
Dokter dan Perawat yang telah melakukan semua hal yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan Bu Selena tapi Bu Selena tetap tidak tertolong.
Bu Selena pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah cairan infus yang telah bercampur dengan obat yang diberikan Dimas padanya tercampur dan bereaksi.
Dokter yang keluar dari ruangan dengan ekpsresi wajah yang sedih dan bersalah pun berjalan ke arah Heru dan Pak Bambang yang sedang menunggu informasi.
“Maafkan saya, Pak Bambang. Saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan tapi Tuhan berkehendak lain dan Bu Selena sudah tidak bisa diselamatkan lagi!” ucap Dokter tersebut dengan ekspresi wajah yang sedih dengan kepala tertunduk ke bawah.
Pak Bambang yang mendengar informasi itu pun kehilangan keseimbangannya dan terduduk di lantai rumah sakit sambil bersandar di dinding dengan wajah yang termenung tidak percaya.
“Selena!” panggil Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tidak percaya di saat bersamaan dengan wajah yang berubah menjadi biru.
__ADS_1
Heru yang juga ada di tempat itu pun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan dan berlari menuju tempat Bu Selena yang sudah terbaring dengan selimut yang telah menutupi tubuh dan kepalanya.
“Ibu!” teriak Heru dengan sangat keras dengan nada suara yang terdengar sangat pilu dengan air mata yang tidak bisa dibendung dan terus menetes seiring dengan ekspresi wajah yang sedih dan bersalah yang terus membayangi dirinya.
Heru yang kehilangan sosok wanita yang selalu menyayanginya, menjaganya dan melindunginya di saat apapun pun merasa sebagian dari dirinya telah hilang.
Heru yang telah kehilangan tenaga pun terjatuh dari atas kursinya dan duduk di lantai dengan tangan yang tak pernah mau melepaskan tangan Bu Selena yang perlahan berubah dingin.
“Huuhhhh! Ibu! Ibu! Bangun Ibu! Jangan tinggalkan Heru!” ucap Heru dengan nada suara yang pilu dan menyedihkan.
“I kow that you’re sad but you must be strong. You can’t be weak. You must be The Leader of Arthama Jaya Group Company as your mother’s dream! (Aku tau bahwa kau sedih tapi kau harus kuat. Kau tidak boleh lemah. Kau harus menjadi Pemimpin Perusahaan Arthama Jaya Group seperti mimpi Ibumu!” ucap Alex dengan nada suara yang tegas dan penuh percaya diri.
__ADS_1
Heru yang mendengar perkataan sahabat baiknya itu pun mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menghampus air matanya lalu berdiri dengan tegap di samping mayat Bu Selena.
“Ibu! Istirahatlah yang tenang. Heru berjanji Heru akan merebut Perusahaan Arthama Jaya Group dari tangan Dimas dan membuat Ibu bangga di Surga!” ucap Heru dengan penuh keyakinan dan tatapan mata yang tajam sambil memegang tangan Bu Selena lalu menciumnya dengan sangat lembut.
Heru yang menatap Alex yang berdiri di sampingnya sambil menepuk pundaknya seperti memberikan semangat untuk bangkit kembali dari keterpurukan pun menjadi merasakan kehangatan di hatinya yang awalnya kosong.
“Thank you!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang tulus dan senyum yang lembut dan wajah yang bersahabat.
“You’re welcome! Don’t forget! If you’re not alone! (Sama-sama! Jangan lupa! Jika kau tidak sendiri)!” ucap Alex dengann senyum yang ceria menatap Heru dengan wajah yang senang.
Heru yang merasa sangat senang pun memeluk Alex dengan Pelukan Persahabatan yang dibalas dengan tepukan pelan di punggung Heru.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa rencana Heru selanjutnya ya? Baca di BAB selanjutnya ya...