
Dimas yang harus melayani semua Tamu yang datang yang mengajaknya berbicara merasa sangat lelah dan memilih untuk duduk di tempat yang telah disediakan untuknya sambil mengambil segelas minuman ringan.
Namun saat Dimas sudah merasa santai, Edo yang telah
menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya menjadi sangat bangga. Edo pun berjalan ke arah Dimas dengan langkah kaki dan penuh percaya diri.
“Tuan Muda!” panggil Edo dengan sopan sambil membungkukkan sedikit kepalanya dengan ekspresi wajah yang senang.
Dimas yang melihat Edo di depannya hanya diam melihat dan menunggu Edo untuk mengatakan laporannya.
"Saya sudah melakukan semuanya sesuai dengan yang Tuan Muda katakan, saat ini Walikota serta Putrinya, Liliana telah berada di dalam penjara dan saya dapat pastikan jika Keluarga Walikota akan hancur sepenuhnya dan tidak akan bisa pulih lagi." ucap Edo dengan suara rendah agar suaranya tidak terdengar oleh orang lain dengan sedikit berbisikke arah telinga Dimas.
"Bagus! Bagaimana dengan Arabella? Apakah dia sudah sampai?" tanya Dimas yang sangat cemas dan khawatir dengan keselamatan Arabella karena Dimas sudah trauma saat Arabella di culik.
"Nona Arabella sudah datang 15 menit yang lalu dan saat ini Nona Arabella sedang menunggu dirinya dipanggil dari Ruang Tunggu yang ada di sebelah." Edo dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam sambil menunjuk ke sebuh ruangan.
"Baiklah. Kirim beberapa orang yang jago berkelahi dan dapat dipercaya untuk menjaga Arabella. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya padahal dia ada di dalam perlindunganku!" perintah Dimas dengan ekspresi wajah yang seriua sambil masih mengingat sekilas kejadian Penculikan Arabella yang lalu.
"Saya mengerti, Tuan Muda." ucap Edo yang langsung bergegas pergi meninggalkan Dimas dan langsung pergi mencari orang yang tepat untuk menjaga Arabella.
Setelah kepergian Edo, Pembawa Acara pun menaiki panggung dan memulai Acara Peresmian Nama Perusahaan Cabang dari Perusahaan Arthama Jaya.
"Selamat malam kepada seluruh hadirin yang datang..." ucap dua orang Pembawa Acara secara bersamaan dengan penuh energik dan senyum lebar yang terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
Saya Alex Suseno..." ucap salah seorang Pembawa Acara Pria dengan pakaian dengan stelan jas berwarna abu-abu dengan kombinasi hitam dengan tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan.
"Saya Keynan Diandora..." ucap Pembawa Acara lainnya yang memakai Gaun panjang berwarna hijau tua dengan bagian atas yang terbuka sambil memakai kalung indah berwarna emas dengan rambut panjang yang ujungnya di keriting sedikit terlihat sangat cantik dan anggun.
"Kami berdua berdiri disini sebagai MC (Pembawa Acara) dalam Acara Peresmian Perusahaan Cabang dari Perusahaan Arthama Jaya Group!" ucap Alex dan Keynan secara bersamaan sambil mengangkat tangan mereka dengan penuh semangat.
Setelah kedua Pembawa Acara itu pun memulai Acara maka rangkaian Acara pun dilaksanakan secara berurutan hingga tibalah di Acara inti dimana Dimas sebagai Penerus Tunggal dari Perusahaan Arthama Jaya Group untuk maju ke depan panggung untuk memberikan pidatonya.
"Ehem! Saya sebenarnya tidak suka jika harus berdiri di sini untuk memberikan kata-kata jadi marilah kita persingkat saja." ucap Dimas dengan satu tangan berada di dalam saku celananya dan tangan lainnya memegang mic dengan ekspresi wajah yang datar.
"Saya ucapakan terima kasih kepada semua tamu undangan yang telah datang. Saya disini ingin memberikan dua buah pengumuman penting, yang pertama adalah tentang Pengumuman Perubahan Nama Perusahaan A menjadi Perusahaan Arthama Jaya Solution dan akan menjadi Cabang dari Arthama Jaya Group." teriak Dimas di akhir kalimat dengan ekspresi wajah yang senang dengan sorot mata yang tajam.
Setelah Dimas mengatakan perubahan nama, datanglah dua orang yang sedang memegang pita berwarna merah dan berdiri di kiri dan kanan Dimas lalu Edo yang berdiri dibelakang Dimas segera maju dan menyerahkan sebuah gunting yang telah diberi pita.
Tanpa menunda waktu Dimas dengan cepat memotong pita tersebut menjadi dua bagian yang membuat semua tamu yang datang segera bertepuk tangan dengan sangat keras.
Setelah Dimas memotong pita, Edo pun langsung memberikan kode agar semuanya disimpan kembali. Edo pun langsung bergerak mundur dan membiarkan Dimas melanjutkan Pengumumannya.
"Lalu untuk Pengumuman kedua, aku membutuhkan seseorang yang sangat berharga untukku untuk berdiri disini, disampingku! Kemarilah..." ucap Dimas dengan lembut dan senyum hangat yang terlihat sangat tampan dimata semua wanita yang datang dengan satu tangan memegang mic dan tangan lainnya di letakkan di depan seolah sedang mengulurkan tangan menyambut seseorang datang.
Saat mendengar apa yang dikatakan Dimas, Clara yang sedang duduk langsung yakin jika undangan itu untuknya karena Clara tidak melihat keberadaan Arabella dan hanya ada dirinya disana.
"Dimas pasti masih mencintaiku. Tidak mungkin, Dimas bisa melupakanku begitu saja dan berpaling dengan gadis kampung itu! Gadis kampung itu juga sudah tidak ada disini, itu berarti mereka pasti telah putus!" ucap Clara dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
__ADS_1
Clara pun langsung berdiri dari tempat duduknya sehingga membuat semua orang yang datang langsung melihat ke arahnya namun tidak disangka tiba-tiba lampu mati satu per satu hingga hanya menyisakan lampu yang ada di atas panggung dan di depan pintu masuk.
Clara yang masih berdiri hanya bisa diam membeku melihat semua yang terjadi dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.
"A-apa yang terjadi?" tanya Clara yang bingung dalam hati dengan ekspresi yang sangat terkejut hingga membuat matanya tidak berkedip sama sekali.
Alea yang melihat semua yang terjadi segera menarik tangan Clara dengan paksa hingga Clara terduduk kembali di kursinya dengan ekspresi wajah yang marah.
"Apa yang kau lakukan? Cepat duduk! Jangan permalukan dirimu lagi!" ucap Alea dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu dan marah dengan urat-urat nadi yang terlihat dengan jelas di dahinya.
Clara yang diperlakukan dengan kasar oleh Alea tidak bisa melawan dan hanya menerimanya dengan terpaksa.
"Agh! sakit!" teriak Clara yang kesakitan karena tangannya di tarik dengan paksa.
"Apa kau tidak bisa melakukannya dengan lebih lembut?" protes Clara sambil memegang lengannya yang sakit dengan ekspresi wajah yang meringis.
"Lembut! Apa kau sudau tidak punya malu? Kau bukanlah orang yang dimaksud Tuan Muda Dimas. Ingatlah jika hubunganmu dan Tuan Muda Dimas sudah berakhir dan itu semua karena kesalahanmu sendiri!" ucap Alea yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi setelah mengetahui tentang skandal yang baru saja dilakukan Clara.
Clara yang tidak bisa menjawab kata-kata Alea hanya bisa diam dengan wajah yang sangat kesal sambil mengutuk Alea dalam hati.
"Sial! Lea sudah sangat berani memarahi dan menceramaiku! Lihat saja nanti, aku pasti akan membalasmu saat kita sudah sampai di rumah! Dasar anak yatim! Anak pungut yang tidak tau diuntung!" ucap Clara dalam hati yang marah dengan dua tangan diletakkan di dadanya dengan wajah menghadap.ke araj sebaliknya.
Wanita-wanita muda dan juga para tamu yang hadir diam-diam menertawakan rasa percaya diri Clara yang terlalu berlebihan sehingga membuat Clara ingin segera pergi dari sana tapi tidak bisa karena rasa penasaran yang tinggi.
__ADS_1
Setelah lampu dimatikan dan hanya menyisahkan dua lampu yang masih menyala tiba-tiba dua orang Bodyguard yang memakai setelan jas berwarna hitam dengan kacamata serta walkie talkie di telinganya membuka pintu dengan sangat lebar dan ternyata telah ada seorang wanita cantik yang telah berdiri disana dengan sorot mata yang jernih dan memancarkan aura yang sangat spesial
#Bersambung#