
Perusahaan A yang telah diakuisisi oleh Dimas tiba-tiba mengalami musibah saat mengangkut barang menuju ke Sumatera yang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.
“Apa yang telah terjadi?” tanya Dimas kepada Edo yang sedang berdiri di depannya dengan nada suara yang datar dan tenang.
“Tuan Muda telah terjadi masalah pada Kapal kita yang mengangkut barang-barang pokok menuju ke Pulau Sumatera.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang bingung dan panik di saat bersamaan.
“Apakah telah terjadi badai di lautan?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Benar Tuan Muda. Dari informasi yang saya terima, telah terjadi badai di Lautan yang menyebabkan air gelombang di Selat Sunda tempat Kapal kita berlayar menjadi tinggi sehingga membuat kapal kehilangan keseimbangannya dan terbalik.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius sambil membaca data yang ada di layar pintar miliknya.
Dimas yang memiliki kemampuan mengendalikan waktu membuat dirinya dapat mengendalikan emosi dan sikapnya sehingga tidak lepas kendali di hadapan Edo.
“Apakah ada korban jiwa? Apakah tidak ada barang-barang itu yang selamat?” tanya Dimas dengan tatapan mata yang tajam.
“Maafkan saya Tuan Muda. Semua orang yang ada di dalam Kapal meninggal dunia dan tidak ada satu pun barang yang bisa selamat.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggelengkan kepalanya yang membuat Dimas sangat terkejut.
“A-apa? Lalu kapan kejadian ini berlangsung?” tanya Dimas yang langsung berdiri di tempatnya dengan nada suara yang terburu-buru serta dengan ekspresi wajah yang panik sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk ke bawah.
__ADS_1
“Kejadian ini telah terjadi dua hari yang lalu.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil menurunkan tabletnya dengan kepala tertunduk ke bawah.
Namun di saat hal tak terduga terjadi, Dimas yang telah terbiasa dengan sesuatu yang ada di dalam jangkuannya tiba-tiba menjadi sangat terkejut dan untuk pertama kalinya kehilangan konsentrasinya.
“Tuan Muda! Tuan Muda! Tuan Muda!” panggil Edo berulang kali dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Dimas dengan seksama.
“Agh! Kenapa baru memberikan laporan itu sekarang?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang terlihat terguncang dengan kepala yang berpangku di satu tangannya.
“Tidak ada jawaban untuk hal itu. Saat dikonfirmasi semuanya menutup mulut dan menundukkan kepala.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang kesal sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
“Prak!” suara tangan yang memukul meja dengan sangat kuat dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam.
Dimas yang sangat marah tidak ingin membiarkan orang-orang yang telah merugikannya hidup dengan tenang dan bebas begitu saja.
“Edo, cari tau situasi sebenarnya yang ada di Perusahaan A? Lalu aku juga ingin kau mencari informasi semua orang yang terlibat dalam penutupan kasus ini kepada Perusahaan Pusat!” ucap Dimas yang memberikan perintah dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam seperti elang.
“Baik, Tuan Muda!” ucap Edo sambil menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang patuh dengan tatapan mata yang membara.
__ADS_1
“Siapkan helikopter! Kita berangkat menuju Perusahaan A besok pagi!” ucap Dimas yang berjalan menuju pintu keluar sambil memakai jasnya dengan sangat sangat rapi.
Dimas yang pergi membawa mobilnya sendirian meninggalkan Edo yang masih berada di kantor menyelesaikan semua tugas yang diberikannya.
Dimas yang pergi menuju ke Maskas Badan Inteligen Khusus yang didirikan olehnya langsung di sebuah Toko Kue.
Dimas yang telah sampai di Toko Kue langsung menuju meja kasir dan menunjukkan handphonenya yang bergambar kue pertunangannya dengan Arabella.
“Aku ingin memesan kue khusus seperti yang ada di foto ini. Apakah aku bisa membuat perencanaannya?” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang datar.
“Tuan saja Tuan. Silahkan ikuti saya.” Ucap Penjaga Kasir dengan sopan sambil mengantarkan Pelanggan tersebut menuju ke Ruang Manager.
Dimas yang bertemu dengan Ketua Ma sebagai Komandan dari Badan Inteligent Khusus yang didirikannya pun mengikutinya masuk ke ruangannya.
Ketua Ma yang mengetahui jika akan ada perintah khusus dari Dimas sebagai Bos tertinggi pun menutup jendela dan mengunci pintu dengan pengunci ganda lalu mengaktifkan mode kamuflase.
“Silahkan ikuti saya, Tuan Muda!” ucap Ketua dengan sangat sopan dengan kepala tertunduk ke bawah sambil menunjukkan jalan kepada Dimas melalui jalan rahasia yang tersimpan di balik tembok.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah yang akan dilakukan Dimas dengan Badan Inteligent Khusus miliknya? Yang bisa tebak jawab di kolom komentar ya..