
Arabella mengeluarkan ekspresi yang sangat aneh dengan mata melotot dan mulut yang terbuka lebar membuat Dimas tertawa.
"Jangan tertawa! Tidak ada yang lucu." tambah Arabella yang kemudian terduduk kembali dengan mulut yang dinaikkan ke atas 2 cm.
"Ma-maaf. Aku hanya merasa ekspresimu sangat lucu. Kenapa kau sangat terkejut? Uang yang aku berikan padamu setiap bulannya itu hanya 1% dari penghasilan dari Arthama Jaya Group." ucap Dimas.
Arabella yang mendengar penjelasan Dimas tidak bisa berkata apapun lagi.
'Apa ini yang namanya sultan? Ya Tuhan, siapa sebenarnya pria yang akan aku nikahi ini?' ucap Arabella dalam hati.
"Hanya itu syarat yang aku inginkan jadi jika ada yang ingin anda tambahkan maka katakanlah." kata Arabella sambil menatap Dimas.
"Aku hanya memiliki satu syarat. Jika kau setuju dengan syarat ini maka pernikahan akan segera dilangsungkan sesuai keinginanmu." ucap Dimas tegas.
Arabella pun menjadi tegang setelah mendengar syarat apa yang akan dikatakan Dimas.
"Arthama Jaya adalah Keluarga yang telah lama ada dan terkenal di seluruh dunia. Di dalam keluargaku tidak ada yang namanya perceraian jadi sekali kau masuk dan menjadi bagian dari Keluarga Arthama Jaya maka kau tidak akan pernah bisa pergi ataupun kabur kecuali kematian." tegas Dimas yang langsung membuat wajah Arabella menjadi bingung dan pucat.
"Kau boleh memikirkannya lagi. Aku bisa menunggu." ucap Dimas setelah melihat ekspresi Arabella yang seperti keberatan.
"Apa kau sedang mencoba mengikatku dalam pernikahan kontrak ini?" tanya Arabella menyelidik dengan tatapan matanya yang tajam seolah membutuhkan kepastian.
"Tentu saja. Aku seorang Pebisnis. Tentu saja aku tidak ingin rugi. Kau mendapatkan kekuasaan dan harta untuk membalas dendam dan aku mendapatkanmu. Bukankah ini transaksi yang adil?" tanya Dimas dengn menggerakkan kedua tangannya lalu mengangkat bahunya sebentar lalu menurunkannya dan tak lupa dengan senyum licik yang terlihat jelas diwajahnya.
Arabella yang terkejut dengan kejujuran dari kalimat dan sikap Dimas tidak bisa mengatakan apapun karena Arabella sangat tau jika terjadi perceraian nantinya maka Dimas lah yang akan rugi.
"Kenapa?" tanya Arabella sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.
"Kenapa? Tentu saja karena aku mencintaimu. Kau adalah cintaku, wanitaku, dan istriku baik kehidupan yang lalu, sekarang atau selanjutnya." ucap Dimas jujur dan penuh perhatian serta ketulusan di setiap kata dan tatapan matanya.
__ADS_1
"Apa benar jika aku adalah milikmu di kehidupan yang lalu?" tanya Arabella sambil menatap mata Dimas mencari sebuah pembenaran.
"Kau adalah milikku di kehidupan yang lalu, sekarang dan seterusnya dan itu tidak akan pernah berubah. Aku tidak pernah berbohong padamu dan tak ada rahasia di antara kita. Bukankah kau sudah mengetahui rahasia terbesarku?" tanya Dimas yang kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah Arabella.
Arabella yang mendengarnya menundukkan kepala seolah sedang berfikir dan memproses semua yang dikatakan oleh Dimas.
Arabella tidak menyangkal jika dirinya merasakan perasaan familiar terhadap sentuhan Dimas dan karena itu Arabella mengajukan persyaratan tidak ada kontak fisik diantara mereka. Arabella takut akan goyah dengan pendiriannya karena sejujurnya setelah kejadian penculikan itu Arabella telah melihat Dimas dengan cara yang sedikit berbeda.
Dimas yang berjalan mendekat ke arah Arabella berenti tepat di hadapan Arabella. Arabella yang merasa ada seseorang di depannya pun mengangkat kepalanya dan melihat Dimas telah sangat dekat dengannya.
Dimas kemudian menundukkan tubuhnya dan mengganti posisinya seolah sedang melamar seorang wanita.
"Aku tau kau tidak mencintaiku. Hmmm... Bukan tidak tapi belum." ralat Dimas sambil menatap mata Arabella.
"Kau pasti belum mencintaiku dan melakukan ini semua hanya untuk satu tujuan yaitu balas dendam. Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Aku tidak merasa kau sedang memanfaatkanku meskipun itu adalah kebenaran menurutmu tapi..." ucap Dimas terputus lalu menundukkan kepala.
"Aku merasa aku sedang membantu wanitaku dan mendapatkan keadilan untuknya. Jika kau merasa bantuanku terlalu membebanimu maka setelah rencana balas dendammu selesai, bisakah kau mencoba mencintaiku dan bersedia sepenuhnya menjadi istriku? Lagipula setelah rencanamu berhasil kau tetap tak akan bisa bercerai denganku." ucap Dimas penuh percaya diri.
Arabella pun menatap wajah Dimas dan mengangguk sebagai pernyataan persetujuannya.
Dimas yang terkejut dengan reaksi Arabella termenung sesaat dan segera sadar dari keterkejutannya.
"Apa kau benar-benar setuju menikah denganku dan mencoba untuk mencintaiku setelah pembalasa dendammu selesai?" tanya Dimas untuk meyakinkan dirinya sambil berlutut dengan satu kaki dihadapan Arabella.
"Ya!" jawab Arabella singkat sambil menatap bola mata Dimas.
Dimas yang sangat senang tidak bisa mengendalikan dirinya. Dimas pun lgsg memeluk Arabella dan mengucapkan "Terima kasih" berulang kali.
Arabella yang tidak menyangka dengan respon Dimas pun tertegun sesaat lalu berdoa dalam hati semoga keputusan yang telah dibuatnya adalah pilihan yang tepat.
__ADS_1
Sementara itu Dimas yang tidak menyadari apa yang dilakukannya segera tersadar dan melepaskan pelukannya. Dimas kemudiam meminta maaf kepada Arabella sebelum Arabella menjadi marah lalu berubah fikiran.
Setelah tau jika Arabella tidak marah, Dimas pun segera berdiri dam kembali ke tempat duduknya. Dimas pun mengambil kertas serta pena lalu menuliskan poin-poin isi dari perjanjian mereka dan tak lupa menandatanganinya bersama.
Arabella yang masih mengingat dengan jelas poin-poin perjanjian yang telah mereka sepakati mau tidak mau terpaksa harus menurut pada keinginan Dimas untuk tidak banyak bergerak di atas pangkuannya dan berakting seolah mereka benar-benar sepasang kekasih yang diberkati oleh surga.
Dimas yang melihat Arabella tidak ada protes pun memfokuskan penglihatannya ke arah depan. Dimas menatap Pak Antoni dan Edo sejenak sebelum membuat keputusan.
Pak Antoni dan Edo yang dilihat oleh Dimas intesif menjadi bingung dan langsung memiliki firasat buruk.
"Aku ingin kalian berdua mempersiapkan Pesta Pertunanganku dan Arabella bulan depan." perintah Dimas dengan tatapan tajam.
Pak Antoni dan Edo yang terkejut dengan pengumuman dari Dimas akhirnya tersadar kembali setelah Dimas menjentikkan jarinya beberapa kali.
"Baik, Tuan Muda!" ucap Pak Antoni dan Edo bersamaan sambil membungkukkan tubuh sebagai tanda penghormatan.
Dimas yang senang dengan respon anak buahnya pun menambahkan sesuatu "Aku juga ingin kalian menyembunyikan hal ini. Aku tidak ingin ada orang lain yang tau. Aku ingin Acara Pertunangan ini menjadi kejutan untuk semua orang." tambah Dimas.
"Aku ingin kalian membuat Acara Pertunangan itu bersamaan dengan Acara Perayaan Akuisisi Perusahaan A. Aku ingin mengubah nama Perusahaan itu dan memberikanny kepada Arabella sebagai hadiah Pertunangan dariku." ucap Dimas kepada Pak Antoni dan Edo.
"Baik, Tuan Muda." ucap Pak Antoni dan Edo bersamaan.
Sementara itu, Arabella yang masih duduk di atas pangkuan Dimas pun terkejut dengan pernyataan sepontan yang diucapkan Dimas kepada bawahannya. Arabella tidak menyangka jika Dimas memberinya sebuah Perusahaan untuk dikelola.
Pak Antoni dan Edo yang tidak memiliki kepentingan lain pun memilih keluar dari ruangan itu karena sadar diri. Mereka tidak ingin mengganggu Tuan Muda dan Calon Nyonya Muda mereka yang sedang bermesraan.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..
__ADS_1
Terima kasih..
🥰😍😘😚