CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 142. Pindahan


__ADS_3

Arabella yang telah benar-benar kembali ke Kediaman Orangtuanya pun menjadi sangat senang dan bahagia.


Arabella yang berpikir jika rumahnya akan sangat kotor dan berdebu karena telah lama tidak ditinggalin dan dibersihkan pun tidak menyangka semuanya tidak seperti yang ada di dalam pikirannya.


“I-ini... Apakah ini benar rumahku?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang tidak percaya dengan mata yang terbuka lebar.


“Tentu saja. Apakah sudah lupa dengan rumahmu sendiri?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang aneh dengan alis yang naik ke atas.


“Tidak! Tidak! Bukan itu maksudku. Aku tentu saja ingat jika ini adalah rumah yang aku tempati bersama kedua orangtuaku tapi aku hanya merasa heran...” ucap Arabella yang berhenti berbicara dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Dimas yang berdiri di sampingnya dengan tatapan curiga.


“Heran! Kenapa?” tanya Dimas dengan wajah polosnya yang tidak mengerti maksud perkataan Arabella sambil menatap bingung.


“Tentu saja itu karena aku yang sudah lama tidak tinggal di sini apalagi melakukan pembersihan tapi rumah ini terlihat sangat bersih dan rapi bahkan terlihat sangat terawat.” Ucap Arabella dengan tatapan yang menyelidik sambil berjalan ke tengah ruangan menunjukkan pada Dimas tidak ada debu dimanapun.


“Lihatlah, taman itu! Taman itu bahkan tidak punya satu pun rumput liat dan panjang lalu bunga pun benar-benar terawat dengan sangat baik dan itu terlihat dengan banyaknya bunga yang mekar.” Ucap Arabella yang langsung pindah ke bagian taman kecil yang biasanya digunakannya bersama keduanya untuk bersantai di akhir pekan.


“Hmmm, satu hal lagi, tanaman itu semuanya terlihat seperti selalu disiram setiap hari dan juga diberi pupuk khusus untuk memaksimalkan pertumbuhannya.” Ucap Arabella lagi yang telah berada di samping tanaman-tanaman yang selama ini ditanam Arabella dengan penuh cinta bersama kedua orangtuanya.

__ADS_1


Arabella tau jika dirinya tetap memilih tinggal di rumah yang selama ini dipenuhi canda tawa dan perasaan hangat layaknya keluarga yang sangat harmonis membuatnya akan semakin merindukan mereka.


Namun Arabella yang sadar jika kedua orangtuanya tidak akan pernah kembali dan kehidupan akan terus berjalan dengan atau tanpa dirinya pun memutuskan untuk menghadapi semuanya lalu menjadikan semua memori indah dengan keluarganya adalah ingatan yang sangat berharga yang tidak bisa dilupakan dengan mudah.


Dimas yang tidak mengelak lagi pun akhirnya mengaku pada Arabella jika semua yang terjadi adalah atas perintahnya dengan niat yang baik.


“Aku mengaku! Maaf karena aku memutuskan sesuatu tanpa meminta pendapat dan izinmu terlebih dahulu tapi aku melakukan itu semua karena aku tau jika Rumah ini adalah rumah yang sangat berharga bagimu jadi aku memerintahkan beberapa orangku untuk melakukan pembersihan dan perawatan yang diperlukan sehingga saatnya tiba kau kembali, kau pasti sangat sennag dan bahagia saat melihat ini semua!” ucap Dimas yang mencoba menjelaskan dengan kepala tertunduk ke bawah dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Maaf! Maafkan aku! Aku tau akau salah dan aku mengakui itu semua! Ucap Dimas lagi dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang meminta pengampunan ternyata membuat Arabella tertawa dengan sangat riang saat melihat ekspresi lucu pada wajah Dimas.


Pindahan Rumah Arabella ternyata dapat berakhir dalam waktu yang sangat singkat karena Rumah tersebut tidak perlu dibersihkan lagi dan semua orang yang akan tingga bersamanya nanti melakukan kerjasama yang baik untuk membantunya pindahan.


Arabella dan Dimas yang telah selesai melakukan bagian mereka pun duduk di sofa sambil membuka siaran televisi.


Dimas yang tidak menyiakan kesempatan untuk semakin dekat dengan Arabella pun melakukan sesuatu yang membuat Arabella terkejut dan malu.


“Agh! Pinggangku sangat pegal! Aku pinjam pangkuanmu untuk penyangga kepalaku!” ucap Dimas yang tidak memiliki rasa malu sama sekalipun langsung berbaring di atas paha Arabella.

__ADS_1


“Tu-tunggu! Kau tidak boleh seperti ini. Bagaimana jika Pelayan dan Bodyguardmu melihat kita seperti ini? Mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut di saat bersamaan dengan nada bicara dan sikap yang panik.


“Biarkan saja mereka melihat! Lagipula kita adalah sepasang kekasih dan akan segera menikah dalam waktu dekat. Apa yang salah dengan itu?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang jujur dan polos.


Arabella yang tidak bisa mengatakan apapun lagi setelah melihat wajah tampan Dimas sedang ada di dalam pangkuannya.


“Agh! Kenapa Dimas harus setampan ini? Aku jadi sulit untuk menolak permintaan dan perkataannya!” ucap Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil menghembukan nafas pasrah.


Di saat keduanya sedang melihat film yang ada di televisi tiba-tiba berita tentang keadaan Clara pun ditayangkan ke seluruh stasiun televisi.


“Artis canti Clara Pricilia yang merupakan mantan kekasih Dimas Arthama Jaya telah kehilangan Ayahnya untuk selama-lamanya!” ucap Pembawa Acara yang berdiri di depan kamera dengan ekspresi wajah yang datar dan serius.


Arabella yang juga telah kehilangan orangtuanya pun tidak bisa memberikan rasa simpati ataupun kasihan kepada Clara meskipun dirnya sedang menghadapi hal yang sama dengan Arabella di masa lalu.


#Bersambung#


Apakah akan ada progress besar nantinya dengan hubungan Dimas dan Clara? Ketik pendapatmu di dalam kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2