
Alex yang melihat Heru terbaring di tempat tidur dengan makanan yang masih ada di atas tempat tidurnya pun menyadari bahwa masalahnya ada pada makanan tersebut.
Alex yang cepat pun memanggil Mike datang dan membereskan semuanya lalu mencoba membangunkan Heru.
“Mike! Mike! Mike! Come here!” panggil Alex dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir dengan nada suara yang keras.
“Heru! Wake up! Come on!” ucap Alex dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang panik sambil terus mencoba membangunkan Heru dengan cara mengoyang-goyangkan tubuhnya.
Mike yang langsung setelah mendengar panggilan dari Alex pun menatap bingung terhadap sikap Alex dan Alex yang melihat Mike datang pun langsung memberikan tugas kepadanya.
“What are you doing there? Go! Check that food! What is in that?” ucap Alex dengan ekspresi wajah yang serius sambil menunjuk pada makanan yang dibuat oleh Arabella.
“Agh! Call the doctor now”! ucap Alex dengan suara yang tinggi dengan tatapan mata yang tajam kepada Mike yang masih belum sadar.
Mike yang tidak mengerti situasi yang terjadi mencoba bertanya tapi tidak mendapatkan jawaban apapun dari Alex sehingga membuatnya terpaksa menurut.
Setelah beberapa menit berlalu, Mike yang telah mendapatkan hasil yang diminta oleh pun memberikannya kepada Alex.
Namun saat Alex membacanya tiba-tiba wajah Alex berubah menjadi merah padam seperti orang yang sedang menahan amarah.
“Shit!” teriak Alex yang mengumpat dengan kata-kata kasar dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan sambil melempar berkas yang ada di tangannya.
Mike yang penasaran pun mengambil berkas itu lalu membacanya dan ikut menjadi marah dan kesal dengan tindakan Arabella.
“Wanita itu! Beraninya dia memanfaatkan kebaikan hati Tuan Muda!” ucap Mike dengan nada suara yang emosi dengan tatapan mata yang melotot tajam.
Lalu di saat keduanya sedang marah tiba-tiba Heru yang tidak sadarkan diri akhirnya tersadar sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
Mike yang sangat sigap dengan kebutuhan Heru pun langsung berlari ke samping Heru dan mendahului Alex.
__ADS_1
Mike yang bergerak menuangkan air putih lalu membantunya terduduk untuk bisa minum dan Alex yang tidak mempermasalahkan sikap Mike pun bersikap santai.
“Are you okay? What do you feel?” tanya Alex dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang khawatir sebagai seorang sahabat.
“I’m okay just a little dizzy!” gumam Heru dengan suara yang rendah sambil bergerak bersandar di ujung tempat tidurnya.
Heru yang mengingat jika sebelum dirinya merasa sangat mengantuk Arabella ada di sampingnya sehingga Heru yang masih sangat memperhatikan Arabella pun mencoba bertanya tapi mendapatkan jawaban yang dingin dari Alex.
“Dimana Arabella? Aku bersamanya tadi, aku harap dia tidak marah karena ditinggal tidur olehku!” gumam Heru dengan ekspresi wajah yang masih mengantuk dan sangat lelah.
“What do you say? Are talking about that woman?” tanya Alex yang tidak mengerti bahasa Heru sambil menatap Arabella dengan tatapan mata yang sinis dengan alis yang mengkerut karena kesal.
“That woman?” tanya Heru balik dengan ekpsresi wajah yang bingung tatapan mata yang penasaran sambil mengulangi perkataan Alex.
Mike yang mengetahui yang terjadi pun mengambil alih pembicaraan itu dan memberi tau Heru semua yang diketahuinya dari Alex serta dari berkas yang ada di tangannya.
“Sir! Wait! Let me explain it!” ucap Mike dengan kepala tertunduk sebentar dengan satu tangan di tangan sebagai rasa sopan dan hormatnya.
“Tuan Muda, anda tida perlu mencari Nona Arabella karena saat ini Nona Arabella sedang dikurung di dalam Ruang Bawah Tanah karena telah mencoba untuk menyakiti anda!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang serius serta tatapan mata yang tajam sambil menyerahkan amplop hasil penyelidikannya.
“Apa ini?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bingung menatap Mike sambil mengambil amplop cokelat yang diberikan kepadanya.
“Itu adalah hasil penyelidikan tentang makanan dan minuman yang disajikan oleh Nona Arabella untuk Tuan Muda pagi tadi!” ucap Mike dengan nada suara yang jelas dan tegas.
Heru yang penasaran pun membukanya dengan tergesa-gesa dengan ekspresi wajah yang penasaran lalu mengubah ekspresi wajahnya kembali setelah mengetahui isinya.
“Apakah ini semua benar?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang tidak percaya sambil mengangkat berkas penyelidikan dengan satu tangan sambil menggoyang-goyangkannya.
“Meskipun Tuan Muda tidak percaya tapi itu lah kenyataannya. Nona Arabella sengaja memberikan anda Obat Tidur untuk membuat anda tidur kembali sementara dirinya mencari sesuatu!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Alex yang merasa Mike telah memberikan penjelasan yang cukup kepada Heru pun berdiri dan berjalan ke arah lain Heru lalu memegang pundaknya.
“That woman’s heart is not fo you. Just forget it! Don’t think abot her again. You must give that woman punishment because she betrays you!” ucap Alex dengan nada suara yang tegas sambil menekan satu kalimat terakhir.
“Don’t worry! I’ll not let her be!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang kesal dan tatapan mata yang sangat marah sambil menggenggam tangannya dengan sangat kuat.
Sementara itu, Edo yang telah mengirim orang untuk menjemput Arabella setelah dirinya berhasil mendapatkan bukti bahwa Dimas tidak bersalah pun menjadi sangat cemas.
“Apakah anak buahmu masih belum mendapatkan kode dari Nona Arabella?” tanya Edo dengan ekpsresi wajah yang kesal.
“Masih belum ada Bos!” ucap Ketua Ma yang menggelengkan kepalanya dengan ekpsresi wajah yang sedih.
“Sial! Ini tidak boleh terjadi! Cepat perintahkan orangmu untuk menyusup ke Kediaman Tuan Muda Heru dan mencari tau keberadaan Nona Arabella!” perintah Edo dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang tergesa-gesa.
“Baik, Bos!” ucap Ketua Ma sambil mengangkat tangannya memberikan hormat sebagai pertanda bahwa perintah telah diterima.
Lalu setelah beberapa menit kepergian Ketua Ma tiba-tiba Pak Antoni yang biasanya berada di Kediaman datang menemui Edo di Markas.
Pak Antoni yang tidak bisa mempercayai orang lain yang ada di Kediaman Dimas sepenuhnya setelah dua kejadian beruntun yang di alami Dimas pun memutuskan untuk datang menemui Edo sendiri.
“Ada apa Pak Antoni? Apakah kau mendapatkan informasi penting?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam menyelidik.
“Aku telah mendapatkan informasi salah satu Polisi yang membutuhkan bantuan dan kita bisa meminta tolong padanya untuk membuatmu masuk ke dalam Penjara menemui Tuan Muda!” ucap Pak Antoni dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
“Aku mengerti. Aku akan mencoba melakukan yang terbaik!” ucap Edo sambil menganggukkan kepalanya lalu mengambil berkas yang ada di tangan Pak Antoni.
Edo yang membaca berkas itu pun tersenyum jahat dan langsung berdiri lalu pergi meninggalkan Pak Antoni yang masih berdiri melihat kepergian Edo.
“Tuan Besar! Nyonya! Bantulah Tuan Muda melawan orang-orang jahat itu!” gumam Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menatap ke langit-langit.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Edo untuk bisa bertemu dengan Dimas ya? Lalu apakah Arabella bisa terbebas dari sekapan Heru dan Alex? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...