
Dimas yang telah dikuasai oleh Emosi pun mendapatkan kekuatan yang tidak tau darimana asalnya dan menghajar kedua Bodyguard yang sedang menahannya.
“Tidak! Aku tidak boleh kalah. Aku tidak mau menjadi orang pengecut yang tidak bisa melindungi wanitanya!” ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam serta tekad yang sangat kuat untuk bertahan hidup.
“Aku akan membuat kalian semua membayar untuk semua ini! Aaarrggghhhh!” teriak Dimas dengan sangat keras lalu mulai menghajar dua Bodyguard yang ada di dekatnya.
Heru yang tidak ingin Dimas menang pun memberikan perintah kepada Bodyguard yang lain untuk membantu menghajar Dimas.
“Kenapa kalian diam saja? Cepat bergerak dan hajar dia hingga babak belur!” teriak Heru dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.
Bodyguard yang mendengar perintah dari Heru pun maju secara bersamaan dan menyerang Dimas sendirian. Dimas yang ternyata dapat berhasil bertahan melawan semuanya dan bahkan mengalahkan setengah dari Bodyguard membuat Pak Bambang khawatir.
“Sial! Bagaimana mungkin anak ini bisa melawan puluhan Bodyguard ini? Dia bahkan membuat semuanya dalam keadaan yang tidak menguntungkan!” ucap Pak Bambang dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Tidak! Aku tidak mau semua usahaku selama dua puluh tahun ini hancur begitu saja!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam dan niat membunuh yang sangat pekat keluar di sekitar tubuh Pak Bambang.
__ADS_1
Pak Bambang yang tidak ingin kehilangan semua hasil kerja kerasnya selama ini pun menarik pistol yang disembunyikannya di balik jasnya pun mengarahkannya ke kepala Arabella.
“Berhenti! Jika kau tidak mau berhenti maka aku akan menembak kepala wanita yang sangat kau cintai ini!” teriak Pak Bambang dengan suara yang sangat keras dengan tatapan mata yang penuh kebencian.
Heru yang melihat yang dilakukan Pak Bambang pun ikut terkejut karena tidak menyangka jika Pak Bambang memutuskan untuk mengorbankan Arabella.
“Ayah!” panggil Heru dengan suara yang rendah dengan tangan ke depan seolah mencoba menghentikan Pak Bambang tapi tidak bisa sehingga membuat Heru menarik tangannya kembali dan menggepalkannya dengan sangat erat.
Dimas yang tidak ingin membahayakan nyawa Arabella pun menghentikan aksinya lalu diam-diam memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menekan Jam Arloji tapi tidak ada yang berubah.
Pak Bambang yang melihat tindakan Dimas pun menjadi bingung dan memutuskan untuk mengancam Dimas dengan nyawa Arabella.
“Hentikan! Apakah kau sudah tidak peduli dengan nyawa gadismu ini?” ucap Pak Bambang dengan tatapan mata yang tajam dan terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang serius.
Dimas yang berharap dapat menghentikan waktu lalu menyelamatkan Arabella tidak menyangka jika ternyata Jam Arloji yang biasa digunakannya untuk menghentikan waktu ternyata telah rusak.
__ADS_1
“Sial! Apakah Jam Arloji ini rusak disebabkan pukulan dari Bodyguard itu?” gumam Dimas dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menggenggam Jam Arloji itu dengan sangat erat lalu menggigit bibir bawanya karena menahan amarah.
Heru yang bingung dengan tindakan Dimas yang menurutnya sangat aneh pun mengkerutkan alisnya dengan pandangan mata yang merendahkan.
“Apakah otaknya sudah bergeser? Kenapa dia memikirkan Jam Kuno itu di saat genting seperti ini?” gumam Heru dengan suara yang rendah.
Pak Bambang yang sebenarnya tidak menganggap Arabella sebagai orang yang penting pun memutuskan untuk melepaskannya sementara waktu.
Pak Bambang yang sangat membenci Dimas dan melihat Dimas sebagai duri yang mennghalangi jalannya untuk menguasai seluruh Kekayaan dan Aset Keluarga Arthama Jaya pun memutuskan untuk mengubah arah Pistolnya dan dengan cepat menekan peletuk pistol tersebut ke arah Dimas.
Tepat setelah pelatuk dilepaskan suara yang sangat nyaring pun keluar dari arah Pistol dan menyebabkan peluru yang ada di dalamnya keluar lalu melesat dengan sangat cepat.
“Dooorrrr!” suara pistol berbunyi.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Dimas berhasil selamat dari tembakan itu ataukah tidak? Silahkan tebak di kolom Komentar ya...