CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 111. Misi Kehancuran Clara


__ADS_3

Clara yang tidak akan membiarkan orang lain menindasnya pun memilih menjadi wanita yang kejam dan tanpa perasaan.


Sehingga saat Shaha memohon ampun dan berlutut di depan kakinya. Clara hanya melirik dan tidak memberikan respon apapun bahkan Clara merasa sangat senang membuat orang yang dibencinya menderita.


"Sebaiknya kau jaga tingkah lakumu di depanku lain kali jika tidak bukan hanya ayahmu yang akan menderita tapi juga seluruh anggota keluargamu!" ancam Clara kepada Shaha dengan nada bicara yang dingin dan sinia lalu pergi keluar bersama Asisten Rumah Tangganya meninggalkan Shaha sendirian.


Dilain tempat, Edo yang telah memikirkan cara untuk menjebak Clara pun memilih menggunakan orang terdekat Clara sebagai boneka dan membantu mereka membalas dendam.


Edo pun memerintahkan salah seorang wanita dari Anggota Badan Inteligen Khusus untuk melakukan tugas ini.


"Kau memiliki kemampuan penyamaran yang sangat bagus Alexa jadi aku punya tugas khusus untukmu dan jika kau berhasil maka kau akan mendapatkan bonus dua kali lipat akhir bulan ini." ucap Edo yang sedang duduk di dalam ruangan kantornya dengan ekspresi wajah yang serius.


"Bos, bisa katakan saja apa tugasnya? Saya akan melakukan yang terbaik untuk keberhasilan misi kali ini!" ucap Alexa yang sedang menyamar menjadi wanita muda yang sedang melamar kerja di Perusahaan Arthama Jaya.


"Kau harus mendekati mantan Manager Clara dan membuatnya menggunakan Manager Clara yang sekarang untuk menjebak Clara saat Acara Penghargaan Internasional." ucap Edo dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin sambil mengeluarkan foto-foto orang yang harus ditemui Alexa.


"Apa kau sudah mengerti tugasmu?" tanya Edo dengan ekspresi serius sambil melihat ke depan ke arah Alexa.


"Aduh, kenapa bos menatapku seperti itu? Aku kan jadi malu!" ucap Alexa dalam hati dengan wajah yang memerah tiba-tiba karena ditatap oleh Edo dengan sangat lekat.


"Tidak! Aku tidak boleh terbawa suasana. Aku harus melakukan tugasku dengan baik lalu mendapatkan bonus besar agar kedua orang tua dan adik-adikku bisa pindah ke rumah yang baru." ucap Alexa dalam hati kembali sambil menggeleng-gelengkan kepala mencoba menyadarkan dirinya kembali.


Sementara itu, Edo yang melihat sikap Alexa yang berubah-berubah mulai merasa ragu memberikan tugas itu padanya tapi Edo meyakinkan dirinya jika apa yang dilakukannya ini sudah benar.


"Kenapa anak ini bersikap aneh? Awalnya tanpa ekspresi lalu wajha berubah memerah seperti orang kasmaran dan sekarang geleng-geleng kepala seperti orang mabuk. Apa keputusanku memilihnya ini salah?" tanya Edo dalam hati dengan perasaan cemas tapi tidak ditunjukkannya di depan Alexa.


Namun sebelum fikiran Edo bertambah buruk, Alexa memberikan jawaban yang langsung merubah pandangan Edo.

__ADS_1


"Saya akan menyelesaikan misi ini dengan baik. Bos jangan khawatir, saya jamin misi kali ini akan sukses!" ucap Alexa dengan semangat menggebu-gebu demi bonus dua kali lipat.


"Baik, aku serahkan tugas ini padamu. Kau boleh pergi sekarang!" ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dan dingin.


Tanpa menunda lagi, Alexa pun segera pergi meninggalkan ruangan Edo dan Edo yang ternyata hanya berpura-pura tegas menjadi diriny kembali.


"Hah, menjadi serius seperti Tuan Muda itu sepertinya memang bukan gayaku!" gumam Edo sambil bersandar di kursinya sambil mengendurkan dasinya yang menurutnya terlalu ketat.


Alexa yang ingin tugasnya selesai dengan baik langsung meminta data orang yang menjadi targetnya kepada Anggotanya yang lain dan dalam waktu hitungan menit semua informasi yang dibutuhkan pun telah ada di dalam layar handphone Alexa.


Alexa yang langsung membaca informasi itu tanpa menunda waktu lagi pun segera ke Rumah Sakit tempat orangtua Shaha dirawat.


Alexa yang sangat tau jika kelemahan dan kekuatan terbesar seseorang adalah keluarganya jadi Alexa pun mencoba melakukan berbagai hal untuk mengeluarkan orangtua Shaha dari Rumah Sakit yang sekarang lalu mengirimnya ke Rumah Sakit yang lain yang jauh dan lebih baik.


Tak hanya itu, Alexa juga mengirim anggota keluarga Shaha yang lain pergi menjauh dari tangan Clara agar Shaha tidak menghianatinya di saat tertentu.


Alexa yang telah membuat janji dengan Pemilik Rumah Sakit X atas nama Tuan Muda Dimas pun membaut misinya menjadi semakin mudah dan lancar.


Alexa pun langsung mendapatkan persetujuan dan melaksanakan rencana pertamanya dengan sangat mudah dan rapi.


Alexa yang telah menyelesaikan satu rencananya pun kembali pulang ke rumah dan berganti penyamaran untuk melanjutkan rencana selanjutnya.


Di dalam kamar, Alexa pun mengganti nomor teleponnya dan mengubah suaranya lalu berbaring di tempat tidur dan menghubungi Mantan Manager Clara dan membuat jadwal temu secepat mungkin.


"Halo, apakah saya bisa bicara dengan Nona Alea?" tanya Alexa dari balik telepon sambil berguling manja di atas tempat tidurnya.


Alea yang tidak mengenal siapa orang yang menghubunginya pun mencoba tetap ramah dan mencari tau siapa orang yang ada dibalik telepon.

__ADS_1


"Halo, iya, ini saya sendiri. Maaf saya bicara dengan siapa ya?" tanya Alea dengan nada sopan dengan ekspresi wajah yang penasaran.


"Saya Cristina Laurent. Anda tidak mengenal saya tapi saya sangat mengenal mantan bosmu!" ucap Alexa dengan nada angkuh sambil berpura-pura menjadi orang lain.


"Maaf saya tidak mengenal anda dan bos yang anda maksud juga saya tidak kenal. Maaf sepertinya anda salah sambung." ucap Alea dengan buru-buru karena merasa ada yang tidak beres setelah mendengar apa yang dikatakan Alexa.


Alea yang tidak ingin terlibat dalam masalah orang lain pun memilih untuk menutup telepon dan saat Alea ingin meletakkan handphonenya. Alea menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.


"Aku tidak akan terlibat dalam perselisihan orang lain. Aku ingin membalas Clara tapi aku tidak memiliki kemampuan untuk melawannya jadi lebih baik aku menjauh dan menjalani hidupku dengan tenang seperti sekarang." ucap Alea setelah menutup telepon dengan ekspresi wajah yang bimbang.


"Tut.. Tut.." suara pesan masuk.


Kau tidak mengenalku tapi aku sangat mengenal mantan Bosmu,Clara. Bukankah ada pepatah mengatakan jika musuh dari musuhmu adalah temanmu. Jadi bukankah kita bisa menjadi teman sekarang untuk membalas Clara bersama.


Aku tidak akan memaksamu tapi aku ingin memberimu kesempatan terlibat dalam kehancuran Clara. Temui aku di Cafe Grannola pukul 3 sore.


Alea yang menerima pesan dari Alexa semakin menjadi bingung. Alea yang tidak ingin memikirkan masalah ini pun memilih untuk tidur.


Sementara itu, Alexa yang telah melakukan rencananya pun bersiap untuk menuju ke target selanjutnya.


"Rencana pertama telah selesai, jaring telah disebar tinggal menunggu ikan memakan umpannya. Sekarang saatnya menuju target utama untuk kesuksesan misi kali ini." ucap Alexa dengan senyum seringai yang terpasang diwajahnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


#Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love..


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2