CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 11. Waktu


__ADS_3

Dimas yang telah selesai makan malam ternyata tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan tentang Arloji yang rusak saat dirinya terbangun akhirnya Dimas memanggil Pak Antoni larut malam untuk datang ke kamarnya.


Dimas yang telah meminta Pak Antoni menyimpan baik-baik Arloji itu pun memberikan perintah untuk memperbaiki Arloji itu malam itu juga dan besok pagi Arloji itu sudah harus selesai diperbaiki berapa pun harganya.


Pak Antoni yang telah mengikuti Dimas sejak dulu sangat tau jika Dimas sudah tebiasa memberikan perintah seperti ini sehingga menggangguk setuju dan segera keluar dari kamar Dimas dan pergi dan menghubungi Pemilik Toko Jam yang sangat terkenal.


Pak Antoni yang takut waktunya tidak cukup menyelesaikan perintah Dimas pun bergegas pergi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.


Dalam waktu singkat, Pak Antoni pun telah sampai di Toko Jam itu dan ternyata sang pemilik telah siap menunggu. Pemilik itu pun melihat Arloji dan mengambilnya untuk segera diperbaiki sementara itu Pak Antoni terduduk di ruang tamu sambil menunggu hasilnya.


Setelah beberapa jam berlalu dan waktu telah menjelang pagi, pemilik Toko Jam pun datang dan membawa Arloji itu bersamanya. Pak Antoni yang sangat senang karena Arloji itu telah selesai diperbaiki pun segera menyerahkan sejumlah cek dengan jumlah uang yang sangat banyak hingga membuat Pemilik Toko terkejut dan berterima kasih berulang-ulang kali.


Pak Antoni pun mengambil Arloji itu dan membawanya kembali ke Kediaman Dimas dengan hati-hati karena takut rusak kembali.


Setelah sepuluh menit berlalu, Pak Antoni pun sampai di Kediaman Dimas lebih cepat karena jalanan yang sepi. Pak Antoni mengerjakan tugasnya sebagai Kepala Pelayan di Kediaman Dimas dan mengurusi semua keperluan Dimas sebelum dirinya terbangun.


Ketika pagi menjelang, Dimas pun bersiap-siap dan menikmati waktunya di pagi hari. Pak Antoni yang telah selesai memperbaiki Arloji yang diperintahkan kepadanya pun menyerahkan Arloji itu kepada Dimas.


Dimas yang melihat Arloji itu pun mencoba menekan tombol pause dan seketika waktu pun berhenti. Dimas yang awalnya tau jika Arloji itu spesial tidak menyangka jila Arloji itu memang benar-benar benda ajaib yang sangat spesial.


Dimas ingat jika dirinya memiliki kemampuan menghentikan waktu selama apapun yang diinginkannya di kehidupannya terdahulu tapi setelah berpindah tempat Dimas menyadari jika kemampuan itu tidak bisa digunakan.


Akhirnya Dimas berfikir mungkin karena dirinya telah berpindah tempat maka kekuatannya pun berpindah tempat juga dan ternyata benar adanya. Kekuatan menghentikan waktu itu benar-benar telah beralih ke Arloji rusak yang ditemuinya saat sadar.


Dimas yang telah mengetahui kemampuan Arloji itu pun mulai bereksperimen berkali-kali hingga akhirnya Dimas mengetahui rahasia dari Arlojinya itu.


'Ternyata Arloji ini tidak hanya bisa menghentikan waktu tapi juga bisa mengulang kembali waktu yang diinginkan tapi Arloji ini hanya bisa menghentikan waktu selama lima menit dan memutar mundur waktu sampai satu jam terakhir. Namun, arloji ini tidak bisa diputar lebih cepat atau tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.' ucap Dimas dalam hati.

__ADS_1


Pak Antoni yang telah menjadi objek uji coba tidak merasakan apapun. Dimas yang masih melihat keberadaan Pak Antoni pun memerintahkannya keluar karena dirinya masih ingin sendiri.


"Aku mendapatkan kemampuanku kembali dan bahkan mendapatkan kemampuan baru tapi aku kehilangan Kekuatan Sihirku." gumam Dimas.


Setelah beberapa jam berlalu, Dimas yang telah berada di kantornya terkejut dengan kedatangan Clara yang secara mendadak. Dimas tidak menyangka jika Clara dengan berani datang ke kantornya lagi setelah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan darinya kemarin.


Dimas yang ingin berpisah dari Clara mencoba membuat Clara marah untuk memancing emosinya agar dirinya dapat lepas dengan Clara berdasarkan pengetahuannya.


Awalnya semua berjalan dengan lancar, Clara dan Dimas pun berpisah meskipun harus membuat drama percintaan yang membuat dirinya menjadi bahan perbincangan semua karyawannya. Karyawan Dimas yang melihat kejadian itu menyebarkan berita pertengkaran mereka bahkan menyebarkan video pertengkarannya dengan Clara.


Dimas yang awalnya tidak perduli dengan pendapat atau omongan orang lain menjadi terganggu ketika dalam waktu hitungan menit berita tentang putusnya hubungan dirinya dan Clara menjadi topik utama berita infotaiment.


Clara yang tidak terima perlakuan Dimas pun mencoba memfitnah Dimas dengan menggiring pendapat masyarakat jika Dimas telah memiliki wanita lain sehingga meninggalkannya yang merupakan kekasih yang telah bersamanya selama bertahun-tahun.


Dimas yang tidak ingin hal ini semakin meluas memilih mencoba menggunakan kekuatannya untuk menghentikan dan memutar kembali waktu ketika Clara awal masuk ke dalam kantornya.


Dimas yang tau jika Clara akan mendadak masuk dan mencoba menggoda dan mengganggunya pun berbicara ketus di awal dan menghubungi sekretaris serta satpam sebagai saksi mata untuk semua perbuatan buruknya.


Dimas yang juga tau jika karyawan yang menguping dan mengintip itu akan menyebarkan berita dan video tentang pertengkarannya dengan Clara pun mulai mengantisipasinya dengan membungkam mulut semuanya.


Dimas yang telah memberi perintah kepada Icha untuk menangani karyawan yang kurang ajar itu tidak bisa tenang sehingga Dimas yang sedang berbicara dengan Edo memerintahkan Edo untuk diam dan menyelesaikan pekerjaan kantornya sementara dirinya mengurusi karyawan-karyawan itu.


Dimas yang telah meminta Edo keluar sementaa memanggil Icha kembali masuk ke dalam ruangannya.


"Apa kau telah mendapatkan nama mereka semua dan mengirimkan surat perjanjian itu pada mereka?" tanya Dimas.


"Sudah, Pak. Saat ini semuanya pasti telah menerima surat itu dan sedang menandatanganinya." ucap Icha.

__ADS_1


"Bagus tapi aku ingin kau panggil mereka semua masuk ke dalam ruanganku. Aku ingin melihat langsung wajah-wajah dari karyawanku yang kurang ajar itu!" ucap Dimas dingin.


Baik, Pak." ucap Icha.


Icha yang telah merasakan hawa dingin yang sangat menusuk sejak pertama kali masuk ke ruangan Dimas menjadi semakin takut dan bahkan tubuhnya menjadi gemetar.


'Aku harus segera membawa mereka semua kehadapan Pak Dimas jika tidak aku yang pasti akan menjadi sasarannya.' ucap Icha dalam hati.


Dalam hitungan menit, semua karyawan yang menguping dan mengintipnya pun datang. Semua karyawan itu pun diam membeku saat di panggil dan masuk ke dalam ruangan Dimas.


Dimas yang melihat wajah-wajah karyawannya mengenali beberapa wajah yang merupakan salah satu Bangsawan yang pernah memberontak pada masa Kekuasaannya di masa lalu.


Dimas yang telah memanggil Edo kembali ke ruangannya memerintahkan Edo untuk menyita handphone milik semuanya lalu merestart ulang datanya. Jika ada satu saja karywan yang menolak dan mencoba melakukan sesuatu terlebih dahulu pada handphone mereka maka karywan itu akan langsung masuk daftar hitam dan siap-siap menerima tuntutan penjara dan juga perdata dari perusahaannya.


Tak ada seorang pun yang berani melawan perintah Dimas karena sangat mengenal sifat Dimas. Semua karyawan yang takut akan kehilangan masa depan mereka pun terpaksa menyerahkan handphonenya meski tau jika mereka harus kehilangan semua isi dan data yang ada di dalam handphone tersebut.


Karyawan-karyawan itu pun berjanji di dalam diri mereka sendiri bahwa mereka tidak akan lagi melakukan hal serupa karena resiko yang mereka hadapi sangat lah berat. Karyawan itu sadar jika mereka dipecat dan di blacklist oleh perusahaan-perusahaan lain bahkan jika harus dituntut di pengadilan maka keluarga mereka pasti akan kesulitan dan bahkan mendapatkan malu.


Dimas yang melihat wajah pasrah dan ketidakberdayaan dari karyawannya tidak merasakan perasaan kasihan ataupun simpati. Dimas bahkan merasa sangat senang karena masih dapat mengendalikan masa depan dan mengubah masa depan menjadi lebih baik.


'Jika aku masih seorang Kaisar dan ini adalah Wilayah kekuasaanku. Kalian semua sudah pasti akan langsung dihukum mati. Namun karena saat ini adalah kehidupan modern dan membunuh orang itu adalah tindakan illegal maka aku terpaksa harus mengampuni nyawa orang-orang ini tapu aku tidak bisa membiarkan mereka bebas begitu saja kerena telah membuatku dalam masalah!' ucap Dimas dalam hati.


'Dengan begini maka semua hal buruk yang terjadi pasti tidak akan terjadi karena aku telah membungkam mulut semuanya.' ucap Dimas dalam hati.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..

__ADS_1


🥰😍😘😚


Terima kasih**


__ADS_2