
Alexa yang masih memiliki janji bertemu dengan Alea pun meminta pamit terlebih dahulu dan melanjutkan perbincangan mereka lewat telepon.
Shaha yang berfikir jika Alexa adalah Putri dari Keluarga Kaya Raya tidak ingin menghalangi Alexa karena merasa Alexa pasti memiliki jadwal yang sangat padat.
Alexa dan Shaha pun berpisah di dalam Toko Bunga dengan Shaha diantar kembali ke Apartemen Clara dengan sopir yang telah disiapkan Alexa.
Alexa yang tidak punya banyak waktu tidak berencana mengganti pakaian dan stylenya sehingga Alexa memilih untuk menemui Alea dengan pakaian yang sama saat bertemu dengan Shaha.
Alexa yang sangat yakin akan kedatangan Alea pun telah menyiapkan beberapa hal yang dapat meyakinkan Alea untuk melakukan apapun untuknya.
"Semua informasi dan berkas ini sudah cukup untuk membuatny berpihak padaku dan melakukan semua yang aku perintahkan." ucap Alexa dengan senyum licik sambil melihat ke arah luar jendela mobil.
Alexa yang telah sampai di Cafe yang dijanjikan ternyata benar-benar melihat Alea yang telah duduk di tempat yang telah disediakan.
Alexa pun berjalan menuju tempat duduk Alea dengan santai dan anggun. Alea yang mendengar suara langkah sepatu pun melihat ke samping dan menemukan seorang wanita cantik dengan topeng yang berwarna sama dengan pakaiannya.
"Wanita yang cantik. Bagaimana wajahnya sebenarnya jika topeng itu dibuka." ucap Alea dengan suara rendah saat melihat bentuk tubuh dan cara berjalan Alea yang anggun seperti Super Model terkenal.
Alexa yang berdiri tepat di depan Alea pun bertanya dengan sangat sopan dan memperkenalkan dirinya seadanya.
"Apakah anda Nona Alea?" tanya Alexa dengan senyum lembut sambil berdiri di depan Alea.
"Iya, saya sendiri. Apakah anda yang menelpon dan mengirimi pesan ke nomor saya? Darimana anda mendapatkan kontak saya?" tanya Alea dengan penug pertanyaan dan ekspresi wajah yang menyelidik.
"Itu benar sekali. Saya adalah orang yang telah menghubungi anda dan perkenalkan nama saya Risya. Maaf jika saya memakai topeng karena semakin sedikit anda tau tentang identitas saya maka semakin aman hidup anda kedepannya." ucap Alexa dengan nada yang santai tapi penuh penekanan dan tekanan di setiap kata.
"Untuk nomor kontak anda, itu adalah hal mudah bagi saya sama seperti informasi yang akan saya tunjukkan kepada anda." ucap Alea dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Alea yang sangat penasaran dengan semua tindakan dan kata-kata yang keluar dari mulut Alexa pun membuat tingkat kesensitifan Alea meningkat berkali-kali lipat.
"Informasi apa?" tanya Alea yang masih berdiri dan mencoba mendesak Alexa untuk memberitaunya secepatnya.
"Ternyata Mantan Sekretaris Clara ini adalah orang yang sangat berhati-hati dan sangat cerewet tapi menghadapi orang seperti ini bukanlah hal yang sulit untukku." ucap Alexa dalam hati sambil tersenyum penuh misteri yanh membuat Alea semakin penasaran dan meningkatkan kewaspadaannya.
"Tidak perlu terburu-buru. Kita masih punya waktu beberapa jam ke depan, bukan?" tanya Alexa dengan senyum jahil sambil menatap mata Alea yang terlihat tidak puas dengan apa yang dikatakan Alexa.
"Bisakah kita duduk dulu? Kaki saya sangat lelah berdiri terlalu lama." ucap Alexa dengan nada mengeluh tapi tidak terdengar sedang komplai ataupun menceramahi Alea yang kemudian langsung duduk di kursi yang ada di sebelahnya tanpa persetujuan Alea.
Alea yang tidak bisa mengatakan apapun hanya bisa diam dan menuruti keinginan Alea lalu menjawab perkataan Alexa dengan seadanya.
"Apakah anda sudah memesan makanan atau minuman? Kue di sini sangat enak." ucap Alexa dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senang sambil mengancungkan tangan memanggil pelayan agar datang segera.
"Saya sudah memesan dan sepertinya sebentar lagi pesanan saya akan datang." ucap Alea dengan singkat, jelas dan padat.
Satu menit kemudian, seorang pelayan pun datang membawakan minum dingin dan meletakkannya di depan Alea dan mencatat pesanan Alexa.
"Apakah anda mengundang saya kemari hanya untuk menemani anda minum dan makan kue? Maaf saya tidak punya banyak waktu luang seperti anda karena saya bukan pengangguran." ucap Alea dengan ekspresi wajah yang marah dan sangat tidak sabar.
"Tenanglah. Anda tidak perlu marah-marah dan tifak sabaran seperti itu karena jika anda memiliki sikap seperti itu maka anda tidak akan bisa mendapatkan apa yang anda inginkan." ucap Alexa dengan suara rendah dan lembut sambil terus menghirung segelas kopi miliknya.
Alea yang mendengar perkataan Alexa hanya bisa diam karena apa yang dikatakan Alexa sangat benar karena selama bertahun-tahun Alea bersama Clara tak pernah sekalipun dirinya menang dan berhasil mengalahkan Clara.
Alexa yang telah melihat Alea telah menjadi tenang dan tingkat kewaspadaannya telah menurun pun menjetikkan jari dan datanglah seorang seorang pria berumur 20.an tahun membawa sebuah map cokelat.
Alexa pun mengambil map itu lalu menyerahkannya pada Alea yang langsung diambil dan dibuka Alea saat itu juga.
__ADS_1
"Ambillah dan bacalah isinya." ucap Alexa dengan nada yang terdengar serius dan ekspresi wajah yang datar dan sorot mata yang tajam.
Alea yang telah menerima dan membaca isi amplop itu pun menjadi sangat terkejut. Berbagai ekspresi tidak dapat disembunyikan. Alea pun menunjukkan ekspresi marah, kesal, sedih, kecewa, menyesal dan berbagai emosi lainnya.
"Apakah ini semua ini ..." ucap Alea yang tidak dapat melanjutkab kata-katanya lagi karena tersangkutan di tenggorokannya.
"Itu semua adalah informasi yang valid dan informasi rahasia itu didapatkan dari Agen Rahasia yang dapat dipercaya." ucap Alexa dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang datar tapi Alea dapat menemukan jika Alexa tidak berbohong padanya.
"Ja-jadi semua ini benar. A-ayah! I-ibu!" teriak Alea dengan air mata yang terus mengalir dengan ekspresi yang sangat sedih.
"Tenangkan dirimu! Kau boleh bersedih dan marah tapi jangan berlarut-larut. Ingat kau harus melakukan sesuatu kepada pelakunya." ucap Alexa dengan nada yang tegas sambil melakukan kontak mata dengan Alea.
"Saya memberikan informasi itu bukan cuma-cuma tapi ingin mengajak anda bekerjasama. Kita punya musuh yang sama dan tujuan yang sama. Saya ingin anda menjadi orang saya untuk membalasnya hingga mereka tidak dapat bangkit lagi dan sangat hancur." ucap Alexa lagi dengan nada yang berat dan penuh penekanan dan sorot mata yang tajam.
Alea yang mendengar apa yang dikatakan Alexa hanya bisa diam menundukkan kepala dan bertekad untuk membalas Clara dan keluarganya.
"Saya bersedia bekerjasama dengan anda, Nona." ucap Alea tanpa berfikir lagi dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan sebagai tanda kesepakatan.
Alexa yang sudah menduga semuanya pun tersenyum puas dan menjabat tangan Alea.
"Saya berharap dengan kerjasama ini, Clara dan Kelaurganya benar-benar hancur seperti hati saya yang hancur karena telah kehilangan kedua orangtuanya saat masih kecil." ucap Alea dengan wajah merah dan ekspresi yang marah sambil mengepalkan tangannya.
"Jangan khawatir karena saya dapat menjamin jika rencana ini akan sukses." ucap Alexa dengan ekspresi wajah yang penuh keyakinan.
Setelah mendapatkan semua pion yang siap membawa target utama masuk ke dalam perangkap, Alexa pun merasa sangat senang dan kembali ke Apartemennya dan menyiapkan rencana selanjutnya.
#Bersambung#
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love
Terim kasih..