CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 211. Heru dan Komplotannya Tertangkap


__ADS_3

Edo yang mengendarai mobil dengan Arabella yang memangku kepala Dimas di kursi belakang pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di Rumah Sakit.


“Bertahanlah Tuan Muda. Kita akan segera sampai di Rumah Sakit?” sambil mencuri pandang ke belakang dari kaca yang ada di dalam mobil melihat keadaan Dimas yang sedang menahan rasa sakit.


Sementara itu, Ketua Ma yang gagal untuk menghentikan Heru untuk melarikan diri pun menjadi sangat kesal dan marah.


“Kelompok Bantuan yang datang bersama Pak Edo segera tangkap dan ikat semua orang-orang Heru dan Pak Bambang ke Markas Badan Intelligent Khusus!” ucap Ketua Ma dengan nada suara yang tegas.


“Lalu, angkat mayat Pak Bambang ke Kediaman Tuan Muda Dimas. Serahkan mayatnya kepada Pak Antoni!” ucap Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Ketua Ma yang selesai dengan Kelompok Bantuan pun memanggil semua Kelompok yang ada di bawah Komandonya.


“Apakah ada orang yang diam-diam mengikuti Heru dalam perjalanan melarikan diri?” tanya Ketua Ma dengan ekpsresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Ada, Ketua!” ucap salah seorang Anggotanya dengan suara yang lantang dan nada suara yang tegas dengan sikap yang patuh.


“Bagus! Semuanya bergerak dan kepung Heru menuju jalan evakuasinya. Kita tangkap dan serahkan dia kepada Tuan Muda Dimas!” ucap Ketua Ma dengan suara yang lantang dengan nada suara yang tegas serta ekspresi wajah yang dingin tanpa ekspresi.


“Siap laksanakan!” ucap semua Anggota Badan Intelligent Khusus secara bersamaan dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang datar.


Tepat setelah perintah dikeluarkan, Ketua Ma dan Kelompoknya pun mulai mengikuti jejak yang ditinggalkan orang yang mengikuti Heru.

__ADS_1


Ketua Ma yang pernah melihat Peta Kediaman Keluarga Arthama Jaya sebelum datang kemari pun menyadari bahwa Heru sedang berusaha melarikan diri dari Pintu Barat.


“Hah! Kau pikir dapat melarikan diri dengan mudah Heru. Jangan bermimpi! Aku akan pastikan membawamu bersujud dan berlutut di hadapa Tuan Muda!” ucap Ketua Ma dengan janji yang dikatakannya dalam hati dengan tekad yang kuat serta ekspresi wajah yang serius.


 Ketua Ma yang tidak ingin Heru lolos lagi pun membagi Kelompoknya menjadi dua bagian dengan dirinya berjalan mengikuti jejak yang ditinggalkan.


Sementara itu, Heru yang akhirnya bisa melarikan diri pun menjadi sangat marah, kesal, sedih dan juga cemas di saat bersamaan tidak sengaja bertemu dengan Mike dan Alex pun menjadi bingung.


“Kalian selamat?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan mata yang berkaca-kaca dengan nada suara yang keras.


“Come on, Heru. This’s not the right time. We should go away from here!” ucap Alex dengan suara yang terdengar panik dengan ekpsresi wajah yang serius.


“I know. Sorry, I don’t mind it! Come on, let’s go!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang sangat kuat.


“Kita harus cepat! Aku sudah menyiapkan mobil sebagai rencana cadangan jika misi ini gagal agar kita semua bisa melarikan diri!” ucap Mike sambil terus berlari mendahului keduanya dengan langkah kaki yang cepat.


Lalu saat ketiganya berhasil melihat sebuah pintu menuju jalan pengungsian mereka pun ekspresi wajah bahagia dan perasaan lega yang dirasakan ketiganya.


“Itu mobilnya! Ayo cepat!” teriak Mike dengan suara yang keras dengan langkah kak yang dipercepat dengan ekspresi wajah yang terburu-buru.


“Akhirnya aku bisa pergi juga dari tempat ini!” ucap Heru dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum lega menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Namun perasaan itu tidak bertahan lama, Ketua Ma dan Anggota Badan Intelligent Khusus yang sudah menyadari rencana Heru dan Kelompoknya ternyata sudah mengepung tempat itu.


Jadi saat Ketua Ma melihat pintu satu-satunya menuju tempat pelarian terbuka, Ketua Ma langsung memberikan kode kepada yang lain untuk segera bergerak.


“Angkat tangan kalian semua! Jangan ada yang bergerak atau saya tembak!” teriak Ketua Ma dengan suara yang tinggi dan lantang.


“Shit! What is this?” ucap Alex dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah dengan mata yang terbuka lebar.


Mike yang tidak menyangka jika dirinya akan tertangkap dalam usaha melarikan diri pun menjadi sangat kesal dan mencoba untuk meloloskan diri tapi Ketua Ma yang tidak ingin ada seorangpun bisa kabur lagi pun tanpa pikir panjang menembak ke tanah tempat Mike akan melangkahkan kakinya.


“Jangan coba-coba untuk melarikan diri lagi atau aku akan menembak kepala kalian bertiga sekarang juga!” ancam Ketua Ma dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Heru yang tidak memiliki cara lain untuk bisa melarikan diri pun terpaksa harus menerima dirinya diikat dan ditarik secara paksa untuk mengikuti Ketua Ma dan Kelompoknya.


Ketua Ma yang sudah menangkap Heru, Mike dan Alex saat melarikan diri pun langsung menghubungi Edo untuk melaporkan semua yang terjadi.


“Bos! Kami telah berhasil menangkap Heru, Asisten Pribadinya dan juga Seorang Bule yang menjadi tangan kanannya dan saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju Markas!” ucap Ketua Ma dengan suara yang tegas dan lantang menunggu respon dari Edo.


Edo yang sedang tidak tertarik dengan Heru lagi pun menyerahkan semuanya kepada Ketua Ma lalu memfokuskan dirinya untuk membantu Dokter agar bisa menyelamatkan Dimas yang sedang dalam kondisi kritis.


#Bersambung#

__ADS_1


Akhirnya Edo tertangkap, apakah Edo akan dihukum dengan sangat berat ataukah bebas begitu saja? Apakah Dimas akan melewati masa kritisnya? Tebak di kolom komentar ya...


__ADS_2