CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 76. Rencana Membalas Balik II


__ADS_3

Mike yang menyadari jika pemikirannya itu gila langsung menampar pipinya sendiri dengan keras agar tetap dapat fokus.


“Plak!”


“Aku harus fokus! Tuan Muda bukan orang yang bodoh yang akan melakukan hal itu secara terang-terangan. Aku harus mencari lokasi lain.” Ucap Mike yang mengelus-elus pipinya yang sakit dengan keringat yang mengalir ke dahinya dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Hmmm! Aku tau dimana Tuan Muda Heru berada!” ucap Mike tiba-tiba yang langsung menghidupkan kembali mesin mobilnya dan membawanya melaju menuju ke lokasi tujuan yang menjadi kemungkinan terbesar tempat keberadaan Heru.


Setelah sepuluh menit mengendarai mobil akhirnya Mike sampai di salah satu gedung yang sangat besar di kawasan elit. Mike pun memarkirkan mobilnya dan melihat keberadaan mobil Heru dan langsung bergerak masuk.


“Ah! Itu mobil Tuan Muda! Pasti benar Tuan Muda ada di Apartemen Pribadinya. Aku harus segera menyusul.” Ucap Mike yang langsung turun menuju mobil Heru yang sedang diparkir dengan ekspresi wajah ceria dan legah.


Namun tidak disangka, Mike mendapatkan panggilan yang membuatnya menjadi sangat kaget sehingga berlari menemui Heru yang sedang ada di dalam Apartemennya.


"Kringgg! Kringgg! Kringgg!" suara handphone berbunyi.


"Ada apa?" tanya Mike dengan tergesa-gesa kepada seseorang yang ada di balik telepon sambil memegang kepalanya karena pusing sambil menghela nafas


"Bos, ada banyak sekali akun-akun gosip di dunia maya mencoba menggiring opini buruk tentang hubungan Nona Arabella dan Tuan Muda Dimas." jawab seseorang dari balik telepon yang memakai topi dan duduk di depan layar kompeternya dengan nada serius.


"Apa? Cari tau siapa dalang dari semua itu dan jangan lupa cari apa tujuan mereka sebenarnya!" perintah Mike dengan sorot mata yang tajam sambil berjalan masuk ke dalam Gedung Apartemen dengan terburu-buru.


Mike yang mendapatkan info langsung mematikan teleponnya dan berjalan masuk ke dalam gedung lalu menaiki lift menuju lantai dimana Heru berada hingga akhirnya Mike berada di depan pintu Apartemen Heru.


"Tap! Tap! Tap!" suara langkah kaki.


Mike pun mengetuk pintu berulang kali tapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali hingga akhirnya mencoba membuka pintu sendiri dan ternyata pintu itu tidak dikunci.


"Tok! Tok! Tok!" suara ketukan pintu.


"Klik!" suara pintu terbuka.


Mike pun masuk tapi tidak bisa melihat apapun karena semuanya menjadi gelap. Mike pun berjalan mencari sakelar lampu tapi tidak sengaja menabrak sesuatu hingga membuat lututnya kesakitan.


"Tuan Muda!" panggil Mike dengan perasaan cemas dan hati-hati secara bersamaan.

__ADS_1


"Kenapa disini gelap sekali? Dimana Tuan Muda berada?" gumam Mike yang berjalan melihat sekeliling yang ternyata sangat gelap hingga tidak terlihat apapun lagi.


"Augh! Aduh!" teriak Mike yang menabrak sebuah benda yang keras ke kakinya.


"Agh! Tuan Muda!" rintih Mike yang kesakitan tapi langsung berdiri mencari sakelar lampu sambil terus memanggil Heru.


Setelah beberapa menit berjalan, Mike pun akhirnya menemukan sakelar lampu dan menghidupkannya.


"Klik!"


"Tap!"


Mike yang menghidupkan lampu menjadi sangat terkejut saat melihat keadaan Apartemen Heru yang sudah berubah menjadi tempat yang sangat berantakan.


"A-apa yang telah terjadi? Kenapa semua barang-barangnya pecah dan berserakan di lantai?" ucap Mike spontan dengan ekspresi terkejut hingga mata dan mulutnya terbuka lebar.


"untung saja aku tidak terkena pecahan beling itu!" ucap Mike dalam hati dengan ekspresi wajah gelap dengan keringat yang mengalir di dahi ke pipinya.


Mike pun berjalan dengan hati-hati masuk ke dalam dan mencari keberadaan Heru sambil memanggil nama Heru berulang-ulang kali.


"Tuan Muda! Tuan Muda! Tuan Muda!" panggil Mike berulang kali sambil berjalan dengan hati-hati menghindari pecahan beling dan barang-barang yang berjatuhan di lantai.


"Tuan Muda!" teriak Mike sambil berlari setelah menemukan keberaan Heru dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Tuan Muda, apa yang terjadi?" teriak Mike yang terkejut sambil mengangkat Heru dan memindahkannya ke kamarnya menuju tempat tidur.


Mike yang khawatir dengan keadaan Heru langsung menghubungi dokter untuk segera datang memeriksa kondisi Heru.


"Tuan Muda, kau harus baik-baik saja. Aku tidak tau harus mengatakan apa pada Tuan Besar dan Nyonya Besar jika terjadi sesuatu padamu." ucap Mike dalam hati dengan wajah gelap dan gugup di saat bersamaan dengan keringat yang mengalir ke pipinya.


Tak butuh waktu lama, dokter pun akhirnya sampai dan membalut luka yang ada di tangan Heru.


"Bagaimana keadaannya, dok?" tanya Mike dengan wajah cemas dan khawatir.


"Tuan Muda terlalu mabuk sehingga tidak sadarkan diri tapi itu bukan masalah besar." ucap dokter sambil meletakkan stetoskopnya ke leher kembali sambil melihat ke arah Mike yang sedang cemas.

__ADS_1


"Sepertinya Tuan Muda sedang banyak fikiran sehingga memilih untuk minum-minum untuk menghilangkan bebannya sementara waktu tapi itu bukanlah solusinya. Tuan Muda tidak kuat dengan minuman itu jadi usahakan agar Tuan Muda tidak minum-minum lagi karena itu akan berakibat buruk padanya." ucap dokter memberikan saran sambil membalut luka yang ada di tangan Heru dengan teliti dan hati-hati.


"Aku akan memberikan resep obat untuk membantu Tuan Muda tidak merasa pusing dan mual ketika terbangun nanti." ucap dokter sambil menyerahkan selembar kertas yang berisikan resep obat untuk Heru.


Setelah dokter menyelesaikan tugasnya, Mike pun mengantar Dokter keluar dan mempersilahkannya untuk pulang dan meninggalkan dirinya bersama Heru.


"Terima kasih untuk bantuannya, dok!" ucap Mike dengan senyum tulus sambil berjalan berdampingan mengantar dokter sampai pintu keluar.


"Tidak masalah, Pak Mike. Saya pergi dulu, hubungi saya kapan pun jika membutuhkan bantuan." ucap Dokter dengan senyum yang tidak bisa dimengerti yang langsung berbalik dan pergi.


Mike yang melihat kondisi Apartemen hancur berantakan memanggil Cleaning Service untuk membereskan semua yang telah terjadi dan menunda memberi tau Heru dengan masalah yang dihadapi Arabella sampai Heru sadar dan merasa lebih baik


Sementara itu, Edo yang telah berada di Kediaman Arthama Jaya langsung pergi menuju ke ruang kerja Dimas dengan di antar oleh Pak Antoni.


Edo pun masuk ke dalam dan melihat Dimas yang sedang berdiri di depan jendelanya melihat ke arah gelapnya malam tanpa bintang.


"Apa yang sedang difikirkan Tuan Muda?" tanya Edo dalam hati dengan ekspresi wajah bingung sambil melihat ke arah Dimas.


Dimas yang menyadari kedatangan Edo langung berbalik dan kembali ke tempat duduknya dan menyerahkan sebuah tablet yang berisi berita-berita buruk tentangnya dan Arabella.


"Srak!"


"Syut!"


Edo pun mengambil tablet itu dan melihatnya dengan teliti lalu setelah beberapa melihat Edo menjadi sangat terkejut dan wajahnya berubah menjadi pucat.


"Aku merasa akan ada orang-orang yang kehilangan masa depannya!" gumam Edo dengan nada rendah yang masih bisa didengar Dimas dengan jelas karena suasana yang sangat sunyi.


"Kau sudah bisa menebak bukan siapa dalang dari semua berita ini?" tanya Dimas sambil menatap Edo dengan tatapan tajam dengan dua tangan diletakkan di dalam saku celananya.


"Ini pasti pekerjaan mantan pacar Tuan Muda, Nona Clara!" jawab Edo dengan tegas sambil menatap balik mata Dimas dengan penuh keyakinan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..

__ADS_1


😊😍😘


Terima kasih


__ADS_2