CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 197. Potongan Ingatan Masa Kecil


__ADS_3

Dimas yang mendengar semua penjelasan Arabella tentang Tato yang dimiliki oleh dua Bodyguard yang menangkapnya pun menjadi sangat penasaran.


“Tato Naga dengan Pedang dan Perisai?” tanya ulang Dimas dengan nada suara yang terdengar kebingungan dengan ekpsresi wajah yang penasaran dan mata yang terbuka lebar.


“Benar! Aku melihatnya di lengan kanan mereka berdua. Tunggu! Aku akan menggambarkannya. Bisa aku minta pensil dan kertas?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang berubah serius dan nada suara yang penuh keyakinan.


“Tunggu sebentar. Aku akan mengambilkannya.” Ucap Dimas yang buru-buru mengambilkan benda yang diminta Arabella dengan cepat.


Arabella yang telah mendapatkan benda yang diinginkannya pun menggoreskan pensil tersebut ke atas sebuah kertas dengan perlahan sambil terus mencoba mengingat kembali dengan jelas gambar tato yang pernah dilihatnya.


Setalah beberapa menit, Arabella pun selesai menggambarnya dan meskipun tidak terlihat bagus tapi gambar itu cukup menggambarkan gambar Tato tersebut.


Dimas yang mengambil kertas itu pun melihat gambarnya dan menjadi sangat terkejut lalu tiba-tiba Dimas pun merasakan rasa sakit yang teramat sangat di bagian kepalanya.


“Aaarrgghhh! Aarrggghhh! Aaarrggghhh!” teriak Dimas dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesakitan sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya dengan sangat keras.

__ADS_1


“Dimas! Ada apa? Kenapa? Apa yang sakit? Tolong! Tolong! Dokter!” panggil Arabella dengan suara yang sangat keras dan nada suara yang panik serta ekspresi wajah yang bingung dan khawatir di saat bersamaan.


Dimas yang merasakan rasa sakit itu pun tidak bisa mendengar jelas yang dikatakan Arabella sehingga perlahan tapi pasti kesadaran Dimas pun menghilang.


Dokter yang akhirnya tiba pun memerintahkan Perawat yang juga ikut kesana untuk memindahkan Arabella ke Ruangan lain dengan didampingi Edo di sisinya.


Arabella yang merasa sangat cemas dengan keadaan Dimas hanya bisa menunggu informasi dari Edo sambil berdoa untuk kesembuhan Dimas.


Dimas yang kehilangan kesadarannya tiba-tiba berada di sebuah tempat yang sangat aneh dan sebuah bayangan kejadian masa lalu pun terlihat jelas di depan mata Dimas.


“Ma, Pa, Dimas mau pergi ke Taman Ria lagi. Dimas mau es krim dan juga permen gulali yang sangat banyak.” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan nada suara yang ceria.


Dimas yang duduk di kursi kosong di sebelah dirinya yang masih kecil itu pun tersenyum bahagia melihat kenangan indah dirinya bersama kedua orangtuanya tapi tiba-tiba hal buruk terjadi.


Mobil ditumpangi orangtua Dimas tiba-tiba dikejar oleh mobil yang tidak dikenal dari belakang. Papa Dimas yang sedang membawa mobil pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sementara Ibunya menarik Dimas yang masih kecil yang berada di kursi belakang dan memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


Dimas Dewasa yang melihat itu pun ikut menjadi sangat panik dan mencoba membantu Papanya untuk mengambil kemudi mobil tapi tidak berhasil karena tangan Dimas tidak bisa menyentuh tubuh Papanya sama sekali.


Dimas yang frustasi hanya bisa merasakan perasaan cemas, khawatir dan takut melihat mobil-mobil itu berhasil menyalip dan memojokkan mobil kedua orangtua Dimas.


Dimas Dewasa yang melihat Papanya bertarung dengan banyak sekali pria yang berpakaian hitam ketat pun mencoba menolong tapi tidak ada seorangpun yang bisa disentuh olehnya hingga membuat Dimas merasa sangat frustasi.


Dimas Dewasa yang hanya bisa melihat kedua orangtuanya meninggal di bunuh oleh orang-orang tersebut dan melihat dirinya yang masih kecil yang tampak lemah hanya bisa menangis pun menjadi sangat marah, kesal dan kecewa.


Dimas Dewasa yang melihat Dirinya kecil yang mencoba membangunkan kedua orangtuanya yang sudah meninggal dengan darah yang terus mengalir pun tanpa sadar mengalirkan air mata yang sangat banyak.


“Papa! Mama!” panggil Dimas dengan suara yang parau dengan nada suara yang terdengar sedih dengan ekspresi wajah yang menyayat hati.


Dimas yang melihat kejadian tiap kejadian yang dialaminya di waktu kecil dimana kejadian yang sempat dilupakannya karena trauma masa kecil pun akhirnya mendapatkan kenangan itu kembali.


#Bersambung#

__ADS_1


Ingatan apa saja yang sebenarnya dilupakan oleh Dimas? Apakah Dimas mengetahui kebenaran tentang kematian kedua orangtuanya? Apa yang akan dilakukan Dimas selanjutnya? Tunggu Bab selanjutnya ya...


__ADS_2