CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 201. Rencana Penculikan Lainnya


__ADS_3

Heru yang datang menemui Pak Bambang yang sedang marah di Ruang Kerjanya pun akhirnya mengetahui sebuah rahasia besar.


“Ada apa Ayah? Kenapa kau menghancurkan semua barang yang ada?”tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.


“Aku tidak perlu menjelaskannya. Bukankah kau sudah mengetahuinya dari Mike?” tanya Pak Bambang dengan nada suara yang sinis sambil berdiri dengan tangan terlipat di dada dengan pandangan yang tajam ke depan.


“Benar! Aku memang sudah mengetahui semuanya tapi bukankah kita masih memiliki Saham di Perusahaan Arthama Jaya jadi kita masih bisa merebut yang seharusnya menjadi milik kita Ayah!” ucap Heru dengan percaya diri dengan ekspresi wajah yang polos.


“Tidak! Hal itu tidak akan mungkin terjadi karena Dimas telah keluar dari dalam Penjara dan dia memiliki bukti bahwa kita yang telah menjebaknya. Tidak hanya itu, Dimas juga berencana ingin menggunakan itu untuk menyerang balik kita!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang serius.


“Bukti? Bukti apa? Bukankah kita sudah menghilangkan semua buktinya?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.

__ADS_1


“Tidak! Supir Dimas yang kita buat mengalami kecelakaan saat itu ternyata selamat dan sedang dilindungi oleh Dimas!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang dingin sambil berbalik menatap Heru.


“Tidak hanya itu, CCTV yang telah kita rusak pada saat itu ternyata telah berhasil dipulihkan oleh orang-orang Dimas dan saat ini situasi kita sedang dalam keadaan yang terdesak!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah tiba-tiba berubah lebih tua sepuluh tahun yang lalu membanting tubuhnya ke sofa.


Heru yang mendengar penjelesan Pak Bambang pun menjadi linglung dan kehilangan kekuatan kakinya hingga harus bersandar di meja kerja Pak Bambang.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan Ayah? Aku tidak mau hancur!” ucap Heru dengan ekpsresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang khawatir dan cemas di saat bersamaan.


“Kita tidak punya pilihan lain selain menghilangkan Dimas dari muka bumi ini! Kita tidak bisa membiarkan duri di dalam kehidupan kita tetap terus ada!” ucap Pak Bambang yang kembali berdiri dengan ekspresi wajah seperti orang yang telah membuat keputusan.


“Kalau begitu, kita harus membuat rencana yang bagus untuk memancing Dimas untuk pergi menemui kita dengan sendirinya!” gumam Heru dengan ekspresi wajah yang bingung.

__ADS_1


“Kita akan menggunakan Kekasih Dimas untuk membuatnya menurut dengan perkataan kita. Bukankah sekarang kau sedang menyekap Gadis itu? Siapa namanya? Hmmm, aku lupa!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang berubah cerah kembali tiba-tiba.


“Arabella! Namanya Arabella, Ayah!” ucap Heru dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah bingung.


“Tapi kita bisa menggunakannya sekarang karena dia telah kabur disebabkan oleh Orang-orang bodoh itu bahkan menyebabkannya kecelakaan dan ditabrak mobil!” ucap Heru dengan ekpsresi wajah yang marah dengan nada suara yang terdengar sangat kesal.


“Hah! Dasar orang-orang tidak berguna itu! Aku akan memberikan mereka pelajaran tapi saat ini kita harus bisa mendapatkan Arabella kembali!” ucap Pak Bambang dengan nada suara dan ekspresi wajah yang jelas dan tegas.


“Aku mengerti, Ayah! Aku akan menyuruh orang untuk menculik Arabella dari Rumah Sakit!” ucap Heru yang telah melepaskan keinginannya kembali pada Arabella dengan nada suara yang terdengar serius.


“Tidak! Kau lakukan itu sendiri!” ucap Pak Bambang dengan senyum jahat yang sangat lebar terhias di bibir Pak Bambang dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


“Apa? Bagaimana caranya?” tanya Heru dengan alis yang mengkerut karena merasa aneh dengan ekspresi wajah yang bingung.


#Bersambung#


__ADS_2