CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 122. Informasi Baru


__ADS_3

Shaha yang telah menyiapkan makanan dan minuman untuk Clara pun membawakannya ke kamar Clara dan berencana menunggu Clara menghabiskan makanan dan minuman itu dengan matanya sendiri.


"Aku harus segera membawa ini ke kamar Clara dan membujuknya menghabiskan semuanya agar aku dapat melanjutkab rencanaku." ucap Shaha dengan ekspresi wajah yang gembira sambil bersenandung


Namun Shaha tidak menyangka jika Clara ternyata masih berada di dalam kamar mandi dengan suara air shower yang terdengar sangat jelas.


"Apakah Clara masih mandi? Bukankah sudah satu jam berlalu?" ucap Shaha dengan ekspresi wajah terkejut sambil memperhatikan pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.


Shaha yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk membuat hidup Clara semakin hancur pun memilih melakukan sesuatu yang nekat.


"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus memaksa Clara keluar dari dalam kamar mandi." ucap Shaha dalam hati sambil menggigit bibirnya karena kesal dan cemas.


Shaha pun mengetuk pintu dan memanggil nama Clara berulang kali tapi tetap tidak.ada jawaban.


"Clara! Apa kau masih di dalam? Ayo keluarlah. Kau sudah sangat lama berada di dalam. Jika kau berada di dalam lebih lama lagi maka itu akan mempengaruhi kesehatanmu dan itu tidak baik." ucap Shaha mencoba membujuk Clara dengan kata-kata yang baik dengan nada penuh perhatian.


"Clara! Ayo keluarlah!" ucap Shaha berulang kali sambil memukul-mukul pintu berulang kali tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Apa aku dobrak saja pintu ini? Aku takut jika Clara akan bunuh diri di dalam jika lebih lama lagi." ucap Shaha dalam hati sambil berfikir dengan satu tangan memegang dagu dan tangan lainnya menopang tangan yang satunya.


Shaha yang memutuskan untuk mendobrak pintu pun menoba satu kali dan tidak ada hasilnya bahkan mengakibatkan bahu Shaha menjadi bengkak.


Shaha yang kehabisaran cara membujuk Clara untuk keluar tidak sengaja mendengar suara nada dering handphone milik Clara.


Shaha pun mencari sumber suara dan menemukannya di dalam tas Clara lalu mengintip nama yang menghubungi Clara.


"Ibu!" ucap Shaha dengan nada rendah sambil melihat ke layar handphone dengan ekspresi wajah yang bingung.

__ADS_1


"Kenapa Ibu Clara menelpon? Apakah keluarganya berencana menolong Clara dalam masalah ini? Tidak! Ini tidak boleh terjadi, aku harus menghentikan keluarganya ikut campur dan menghancurkan rencana yang telah disusun dengan rapi!" ucap Shaha dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah sambil memegang erat handphone milik Clara.


"Tapi aku tidak akan tau kebenarannya sebelum mencari tau semuanya. Aku harus tenang dan tidak boleh terbawa suasana!" ucap Clara sambil menarik nafas panjang dan mengubah ekspresi wajah serta nada suaranya menjadi lebih baik.


"Halo, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Shaha dengan nada bicara yang ramah sambil tersenyum lembut.


"Siapa ini? Berikan teleponnya kepada putriku!" ucap Ibu Clara dengan suara tinggi dan ekspresi wajah yang marah dan kesal dibalik telepon.


"Maaf membuat anda tidak nyaman. Nama saya Shaha dan saya adalah Manager baru Nona Clara. Saat ini Nona Clara sedang tertidur setelah meminum obat tidur." ucap Shaha dengan nada pelan sambil berjalan keluar kamar Clara lalu menutup pintu kamarnya dengan hati-hati.


"O-obat tidur! Apakah putriku baik-baik saja? Aku melihat berita dirinya terkena skandal yang sangat besar. Aku sangat mengkhawatirkannya." ucap Ibu Clara dengan nada khawatir dengan ekspresi wajah yang cemas.


"Anda tidak perlu khawatir. Meskipun keadaan saat ini sedikit sulit tapi pihak agensi akan melakukan sesuatu untuk nenangani masalah ini." ucap Shaha dengan nada meyakinkan.


"Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Saat ini di rumah sedang dalam keadaan serius dan tidak bisa membantu Clara menghadapi masalah ini tapi jika pihak agensi bersedia menolong maka aku sebagai seorang ibu akan menjadi tenang. Terima kasih." ucap Ibu Clara dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil memegang dadanya yang terasa sangat lega.


"Sama-sama Nyonya. Maaf jika saya sedikit lancang, apakah anda berkenan untuk memberi tau saya ada masalah apa yang membuat Nyonya tidak bisa membantu Nona Clara?" tanya Shaha dengan ekspresu wajah yang penasaran dan rasa ingin tau yang tinggi.


"A-anda jangan salah paham dulu, saya tidak bermaksud ikut campur, sa-saya hanya ingin membantu Clara. Saya tidak ingin membuat Clara nenjadi depresi dengan semua masalah yang dihadapinya baik masalah karir dan juga keluarganya." ucap Shaha dengan nada bicara yang gagap sambil tersenyum sinis.


"Ternyata aku juga sangat jago dalam berakting. Apa aku berhenti saja sebagai Manager Artis dan berubah profesi menjadi seorang Artis. Hahaha" ucap Shaha dalam hati sambil tertawa pelan tanpa suara.


"Anda benar sekali. Tolong jangan beri tau Clara jika saat ini ayahnya sedang dirawat di Rumah Sakit karena terkena serangan jantung. Aku mohon jangab biarkan Clara melihat berita di Televisi, internet atau berita apapun apalagi saat ini Perusahaan Keluarganya sedang dalam masa kritis. Aku tidak ingin Clara menjadi stres dan depresi." ucap Ibu Clara dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada bicara yang terlihat sangat menyedihkan.


Shaha yang mendengar perkataan Ibu Clara pun merasa sedikit perasaan empati namun perasaan itu langsung ditepis Shaha saat itu juga.


"Semua ibu pasti tidak ingin anaknya menderita dan akan melakukan apapun untuk anaknya bahagia tapi ini adalah karma yang dimiliki Clara yang telah melakukan banyak penindasan dan kejahatan." ucap Shaha dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Anda tidak perlu khawatir. Saya akan melakukan yang terbaik." ucap Shaha dengan nada bicara yang meyakinkan.


"Terima kasih." ucap Ibu Clara dengan nada bicara yang ceria dan ekspresi wajah yang bahagia.


"Melakukan yang terbaik untuk membuat Clara semakin hancur." ucap Shaha dengan senyum sinis sambil melihat ke arah Clara yang masih berada di dalam kamarnya.


"Sudah waktunya membuatmu keluar dari sana dan meminum obat yang aku buat khusus untukmu." ucap Shaha dengan tawa misterius sambil berjalan menuju ke arah kamar Clara kembali.


Clara merasa dirinya sangat kotor mencoba melakukan banyak hal untuk membersihkan tubuhnya tapi perasaan kotor itu tidak membaik sama sekali.


Shaha yang telah memutuskan ingin Clara keluar dari kamar mandi dan menjadi bonekanya pun mengatakan sesuatu yang membuat Clara tersadar akan kenyataan.


"Clara! Apakah kau akan tetap di dalam semalaman? Aku tau kau masih ada disana. Jika kau tidak ingin keluar demi aku paling tidak bisakah kau keluar demi ayah yang sedang terbarinh di Rumah Sakit?" tanya Clara dengan suara yang keras dan nada bicara yang meyakinkan.


"Ayah! Ayah masuk Rumah Sakit? Apakah itu karena skandal yang terjadi padaku?" tanya Clara dengan ekspresi wajah yang khawatir.


Clara yang tidak bisa diam saja mendengar sesuatu terjadi pada keluarganya pun segera mengambil handuk dan membuka pintu kamar mandi.


Shaha yang melihat Clara yang terlihat semakin hancur bahkan setelah mandi pun tertawa dalam hati.


"Apa yang terjadi pada ayahku? Cepat katakan!" ucap Clara dengan ekspresi wajah yang cemas sambil memegang baju Shaha dengan sangat keras.


#Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya..


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2