CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 54. Pembalasan Siti II


__ADS_3

"Pria Gendut ini sepertinya adalah orang yang cukup berpengaruh dan bahkan sepertinya memiliki banyak uang. Jika aku menjadi salah satu wanitanya, aku mungkin dapat menikmati hidup yang penuh dengan kemewahan yang selama ini aku impikan!" ucap Siti dalam hati sambil menyambut dengan senyum lembut uluran tangan Tuan Agio.


Siti dan Tuan Agio pun masuk ke dalam. Siti yang baru pertama kali datang ke sebuah Acara yang sangat eksklusif menjadi sangat terkesima dan bahkan tidak bisa mengedipkan matanya melihat banyaknya orang yang datang dengan pakaian dan juga perhiasan yang mahal.


"Sepertinya, Nona canti baru pertama kali datang kemari. Kalau begitu, izinkan saya mengajak Nona Cantik untuk menikmati tempat ini dengan lebih baik." ucap Tuan Agio dengan senyum sinis sambil melihat ke arah Siti.


"Tentu saja!" ucap Siti dengan senyum malu-malu dan membiarkan tangan Tuan Agio merangkul pinggangnya meskipun sesekali Tuan Agio m*m*r*s ****** Siti hingga membuat Siti mengeram sesaat.


"Arg!"


"Tuan Agio! Anda tidak boleh nakal!" ucap Siti dengan ekspresi wajah memerah.


Siti dan Tuan Agio pun sampai di sebuah Ruangan VIP dimana ada beberapa Pria dengan wanita juga disana. Tempat itu di desain dengan sangat mewah dan elegan dan banyak sekali makanan enak yang tidak pernah dilihat Siti tersaji di atas meja.


"Bagaimana dengan tempat ini, Nona Cantik? Apa kau menyukainya. Jika kau mau menjadi wanitaku maka kau akan menikmati semua ini dan aku juga akan memperkenalkanmu pada beberapa rekan bisnisku." bisik Tuan Agio dengan sedikit ******* ke telinga Siti sehingga membuat Siti memerah karena malu.


"Tentu saja. Kenapa tidak, sayang?" balas Siti dengan nada manja di telinga Tuan Agio hingga membuat Tuan Agio tertawa dengan sangat keras.


"Hahaha..."


Tuan Agio pun mengajak Siti duduk dan memperkenalkannya kepada semua orang yang datang satu per satu lalu mereka pun bersulang anggur beberapa kali.


Siti yang baru pertama kali minum anggur ternyata tidak bisa menahan diri dari mabuk sehingga di gelas ke dua Siti telah mabuk. Siti mabuk merasakan tubuhnya sangat lemah dan kepalanya sangat pusing.


"Tap! Tap! Tap!"


Siti yang merasa pusing mencoba membuka matanya dan melihat dimana dirinya berada setelah merasakan ada seseorang yang membantunya berjalan menuju ruangan lain.


Siti yang sadar mengetahui bahwa dirinya berada di sebuah ruangan yang cukup besar dan saat ini dirinya sedang terbaring di sebuah ranjang yang sangat empuk.


"Ternyata kucing liarku bisa datang juga kemari!" ucap seseorang yang datang dari ujung koridor dengan senyum sinis dengan dua tangan di letakkan di dadanya.

__ADS_1


"Wa-wahyu!" teriak Siti yang langsung terduduk saat melihat sosok yang sangat dikenalnya.


"Di-dimana aku? A-ada apa denganku? Kenapa tubuhku panas sekali!" ucap Siti yang terjatuh di atas ranjang dengan nafas yang tidak jelas dan wajah yang memerah.


"Jangan salahkan aku! Salahkan keserakahanmu sendiri, aku hanya mengambil sedikit keuntungan dari semua ini." ucap Wahyu sambil mendekatkan bibirnya di telinga Siti dengan senyum lembut yang misterius.


"Apakah dia orangnya? Apakah dia benar-benar masih Perawan?" tanya seorang Tuan Agio yang berjalan dengan ekspresi wajah memerah dan fikiran yang kotor.


"Tentu saja! Aku bisa menjaminnya, Tuanku!" ucap Wahyu dengan senyum lembut dan patuh sambil membungkukkan tubuhnya.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Wahyu, Tuan Agio langsung menyerahkan cek uang dengan jumlah yang sangat banyak kepada Wahyu dan tak butuh waktu lama, wahyu yang mengerti situasinya langsung pergi.


Siti yang melihat semua yang terjadi di depan matanya langsung memasang wajah gelap. Siti yang tidak disentuh oleh Tuan Agio terus berteriak meminta pertolongan tapi karena obat aprosidiak yang diminumkan di anggurnya membuat Siti tidak bisa berkutik hingga akhirnya pasrah.


Siti yang menyesali keputusannya tidak bisa mengatakan apapun. Perbuatan Tuan Agio yang memaksanya dan bahkan mengajak tiga orang temannya bersamaan untuk menikmati tubuh Siti membuat Siti tidak bisa menahan Air mata yang mengalir dan luka nyeri serta lebam di sekujur tubuhnya membuat Siti ingin mengakhiri hidupnya.


Siti yang kelelahan pun tertidur dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan saat tersadar Siti melihat dirinya sudah ada di sebuah Rumah Sakit.


Siti yang bingung melihat ada seorang Wanita Tua yang datang dengan ekspresi sedih dan kecewa menghampiri Siti.


"I-Ibu!" ucap Siti.


"Plak!" suara tamparan.


"Kenapa kau melakukan ini? Apa kau ingin aku segera mati? Jika itu yang kau inginkan kenapa tidak kau tusukkan saja pisau ke dadaku!" teriak Ibu Siti dengan air mata yang mengalir sambil menarik tangan Siti ke arah dadanya dan memukulkannya beberapa kali.


"I-Ibu! A-apa yang kau katakan?" tanya Siti dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Dasar anak tidak tau diuntung! Tidak hanya menjadi simpanan Pria kaya yang hidung belang, kau bahkan menjual tubuhmu ke beberapa pria lainnya. Kau pun menjajakan dirimu di beberapa Situs online dengan harga yang mahal. Apa kau tidak malu? Semua orang tau hal itu." teriak seorang Pria paruh baya yang bersiri di samping Ibunya Siti.


"Semua orang? Apa menjual diri? Ti-tidak! Itu tidak benar. Aku tidak melakukan itu. Paman percayalah padaku!" teriak Siti yang mencoba membela dirinya dan mencoba menarik tangan pria itu namun langsung ditangkis dengan sangat kejam.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku Wanita kotor!" teriak Pamannya Siti dengan ekspresi marah dan jijik yang bercampur menjadi satu.


Siti yang merasa sangat terkejut dengan sikap orang-orang padanya terus meminta penjelasan dengan semua yang terjadi hingga akhirnya Ibunya Siti menayangkan sebuah berita dri Siaran Televisi Nasional tentang berita dirinya yang bersikap manja dalam sebuah rekaman video cctv kepada seorang Pria kaya yang wajahnya diblur meski diperlakukan tidak baik.


Siti pun melihat semua foto dirinya yang sedang berhubungan dengan 4 pria berbeda saat dirinya di Club bahkan ada bukti digital bahwa dirinya menjual diri.


Siti yang melihat semua itu tiba-tiba teringat dengan apa yang dikatakan Arabella padanya pada saat dirinya di sekap oleh Dimas.


"Ini pasti yang dimaksud oleh Nona Arabella!" ucap Siti sambil tertawa histeris dengan ekspresi wajah yang kacau.


"Hahaha!"


Siti yang tiba-tiba tertawa membuat semua orang takut bahkan ada orang yang mengatakan jika Siti telah menjadi Gila karena semua perbuatannya telah terekspos.


"Hey, lihat! Sepertinya dia menjadi gila!"


"Benar! Dia pasti gila!"


Siti pun ditangkap dan dibawah ke Rumah Sakit gila dan diikat dengan sangat keras. Siti yang tau jika dirinya tidak gila terus memberontak tapi tidak ada hasilnya.


Siti pun terus diberikan obat agar dirinya menjadi tenang tapi tidak disangka obat itu malah membuat Siti yang waras perlahan kehilangan akalnya.


Siti yang berada di dalam ruangan Rumah Sakit Jiwa ternyata tidak bisa lepas dari rantai kejahatan yang telah disematkan padanya. Siti pun menjadi tempat Pemuas Nafsu beberapa petinggi di tempat itu.


Hingga suatu saat, Siti berhasil kabur dari Rumah Sakit itu namun meski begitu kehidupan yang baik tetap tidak bisa berpihak padanya semua orang terus menghinanya dan menatapnya dengan tatapan yang jijik sampai membuat Siti harus hidup sebagaimana reputasinya.


"Inilah harga yang harus aku bayat untuk keserakahanku!" gumam Siti sambil berjalan ke jalanan yang sepi.


Di tempat lain, Dimas yang mendapatkan informasi tentang apa yang dialami oleh Siti tidak merasa kasihan sama sekali karena baginya orang jahat memang harus dibalas dengan kejahatan yang sama atau mungkin lebih dari itu.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2