CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 178. Informasi Mike


__ADS_3

Arabella yang melihat Dimas terbaring di atas ranjang Rumah Sakit dengan pakaian Rumah Sakit pun menjadi sangat sedih sehingga tanpa sadar meneteskan air mata.


“Bagaimana keadaan Dimas sekarang?” tanya Arabella dengan ekspresi yang sedih dan tatapan mata yang cemas serta nada suara yang penasaran.


“Tuan Muda tidak mengalami luka yang serius dan semua lukanya telah ditangani oleh Dokter yang ahli dan sangat berpengalaman jadi Nona tidak perlu cemas!” ucap Edo yang mencoba menenangkan Arabella yang terlihat sangat cemas dan khawatir.


“Kau ingin aku tenang tapi aku tidak bisa tenang jika melihat kondisinya seperti ini terlebih lagi saat mengetahui semua hal buruk yang telah dialaminya dalam waktu kurang dari satu hari!” ucap Arabella dengan tatapan mata yang sedih dengan tawa getir di ujung bibirnya.


“Nona tidak perlu cemas. Tuan Muda adalah orang yang kuat. Tuan Muda akan segera sembuh dan bisa kembali pulang dengan cepat!” ucap Edo yang terus mencoba menenangkan Arabella dengan kata-katanya yang lembut.


Arabella yang tidak ingin meninggalkan Dimas pun memutuskan untuk menunggu di Ruangan itu hingga Dimas terbangun dari tidurnya.


Edo yang tidak ingin mengganggu pun keluar dari ruangan itu dengan sendirinya dengan langkah kaki yang pelan dan tanpa suara sedikitpun.

__ADS_1


Sementara itu, Heru yang sedang berjemur di depan kolam renangnya bersama dua gadis cantik pun tiba-tiba Mike datang menemuinya dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dijeleskan.


“Ada apa? Apa kau tidak aku sedang tidak bisa diganggu?” ucap Heru dengan ekpsresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tidak senang.


“Maafkan saya, Tuan Muda tapi saya harus menyampaikan berita mengenai rencana kita pagi tadi!” ucap Mike dengan nada suara yang tegas dan ekspesi wajah yang serius.


Heru yang mendengar kode kata yang sangat dikenalinya pun mengusir kedua wanita cantik yang berenang bersamanya itu pun keluar dan meninggalkannya sendiri di tempat itu.


“Maafkan saya, Tuan Muda tapi saya harus mengecewakan anda. Orang kita! Semuanya sudah meninggal dan tidak ada seorangpun yang selamat!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan kepala yang tertunduk sedih dan kecewa.


“Apa?” teriak Heru dengan suara yang sangat keras dengan tangan yang memukul meja di sampingnya lalu berdiri berhadapan dengan Mike.


“Apa maksud ucapanmu? Katakan dengan benar!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang tela berubah serius dan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


“Tuan Muda Dimas telah mengalami kecelakaan mobil seperti yang kita rencanakan dan tidak hanya itu mobilnya pun meledak tapi sayangnya Tuan Muda Dimas masih bisa melarikan diri dan keluar dari dalam mobil dengan selamat!” ucap Mike dengan nada suara yang jelas.


“Lalu tepat setelah itu, orang-orang kita datang mengepung dan menghajar Tuan Muda Dimas. Awalnya Tuan Muda Dimas merasa kesulitan menghadapi semuanya lalu tiba-tiba Edo datang bersama pengawalnya dan membantu Dimas.” Ucap Mike lagi yang melanjutkan penjelesannya.


“Maafkan saya Tuan Muda karena telah gagal menjalani Tugas yang anda berikan!” ucap Mike dengan tubuh yang menunduk ke bawah dengan nada suara dan ekspresi wajah yang bersalah dan kecewa.


“Angkat tubuhmu! Aku tidak akan menghukummu karena aku sangat tau usahamu tapi aku tidak ingin kau melakukan kesalahan lagi. Apa kau mengerti, Mike?” tanya Heru dengan tatapan mata yang sinis dan ekspresi wajah yang dingin.


“Baik, Tuan Muda. Saya tidak akan pernah mengecewakan anda lagi!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.


#Bersambung#


Apa rencana Heru selanjutnya ya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jangan lupa baca BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2