
Heru yang tidak ingin melihat kematian Ibunya sia-sia pun pergi menemui Pak Bambang yang sedang mengurung dirinya di dalam Ruang Kerjanya.
“Tok! Tok! Tok! Ayah! Apakah aku boleh masuk?” tanya Heru dengan ekpsresi wajah yang serius dengan masih memakai pakaian berkabung.
“Masuklah!” ucap Pak Bambang yang sedikit melunak dengan tatapan mata yang sangat terlihat sedih dan merasa kehilangan.
Heru yang melihat Ayah yang sangat cuek da juga dingin dapat menunjukkan kelemahannya saat kehilangan Ibunya pun merasakan sedikit rasa bahagia dibalik kesedihan yang menyelimuti hatinya.
“Ayah! Ternyata kau sangat menyayangi dan mencintai Ibu!” ucap Heru dalam hati dengan ekpsresi wajah yang sedih dengan sedikit senyuman di sudut bibirnya.
Pak Bambang yang bingung dengan tujuan kedatangan Heru pun bertanya secara langsung yang dijawab Heru dengan jawaban yang tak terduka.
“Aku ingin kematian Dimas! Aku ingin dia menderita! Sangat menderita!” ucap Heru dengan wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
“Ayah! Aku ingin menghancurkan reputasi Dimas dan juga menghancurkannya hingga berkeping-keping!” ucap Heru dengan tekad yang sangat kuat dengan ekspresi wajah yang menahan amarah.
Alex yang melihat Heru masuk ke dalam sebuah ruangan dan mendengar perkataan Heru pun tidak bisa menahan diri untuk membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam dengan wajah yang tidak peduli.
__ADS_1
“Maafkan aku yang mengganggu pembicaraan indah kalian tapi jika kau ingin membalas dendam maka jangan lupakan aku. Bukankah alasanku kemari untuk menolongmu mendapatkan hakmu?” tanya Alex dengan percaya diri sambil berjalan mendekat ke arah Heru dan Pak Bambang.
“Jika kau ingin menghancurkannya secara berkeping-keping maka mulailah dengan menyerang orang-orang terdekatnya!” ucap Alex yang mencoba memberikan saran kepada Heru yang terlihat terkejut dengan kedatangan Alex yang mendadak.
“Hmmm, bagaimana dengan ...” ucap Alex dengan suara yang redah sambil menjelaskan rencananya kepada Heru dan Pak Bambang.
Sementara itu, Dimas yang telah kembali dari Pemakaman Bu Selena dan mengantar Arabella pun mengganti pakaiannya lalu kembali ke kantornya.
Dimas yann telah dengan sengaja memukul genderang perang kepada Heru dan Ayahnya pun mencoba mengatur semuanya agar kejadian buruk yang dialaminya di masa lalu tidak terjadi lagi.
Dimas yang kembali mengunjungi Markas Badan Inteligent Khusus pun mengumpulkan semua Anggota yang ada disana.
“Aku ingin setengah dari kalian bersembunyi dan menyamar di sekitar Tunanganku, Arabella, lalu melindunginya dari serangan ataupun tindakan jahat orang-orang!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas dan juga tinggi.
“Lalu setengahnya lagi bergerak menjaga Kediamanku dan juga Perusahaanku!” ucap Dimas lagi yang melanjutkan perkataannya dengan mata yang tajam dan fokus.
Wakil Ketua Joshua yang menggantikan Ketua Ma untuk memberikan komando pada Badan Inteligent Khusus merasa jika perkataan Dimas tidak masuk akal pun melakukan protes di hadapan semua orang.
__ADS_1
“Maafkan kelancanganku, Tuan Muda! Tapi jika anda menempatkan kami di posisi seperti itu lalu bagaimana kami bisa melindungi anda!” ucap Wakil Ketua Joshua dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.
“Aku tidak bisa membiarkan Tuan Muda meninggal begitu saja karena mengabaikan nyawanya pun harus melakukan sesuatu!” ucap Joshua dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dan cemas.
Dimas yang mendengar perkataan Wakil Ketua Joshua pun tersenyum sedikit dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Jika itu yang kau khawatirkan maka kau tidak perlu cemas karena aku sudah mempersiapkan semuanya!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.
Sementara itu, di saat Dimas sedang memberikan perintah perlindungan tiba-tiba ada sekelompok orang yang masuk ke dalam rumah Arabella.
Arabella yang sangat cemas dan ketakutan pun terdiam di sudut tempat tidurnya dengan tubuh yang bergetar keras
Ria yang melihatnya pun mencoba menyadarkan Arabella tapi Arabella yang tidak bereaksi sama sekali pun menampar pipi Arabella dengan sangat keras.
“Nona! Nona! Nona! Tenanglah! Tidak akan ada buruk yang akan terjadi. Semua Bodyguard yang berjaga pasti berhasil menghajar dan menghabisi mereka semua!” ucap Ria yang mencoba membuat semuanya bahagaia sesaat.
Bersambung
__ADS_1
Apakah Arabella berhasil selamat dari serangan mendadak itu? Tebak di kolom komentar ya...