
Arabella yang berlari menuju jalanan umum tidak melihat adanya mobil yang lewat sehingga dalam hitungan detik tubuh Arabella yang tertabrak mobil pun terjatuh ke aspal dengan luka di kepalanya.
“Agghhhh!” teriak Arabella dengan sangat keras dengan mata dan mulut yang terbuka lebar serta ekspresi wajah yang terkejut.
Bodyguard yang melihat kejadian itu dengan kedua matanya pun langsung bersembunyi di balik pohon dan mengamati kejadian itu dari jauh.
Orang yang menabrak Arabella pun menjadi sangat panik lalu berlari keluar dari dalam mobil dengan cepat dan melihat ke arah Arabella yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di aspal.
“Sial! Kenapa juga wanita ini keluar dari dalam hutan secara tiba-tiba? Kalau seperti ini apa yang harus aku lakukan?” tanya pria muda yang menabrak Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang cemas dan khawatir.
“Apa yang kau lakukan disana? Ayo cepat kita bawa dia masuk ke dalam dan kita bawa ke rumah sakit!” teriak seorang wanita muda yang berada di kursi penumpang yang ikut keluar mengikuti temannya.
“Apa kau gila? Jika kita membawanya ke rumah sakit, apa yang akan kita jawab kepada pihak keluarganya?” tanya pria muda yang menabrak Arabella dengan suara yang keras.
Saat keduanya ingin berdebat tiba-tiba beberapa mobil berhenti di hadapan mobil mereka dan orang-orang dengan pakaian hitam bergegas keluar dari dalam mobil.
Orang-orang yang datang adalah anak buah Ketua Ma yang melihat sosok tubuh Arabella yang terbaring di atas Aspal.
Ketua Ma yang dapat melihat dengan jelas Arabella yang sedang terbaring pun bergegas ke arah Arabella dan memeriksa nafas dan nadinya.
Sepasang kekasih yang tidak sengaja menabrak Arabella pun menjadi sangat panik saat melihat banyak orang yang sedang berdiri di depannya sambil mengelilingi Arabella.
“Nona! Nona Arabella!” terak Ketua Ma dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tatapan mata yang khawatir.
__ADS_1
Pria Muda itu pun menjadi sangat takut dan cemas sehingga bergerak dengan cepat masuk ke dalam mobil dengan diikuti kekasihnya lalu bergerak dengan cepat menancapkan gas dan melarikan diri.
Ketua Ma yang lebih mengutamakan keselamatan Arabella pun memberikan arahan kepada anak buahnya untuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada Arabella.
“Apa yang kalian pikirkan? Cepat angkat Nona Arabella masuk ke dalam mobil dan kita menuju ke Rumah Sakit terdekat dengan kecepatan tinggi!” teriak Ketua Ma dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat sangar
Tepat setelah perintah diberikan, Arabella yang terbaring di aspal segera berpindah posisi ke tempat duduk belakang dengan Ketua Ma berada di sampingnya.
Ketua Ma yang tidak bisa menyembunyikan kabar buruk ini pun langsung menghubungi Edo dan bersiap menerima konsekuensi serta hukuman apapun yang diberikan karena telah gagal dalam melaksanakan tugas.
“Bos! Saya telah bertemu dengan Nona Arabella tapi...” ucap Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang berat dengan nada suara yang terputus sambil menarik nafas yang panjang mengumpulkan kekuatan mengatakan kabar yang buruk.
“Tapi apa?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang bertanya-tanya serta nada suara yang penasaran.
Lalu saat Dimas mendengar nama Arabella disebutkan, Dimas yang tidak bisa mengendalikan dirinya pun mengambil telepon itu dan berbicara langsung dengan Ketua Ma.
“Tapi apa? Apa yang terjadi kepada Arabella? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
Ketua Ma yang berpikir akan menyerahkan tugas memberikan informasi buruk ini kepada Edo tidak menyangka jika Dimas langsung mengambil telepon dan bertanya langsung padanya.
Ketua Ma yang tidak punya pilihan lain pun memberitaukan semuanya kepada Dimas sehingga membuat Dimas kehilangan kendali akan dirinya dan melakukan sesuatu tanpa pikir panjang.
“Saya telah bertemu dengan Nona Arabella tapi saat saya menemukannya Nona Arabella telah terbaring di aspal karena tertabrak sebuah mobil dan saat ini saya sedang bergegas ke Rumah Sakit terdekat untuk meminta Dokter memberikan penanganan darurat!” ucap Ketua Ma dengan kata-kata yang singkat jelas dan padat.
__ADS_1
“Apa? Arabella kecelakaan? Tidak! Aku akan segera kesana sekarang! Kirimkan nama Rumah Sakit tujuanmu sekarang dan selalu beritau aku perkembangan dengan Arabella!” ucap Dimas dengan sangat cepat sambil melemparkan telepon Edo dengan sembarangan dan bergerak mengambil kunci mobil menuju ke tempat Arabella sekarang.
Edo yang mendengar perkataan Dimas dapat dengan mudah mengetahui tindakan Dimas selanjutnya tapi Edo yang tidak bisa membiarkan Dimas mengemudi sendirian dalam keadaan yang tidak stabil pun mengambil kunci mobil.
“Apa yang kau lakukan? Berikan kuncinya padaku!” teriak Dimas dengan suara yang sangat keras sambil memegang kunci mobil dengan sangat erat lalu menutup pintu mobil dan menahannya.
“Tuan Muda harap tenangkan pikiran anda. Anda tidak bisa mengemudi mobil dalam kondisi seperti ini. Biarkan saya yang menyetir!” ucap Edo yang mencoba memberikan solusi dengan nada suara yang rendah dan lembut.
“Tenang! Bagaimana aku bisa tenang dalam kondisi seperti ini? Minggir! Jika kau tidak minggir maka aku akan menghajarmu tanpa ampun kali ini!” teriak Dimas dengan mata yang terbuka lebar.
“Tuan Muda bisa menghajarku dengan keras kapapun tapi Tuan Muda tidak bisa pergi sendirian. Apakah Tuan Muda lupa jika anda pernah hampir meninggal saat mencoba membawa mobil sendiri? Apakah Tuan Muda ingin membuat masalah baru lagi sekarang?” sindir Edo dengan kata-kata yang kasar dan nada suara yang kesal.
Dimas yang tidak ingin melihat Arabella menjadi cemas kembali padanya pun meninggalkan posisinya dan bergerak masuk ke dalam mobil di kursi belakang.
Edo yang sangat senang setelah menang berdebat dengan Dimas tidak sengaja kehilangan konsentrasi dan juga fokusnya sehingga membuat Dimas yang ada di dalam mobil berteriak dengan marah.
“Apa yang kau lakukan disana menjadi patung hidup seperti itu? Cepat masuk dan kemudikan mobilnya!” teriak Arabella dengan nada suara yang tinggi dan tatapan mata yang tajam.
Edo yang akhirnya sadar kembali pun bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil ke arah yang dikatakan Dimas dengan kecepatan tinggi.
#Bersambung#
Apakah Arabella akan selamat ataukah meninggal dunia? Apakah Dimas dapat bertemu dengan Arabella dan bersatu kembali? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..
__ADS_1