriak Clara yang kesal sambil sambil menghancurkan tempat tidurnya sendiri.
Heru yang tidak ingin terlibat dengan masalah Clara memerintahkan Asisten Pribadinya untuk tidak membantu Clara.
"Tuan muda, Nona Clara menghubungi anda. Sepertinya dia ingin meminta bantuan untuk masalah yang sedang dihadapinya saat ini." ucap Mike dengan nada bicara yang tegas dan ekspresi wajah yang kaku.
"Wanita yang dengan mudahnya masuk ke dalam perangkat sepupuku tidak pantas untukku. Aku tidak ingin terikat apapun dengan wanita itu. Dia tidak berguna lagi jadi blokir nomornya." ucap Heru dengan tatapan wajah penuh kebencian.
"Saya mengerti Tuan muda. Tuan muda, nyonya meminta anda untuk sementara waktu tinggal di Amerika untuk menghindari pandangan wartawan tentang skandal anda dan Nona Clara." ucap Mike dengan wajah yang serius.
"Hah! Ternyata wanita itu benar-benar sangat merepotkan. Kali ini aku akan menbantu sepupuku tersayang untuk memberinya pelajaran." ucap Heru dengan senyum sinis dan tatapan mata yang dingin sedingin es.
"Jika itu yang Tuan muda inginkan maka saya akan melakukan yang terbaik." ucap Mike dengan kepala tertunduk patuh.
Mike pun kembali ke ruangannya untuk menjalankan tugas terakhir sebelum keberangkatan Heru ke Amerika keesokan paginya.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya..
__ADS_1
Terima kasih.