CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 36. Rayuan Dimas


__ADS_3

Setelah Pak Antoni dan Edo keluar dari ruangan itu, Arabella segera berdiri dari pangkuan Dimas lalu berbalik menghadap Dimas. Arabella kemudian mengerutkan dahinya dan meninggikan suaranya sebagai tanda jika saat itu dirinya sedang marah kepada Dimas karena mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Apakah kau tidak bisa bersikap biasa saja? Apa harus melakukan hal itu?" tanya Arabella yang sedang kesal.


"Hal itu? Apa?" tanya Dimas mengulangi perkataan Arabella dan bersikap seolah tidak tau apapun.


"Ya itu!" jawab Arabella yang sudah mulai kesal dengan sikap Dimas dan tampangnya yang tidak tau malu.


"Apa?" tanya Dimas pura-pura yang kemudian tiba-tiba berkata "Ah, yang itu. Jika kau mau aku juga bisa melakukan lebih seperti memegang tanganmu, memelukmu, menci..." ucap Dimas terputus.


"Tidak! Jangan lakukan hal lebih. Jangan lakukan itu. Apa kau lupa dengan isi perjanjian kita?" ucap Arabella mengingatkan Dimas kembali.


"Oh, perjanjian itu! Jangan khawatir. Aku masih ingat dengan sangat baik isinya tapi jangan lupa isi perjanjian itu hanya berlaku jika kita berdua saja." jawan Dimas dengan senyuman licik di wajahnya.


Arabella yang sudah mulai geram dengan sikap dan cara bicara Dimas pun memilih untuk pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Dimas sendiri.


'Aku harus segera keluar dari ruangan ini jika aku masih ingin menjaga kewarasanku.' ucap Arabella dalam hati.


Dimas yang melihat Arabella keluar dengan wajah cemberut pun tersenyum senang sangat cepat melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dimas layaknya profesional yang sudah seringkali melakukan hal ini.


Pak Antoni segera mencari Wedding Organizer dan juga mencari tempat yang pas untuk menyelenggarakan Acara itu dengan dibantu Edo yang menyusun daftar tamu yang akan diundang nantinya.


Pak Antoni yang tidak mengetahui bagaimana selera Arabella pun mengetuk pintu kamarnya dan berharap Calon Nyonya Mudanya dapat bekerjasama dengan baik.


Tokk...Tokkk..Tokk


(Suara ketukan pintu)


Salah satu Pelayan yang diperintahkan Dimas melayani Arabella mendengar ada suara ketukan dan bergegas membukakan pintu.


Pak Antoni yang telah mendapatkan izin untuk masuk meminta izin lagi untuk berbicara. Arabella yang mengerti jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Pak Antoni akhirnya memerintahkan kedua pelayannya untuk meninggalkannya sediri.

__ADS_1


Pak Antoni yang mendapatkan privasi segera mengatakan keperluannya. Sementara itu, Arabella yang tidak terlalu memikirkan pertunangannya daripada balas dendam menjadi bingung harus menjawab apa.


"Sejujurnya aku tidak terlalu mengerti dengan yang Pak Antoni katakan tapi jika ditanya apa yang aku suka maka aku akan menjawab putih. Aku suka warna putih mungkin ditambah warna emas. Aku juga suka mawar terutama mawar putih." jawab Arabella sambil menyunggingkan senyumnya.


Pak Antoni yang mendengar jawaban Arabella menjadi lega karena sepertinya untuk selera Calon Nyonya Mudanya tidak banyak permintaan dan bukanlah wanita yang ribet.


Setelah mendapatkan yang diperlukannya, Pak Antoni meminta izin untuk kembali dan melanjutkan tugasnya. Sedangkan Arabella berbaring di ranjangnya dan sambil memejamkan matanya dan berharap dapat bertemu kedua orangtuanya meski hanya di dalam mimpi.


Sementara, Edo yang mendapatkan bagian mengurus undangan dan tamu ternyata telah berada di Kantor Pusat Arthama Jaya Group. Edo menyusun daftar relasi kerja, investor dan beberapa orang penting yang harus diundang lalu bergegas mengirimkan semua undangan itu karena waktu yang diberikan oleh Dimas sangatlah sebentar.


Beberapa jam kemudian, Arabella yang tertidur pun terbangun dan mencari ponselnya untuk melihat waktu. Arabella yang berfikir jika diriny hanya tidur satu jam tidak menyangka jika telah menghabiskan waktu beberapa jam dan waktu telah mendekati jam makan malam.


Arabella pun berteriak dan memanggil kedua pelayannya yang ternyata telah bersiaga di depan pintu kamarny. Kedua pelayan itu pun masuk dan bergegas melaksanakan tugasnya untuk membantu Arabella bersiap.


Setelah beberapa menit akhirnya Arabella telah kembali segar dan bergegas menuju ruang makan karena Arabella yakin jika saat Dimas pasti telah menunggunya untuk makan malam bersama.


Selama makan tak ada obrolan ataupun kata yang mereka keluarkan tapi setelah hidangan penutup telah habis Dimas pun membuka mulutnya dan menanyakan sesuatu kepada Arabella.


"Ah, ya. Pak Antoni bertanya tentang apa yang aku mau untuk dekorasi dan semacamnya yang berhubungan dengan Acara Pertunangan nanti." jawab Arabella sambil melirik ke arah Dimas untuk melihat bagaimana tanggapannya tapi tetap saja tidak ada perubahan ekspresi yang berarti.


'Kenapa wajahnya seperti ini lagi? Seperti diselimuti Es, sangat dingin dan tidak tersentuh. Sangat berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan dihadapanku. Apa jangan-jangan dia hanya menunjukkan ekspresinya padaku saja?' fikir Arabella yang seketika termenung.


Dimas yang melihat Arabella tidak bergerak dan tatapan matanya menjadi kosong pun mencoba memanggilnya beberapa kali tapi tak ada jawaban. Namun saat Dimas menjentikkan jarinya sebanyak tiga kali akhirnya Arabella pun tersadar dan menjawab pertanyaannya sesuai dengan yang diharapkannya.


"Baiklah. Jika ada hal lain yang ingin kau inginkan atau tidak sukai untuk Acara Pertunangan nanti a0katakan saja pada Pak Antoni dan Edo. Mereka pasti akan membantumu." ucap Dimas lembut dan bersiap untuk berdiri dan meninggalkan ruang makan.


...Arabella yang memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan tidak bisa membiarkan Dimas pergi begitu saja sehingga Arabella pun meminta Dimas untuk tetap tinggal untuk sebentar....


"Bisakah kau tinggal sebentar saja? Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." ucap Arabella sambil melihat ke arah Dimas dengan tatapan memelas.


"Baiklah. Jadi katakanlah apa yang ingin kau tanyakan. Hmmm, tunggu sebentar." ucap Dimas yang kemudian melihat ke sekeliling yang ternyata dipenuhi pelayan yang menunggu. "Kalian semua bisa tinggalkan kami berdua sekarang." ucap Dimas tidak lama kemudian.

__ADS_1


Setelah suara Dimas jatuh, semua pelayan bergegas keluar dari ruang makan dan menyisakan Dimas dan Arabella berdua saja.


"Terima kasih." balas Arabella sambil melihat ke arah Dimas.


"Tidak masalah. Jadi katakanlah." ucap Dimas yang kemudian balas menatap Arabella.


"Hmmm, aku hanya ingin tau kenapa kau tidak ingin memberi tau seseorang terlebih dahulu tentang rencana Pertunangan kita?" tanya Arabella.


"Aku hanya tidak ingin ada yang menggagalkannya karena aku yakin akan ada beberapa orang yang akan merencanakan pembatalan Pertunangan kita. Sebenarnya aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi tapi jika hal itu bisa dihindarkan kenapa tidak." ucap Dimas.


Arabella yang sudah menduga akan jawabannya tapi masih tetap sedikit terkejut setelah mendengarnya langsung.


"Jangan terlalu terkejut. Kau harus selalu waspada dan jangan terlalu percaya pada orang nantinya karena semua orang yang datang nantinya adalah musuh dan tidak ada kawan. Mereka selalu mengincar kejatuhanku dan hartaku dan tentunya kau bisa percaya padaku serta kedua bawahanku yang sangat setia Pak Antoni dan Edo." jelas Dimas sambil tersenyum setelah melihat raut wajah terkejut Arabella.


"Kenapa mereka berdua?" tanya Arabella terlihat kebingungan.


'Karena mereka telah rela mempertaruhkan nyawa mereka sendiri demi keselamatanku di masa lalu.' ucap Dimas dalam hati.


"Tentu saja karena mereka adalah orang yang telah bersamaku sejak masih kecil dan mereka dapat kau percayai." ucap Dimas dengan penuh percaya diri.


"Baiklah." jawab Arabella pada akhirnya dan suasana menjadi canggung kembali setelah tidak ada obrolan apapun namun Dimas yang tidak suka kecanggungan itu pun membuka mulutnya.


"Setelah ini bersiaplah. Aku akan mengajakmu pergi keluar." ucap Dimas sambil tersenyum yang kemudian memanggil kedua pelayan yang ditugaskan melayani Arabellan lalu berdiri dan pergi.


#**Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..


Terima kasih..


🥰😍😘😚**

__ADS_1


__ADS_2