CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 25. Penculikan II


__ADS_3

Bu Selena yang tau jika Arabella telah dibebaskan oleh seseorang dari dalam Penjara segera mencari tau siapa yang telah membantunya. Bu Selena kemudian memerintahkan Kepala Pelayannya untuk memerintahkan seseorang yang kompeten untuk mencari informasi pria yang telah membantu Arabella.


Setelah beberapa jam menunggu, Bu Selena yang tidak sabar pun segera memanggil Kepala Pelayannya dan mencari tau hasilnya. Kepala Pelayan itu pu menjelaskan jika orang yang telah diperintahkannya telah gagal. Tidak ada informasi apapun yang didapatnya karena Dimas telah mengancam semua Polisi itu untuk menutup mulut dan menghilangkan bukti jika dirinya telah membantu Arabella.


Bu Selena yang tidak mendapatkan informasi apapun menjadi marah dan membanting vas bunga yang ada di depannya. Pak Guntur yang tak jauh dari tempat itu pun pergi mencari asal suara vas yang pecah.


Pak Guntur yang tau tentang masalah yang sedang diurus oleh Bu Selena pun bertanya apa yang terjadi dan mencoba menenangkan Bu Selena kemudian memberinya solusi.


"Ada apa ini?" tanya Pak Guntur.


"Tidak ada satu orangpun yang bisa diandalkan. Mencari informasi tentang satu orang saja tidak bisa." ucap Bu Selena.


"Indentitas siapa yang kau cari?" tanya Pak Guntur.


"Tentu saja orang yang telah membebaskan anak korban tabrak lari Putra kita." ucap Bu Selena.


"Abaikan saja orang itu. Orang itu tidaklah penting karena yang terpenting adalah keberadaan gadis muda itu. Apa kau telah mengetahui dimana gadis itu sekarang?" ucap Pak Guntur.


"Tidak! Wanita itu pergi dan hilang tidak tau kemana. Aku sudah memerintahkan orang untuk mencari keberadaannya tapi belum ada kabar sampai saat ini." ucap Bu Selena semakin kesal.


"Hentikan pencarianmu!" perintah Pak Guntur.


Bu Selena yang bingung pun menatap wajah Pak Guntur seolah meminta penjelasan.


Sementara itu, Kepala Pelayan segera memerintahkan seorang Pelayan yang telah lama bekerja di kediaman itu untuk membersihkan vas bunga yang telah dipecahkan oleh Bu Selena.


Pak Guntur kemudian mengajak Bu Selena untuk pergi ke kamar mereka dan membicarakannya disana karena Pak Guntur merasa tidak aman jika bicara di ruangan itu karena banyak mata dan telinga yang melihat dan mendengar.

__ADS_1


"Kenapa aku harus menghentikan pencarian gadis itu? Bagaiman jika dia melakukan sesuatu?" tanya Bu Selena khawatir.


"Apa yang dapat dilakukan gadis muda yang miskin itu?" tanya Pak Guntur.


Bu Selena pun terdiam sebentar kemudian mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Pak Guntur.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Bu Selena.


"Kirim orang untuk menyelinap ke rumah gadis itu. Lalu, hancurkan isi yang ada di dalam rumahnya. Ambil semua barang berharganya kemudian saat gadis itu kembali culik lalu bunuh dia dan buang jasadnya untuk dijadikan makanan hewan buas. Jangan sisakan bukti apapun. Bakar pakaian dan barang-barang gadis itu!" ucap Pak Guntur.


"Kau benar sekali suamiku. Aku akan lakukan itu sekarang." ucap Bu Selena.


Kemudian Bu Selena pun menghubungi seseorang untuk menghabisi Arabella tapi tiba-tiba Heru datang dan meminta Bu Selena dan Pak Guntur untuk menghentikan rencana itu karena bagaimanapun Heru masih memiliki perasaan dan belas kasih terhadap Arabella tapi Heru juga tidak ingin kejahatannya terbongkar.


Bu Selena yang tidak setuju dengan Heru pun membentak Putra kesayangannya itu. Heru yang tidak menyerah terus memohon kepada Bu Selena. Pak Guntur yang sangat kesal dengan sikap dan tindakan Heru pun menampar pipi Heru dengan keras hingga Heru pun terjatuh ke lantai.


Heru yang tidak ingin pergi pun memberontak dan berteriak. Pak Guntur yang merasa jika telah memiliki anak yang sangat tidak berguna dan hanya bisa membuat masalah saja pun memerintahkan Bodyguard untuk membawa Heru ke kamarnya lalu menguncinya di dalam lalu berjaga di depan pintu kamar dan memberi perintah untuk tidak membiarkan Heru keluar.


Kedua Bodyguard itu pun bergegas melaksanakan tugasnya dan menarik paksa Heru lalu mengurungnya. Heru yang telah terkunci di dalam kamarnya berteriak-teriak meminta dibukakan pintu berkali-kali tapi tidak berhasil hingga akhirnya Kepala Pelayan yang tidak tahan mendengar teriakan Heru pun masuk ke dalam kamar itu lalu melayangkan satu pukulan ke bahu Heru hingga Heru pingsan.


"Letakkan Tuan Muda Heru di atas ranjangnya dengan hati-hati." perintah Kepala Pelayan.


Kepala Pelayan yang tidak ingin mengambil resiko jika Heru akan menyelinap keluar dari jendela kamarnya segera mengambil air minum dan memberika sebuah pil tidur ke dalam minuman itu dan memaksa Heru yang pingsan untuk meminum air itu hingga Heru pun jadi tertidur lama.


Selama Heru tertidur, Kepala Pelayan memerintahkan seseorang untuk mengunci jendela kamar Heru dan memasangkan terali yang sangat kuat hingga Heru tidak bisa keluar dari dalam kamar itu tanpa izin dari Bu Selena dan Pak Guntur.


Lalu, Kepala Pelayan itu pun menutup pintu dan mengunci kamar Heru setelah merasa semuanya aman. Kepala Pelayan itu juga memerintahkan dua orang Bodyguard itu untuk berjaga di depan pintu kamar Heru dan dua orang Bodyguard lagi untuk berjaga di bawah balkon kamar Heru.

__ADS_1


Setelah itu, Kepala Pelayan pun melaporkan hasil kerjanya pada Bu Selena serta Pak Guntur. Keduanya merasa puas dengan hasil kerja Kepala Pelayannya dan memerintahkannya untuk kembali melanjutkan kerjanya.


Pak Guntur pu pergi meninggalkan Kediamannya sementara Bu Selena melakukan tugasnya untuk menghabisi Arabella. Bu Selena yang juga seorang wanita ternyata masih memiliki belas kasih meskipun hanya sedikit. Bu Selena mengajukan syarat untuk tidak menodai Arabella dan hanya membunuh lalu membuang mayatnya hingga tidak meninggalkan bukti apapun.


Keesokan paginya, Heru yang tertidur semalaman karena obat tidur yang diberikan oleh Kepala Pelayan akhirnya terbangun dengan kepala yang sangat sakit. Heru yang bangun pun berteriak memanggil Pelayan, Pelayan pun segera datang dan masuk lalu membantu Heru untuk membersihkan dirinya.


Setelah setengah jam berlalu, akhirnya Heru pun benar-benar sadar dan teringat apa yang terjadi padanya. Heru pun bergegas memakai pakaiannya dan pergi menuju pintu untuk pergi mencari Arabella dan menolongnya tapi tidak disangka pintu kamarnya telah dikunci.


Heru pun berteriak berulang kali tapi tak ada satu pun yang menjawab. Heru kemudian berjalan ke arah jendela dan membuka tirai. Heru sangat terkejut saat tau jika Jendela kamarnya ternyata telah terpasang terali dan bahkan telah dipasangi gembok yang sangat banyak sehingga akan sangat sulit baginya untuk keluar dari kamar itu.


Heru yang sangat marah dan kesal karena tidak bisa keluar dan menyelamatkan Arabella pun mengamuk dan menghancurkan kamarnya dan memecahkan semua benda yang ada di dalam kamar itu.


Pelayan dan Bodyguard yang berjaga di depan pintu hanya bisa diam mematung mendengar suara yang sangat berisik yang berasal dari dalam kamar Heru.


Lalu, seseorang Pelayan datang melapor kepada Bu Selena dan Pak Guntur yang sedang sarapan bersama di ruang makan tentang apa yang dilakukan oleh Heru. Pak Guntur yang tidak perduli hanya diam dan melanjutkan makannya lalu pergi ke kantor dan menyerahkan semua urusan itu pada Bu Selena.


"Kau urus Putra tersayangmu itu! Ajari dia!" perintah Pak Guntur.


"Baiklah sayang." ucap Bu Selena.


'Anak ini! Apa dia tidak bisa berhenti melakukan hal bodoh sekali saja! Merepotkan sekali!' ucap Bu Selena dalam hati.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2