
Dimas yang meninggalkan kamar Arabella setelah yakin jika Arabella telah tertidur dengan sangat pulas dengan Ria berada di sampingnya pun turun ke lantai satu.
“Apakah kalian menemukan sesuatu?” tanya Dimas dengan ekpsresi wajah yang sangat marah dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang dingin kepada Anggota Badan Inteligent Khusus yang datang bersamanya.
“Tidak, Tuan Muda! Kami tidak menemukan petunjuk apapun kecuali Bodyguard yang mengalami patah di beberapa bagian tubuhnya akibat pertarungan melindungi Nona Arabella!” ucap Wakil Ketua Joshua dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil menggelengkan kepalanya.
“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, orang-orang tersebut berjumlah lebih dari lima orang dan mereka semua bergerak dengan sangat cemas dengan tubuh dan kepala memakai pakaian dan topeng berwarna hitam!” ucap Wakil Ketua Joshua lagi sambil menunjukkan keadaan sekitar yang sudah sangat berantakan.
“Aku juga mendapatkan informasi bahwa orang-orang itu sepertinya telah pergi sebelum kita sampai kemari. Mungkin sekitar sepuluh menit sebelum kita sampai!” ucap Wakil Ketua Joshua dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
Dimas yang tidak mendapatkan informasi apapun pun menjadi sangat kesal dan emosi sehingga melayangkan tinjunya ke dinding dengan sangat keras hingga menyebabkan tangannya berdarah.
__ADS_1
Anggota Badan Intelligent Khusus yang melihat semua itu menjadi terkejut dan menatap takut kepada Dimas yang sedang marah
“Bereskan semua kekacauan ini dan lakukan seperti yang aku perintahkan sebelumnya!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang merah karena menahan amarah.
Dimas yang sangat mencemaskan Arabella pun memutuskan untuk tetap tinggal di Rumah Arabella dan meninggalkan semua pekerjaannya kepada Sekretarisnya dan Pak Antoni.
“Tenanglah! Aku akan selalu ada di sini! Jangan takut!” ucap Dimas dengan tatapan mata yang melankolis dengan ekspresi wajah yang sedih dan cemas di saat bersamaan.
“Alex! Thank you! Thank you very much! I don’t how to say this but thank you so much for your support!” ucap Heru dalam bahasa inggis dengan ekspresi wajah yang bahagia dan nada suara yang tulus.
“Never mind! We’re friends. Your problems is my problem.” Ucap Alex yang tidak merasa tinggi hati saat mendengar ucapan terima kasih berulang kali dari Heru..
__ADS_1
“I’m really want to know Dimas’s looks now! I’m really sure. He’s very confused! Hahaha...” ucap Heru dengan suara tawa yang sangat keras dengan tatapan mata yang sinis dan ekspresi wajah yang bahagia.
“Good! Now is your father turn to set this opportunity for us forever!” ucap Alex dengan ekspresi wajah yang sinis dengan senyum yang jahat.
“Of course! Don’t be worry! My father will use this opportunity well!” ucap Heru dengan nada suara dan ekspresi wajah yang percaya diri.
Di sisi lain, Edo yang telah berada di Perusahaan A dalam waktu yang cukup lama pun memutuskan untuk kembali ke tempat Dimas berada setelah melakukan tugasnya dengan sangat baik mengatur Perusahaan A agar terbebas dari penghianat.
“Tuan Muda, tunggu aku kembali! Aku akan membantu menghajar dan mengusir orang-orang itu dari pandanganmu selamanya!” ucap Edo dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang tegas sambil berjalan memasuki Pesawat terbang kembali ke Prusahaan Arthama Jaya Group.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang sedang disiapkan Heru dan Ayahnya sebenarnya? Apa yang direncanakan Alex untuk membantu sahabatnya itu? Jangan lewatkan cerita selanjutnya ya...