
Setelah kepergian Dimas, Pak Antoni segera keluar dari Ruang Rahasia menuju ke Ruang CCTV. Pak Antoni pergi menemui pun mengumpulkan semua Bodyguard yang ada lalu melihat ke semuanya satu per satu.
“Aku tidak boleh salah memilih Bodyguard karena bisa saja salah satu diantara mereka adalah mata-mata yang
telah dibayar Tuan Muda Heru dan Tuan Besar Bambang!” ucap Pak Antoni dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius yang tiba-tiba mengingat tentang Siti yang merupaka Pelayan yang telah bekerja lama dengan Keluarga Arthama Jaya ternyata adalah mata-mata yang disisipkan oleh Clara.
Pak Antoni pun memilih enam orang Bodyguard yang sudah sering bekerjasama dengannya tapi memiliki kemampuan berkelahi yang sangat hebat untuk ikut dengannya melaksanakan tugas yang diberikan Dimas padanya dan sisanya untuk berjaga di tempat Arabella berada dan berjaga di tempat Acara.
“Aku ingin kalian berenam pergi ikut denganku sekarang!” ucap Pak Antoni yang telah memilih enak orang Bodyguard yang menurutnya dapat dipercaya sama seperti yang dikatakan Dimas.
Pak Antoni yang mengerti jika tugas ini berkejaran dengan waktu dimana jika telat satu menit saja maka akibat yang
akan ditimbulkan akan sangat fatal nantinya jadi Pak Antoni pun segera pergi ke Ruang CCTV bersama ke enam Bodyguardnya.
“Tap! Tap! Tap!” langkah kaki.
Pak Antoni yang telah berada di lantai tempat Ruang CCTV segera menghentikan langkahnya dan memerintahkan dua orang Bodyguard yang bersamanya untuk tinggal.
“Dua di antara kalian berenam akan tinggal disini dan berjaga disini. Jika ada seseorang yang datang dengan alasan apapun itu segera laporkan padaku dengan menggunakan earphone yang ada di telinga kalian dan jangan biarkan siapapun masuk teruma jika dia adalah musuh Apa kalian paham?” tanya Pak Antoni dengan wajah yang serius dan sorot mata yang tajam dengan keringat yang mengalir di dahinya yang tidak bisa menutupi kegugupannya.
“Ya!” teriak kedua Bodyguard yang ditugaskan berjaga dengan tubuh tegap dan tangan yang lurus diletakkan di
samping kiri dan kanan.
Setelah meninggalkan dua orang Bodyguard, Pak Antoni pun berjalan menuju ke Ruang CCTV dan berhenti tepat di depan pintu lalu berbalik menghadap ke empat orang Bodyguard yang tersisa.
“Kalian berdua akan tinggal disini dan berjaga. Jangan biarkan siapapun masuk apapun yang terjadi!” ancam Pak Antoni kepada dua Orang Bodyguard yang telah bediri dengan tegap sambil memakai setelan berwarna hitam.
“Siap laksanakan!” ucap Bodyguard tersebut bersamaan dengan keringat yang mengalir di dahi dan pipi mereka.
Pak Antoni pun membuka pintu Ruang CCTV dan menemukan dua orang yang harusnya berjaga malah sedang tertidur dan tidak mengawasi Ruang CCTV dengan baik.
“Klak!”
__ADS_1
“Tap! Tap! Tap!”
Pak Antoni yang sangat marah pun melemparkan selebaran kertas yang bertumpuk di depan dua orang yang bejaga tersebut dengan sangat keras.
“Prak!”
Keduanya pun menjadi sangat kaget dan sontak berteriak dan marah namun tidak bisa mengatakan apapun lagi saat melihat keberadaan Pak Antoni.
“Woi! Sialan!” teriak salah satu Penjaga yang kelagapan saat menemukan banyak sekali kertas sedang berserakan di depan matanya.
“Punya mata tidak!” ucap Penjaga yang lain dengan ekspresi marah sambil bediri dan berbalik melihat ke arah Pak Antoni.
Kedua Penjaga tersebut langsung terdiam dan menundukkan kepala karena telah sangat tau jika mereka telah melakukan sebuah kesalahan.
“Pak!” panggil keduanya bersamaan dengan ekspresi yang kaget dengan keringat deras di pipi dan dahi keduanya
dengan wajah pucat dan juga gelap.
“Urusan dengan kalian berdua belum selesai! Aku akan menangani kalian setelah semua ini berakhir!” ucap Pak Antoni dengan wajah yang sangat gelap dan sorot mata yang tajam sambil menunjuk kedua orang Penjaga bersamaan.
“Bodyguard, jaga keduanya dan jangan biarkan mereka pergi jika mereka macam-macam patahkan saja kakinya!” ucap Pak Antoni dengan wajah yang sangat marah dan kesal lalu berbalik tubuh dan duduk di Ruang Monitor CCTV lalu melihat setiap Kamera CCTV dengan sangat teliti satu per satu.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Edo yang memiliki tugas yang berbeda dengan Pak Antoni langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk segera datang ke Hotel secepat mungki tanpa diketahui orang lain.
"Kriiinnnggg!"
"Halo, bos!" ucap seorang pria yang ada di balik sambungan telepon dengan nada yang tidak beraturan.
"Kumpul semua bawahanmu dan segeralah datang ke Hotel tempat Acara Arthama Jaya Group dilaksanakan! Ingat jangan sampai pergerakan kalian diketahui orang lain!" ucap Edo dengan nada mengancam dengan nada suara yang serius.
"Baik, Bos!" ucap Pria yang ada dibalik telepon dengan cepat.
Pria yang ada dibalik telepon itu pun segera berdiri dari kursi pijatnya dan berjalan menuju pintu keluar kemudian mengambil jaket hitam dan topi hitamnya menuju ke sebuah Ruangan Rahasia yang ada di dalam Perusahaan Arthama Jaya Group.
__ADS_1
Perusahaan Arthama Jaya Group bergerak diberbagai bidang usaha mulai dari Properti, Furniture, Kosmetik,
Kesehatan, dan lain-lain sehingga membuat Perusahaan Arthama Jaya Group rentan dengan ancaman kejahatan dan untuk meminimalisir kerugian Perusahaan secara diam-diam membuat sebuah Badan Inteligen Khusus sendiri yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dan juga untuk perlindungan.
Orang-orang yang dipilih sebagai Anggota Badan Inteligen adalah orang yang memiliki otak yang cerdas, pandai dalam ilmu beladiri, dan royal kepada Pemimpinnya.
Pria yang mendapatkan perintah dari Edo segera bergerak menemui semua Anggota Badan Inteligen Khusus lalu dengan suara yang keras dia berteriak dengan sangat kencang sehingga membuat semua orang langsung berlari menemuinya dengan tergesa-gesa.
"Semua berkumpul!" teriak Pria yang telah memakai jas dan topi hitamnya dengan ekspresi wajah yang serius
dan sorot mata yang tajam.
Tak butuh waktu lama, semua orang langsung datang dan berbaris dengan sangat rapi di hadapan Pria tersebut dengan dua tangan berada di belakang dengan tubuh yang tegap.
“Siap, Komandan!” teriak semua orang secara bersamaan.
“Ketua Ma, apa perintahmu?” tanya seorang Pria yang berdiri di depan Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang serius.
“Kalian akan dibagi menjadi lima kelompok lalu bergerak dengan cepat dan diam-diam. Kita akan segera pergi menuju ke Hotel tempat Acara Perusahaan dilaksanakan. Kita akan betermu dengan Pak Edo!” ucap Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.
Segera setelah perintah diucapkan semua Anggota Badan Inteligen Khusus segera membagi diri menjadi lima kelompok dan bergerak sesuai dengan instruksi.
Edo yang telah memberikan perintah kepada bawahannya pun segera keluar dan mencari tau apa yang sedang direncanakan Heru, Pak Bambang dan Bu Selena.
Namun tidak disangka tiba-tiba Edo melihat jika ada pergerakan yang berbeda dari Mike yang merupakan Asisten Pribadi Heru, Edo pun diam-diam mengikutinya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1