
Dimas yang berdiri di depan sebuah pintu langsung membukanya dan melihat ada seorang pelayan muda yang sedang terbaring di atas tempat tidur sambil menangis tersedu-sedu dan dua orang bodyguard yang sedang duduk dengan wajah yang cemas.
“Klak!” suara pintu terbuka.
“Tu-Tuan Muda!” teriak dua orang Bodyguard yang terkejut bersamaan dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas serta keringat yang terus mengalir ke seluruh tubuhnya saat melihat kedatangan Dimas.
Kedua Bodyguard itu pun langsung bangun dan bersujud dengan satu kaki di depan Dimas dan meminta ampun atas kelalaian mereka tapi Ria yang awalnya masih menangis langsung berteriak sehingga membuat semua perhatian padanya.
“Srak!”
“Dugh!”
“Tuan Muda, maafkan kami! Kami telah lalai dalam menjalankan tugas! Kami gagal melindungi Nona Muda sehingga Nona Muda ditangkap Para Pereman itu! Maafkan kami, Tuan Muda!” ucap Kedua Bodyguard itu secara bergantian dengan ekspresi wajah cemas dan menyesal di saat bersamaan dengan kepala tertunduk dan tidak berani menatap mata Dimas yang terlihat sangat marah.
“Semua itu bohong! Ini semua adalah salah Bodyguard bodoh ini makanya Nona diculik!” teriak Ria dengan sangat keras dengan sisa-sisa air mata yang masih ada di wajahnya dengan sorot mata yang tajam dan merah serta bengkak di bawah mata dengan ekspresi marah dan kesal di saat bersamaan.
“Ti-tidak, Tuan Muda. Semua yang dikatakan pelayan itu bohong!” teriak salah seorang Bodyguard dengan ekspresi wajah yang takut dengan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan sambil menatap takut ke arah Dimas, Pak Antoni dan Edo bergantian lalu menatap rekannya yang hanya tertunduk diam tanpa kata.
“Bagaimana ini? Jika pelayan itu mengatakan sebenarnya maka matilah aku!” ucap Bodyguard itu dalam hati dengan detak jantung yang berdetak sangat cepat dan keringat yang terus mengalir dari dahi ke pipinya dengan sangat banyak.
Dimas yang mendengar apa yang dikatakan Ria langsung mengerutkan dahinya dan menatap tajam Pelayan Pribadi Arabella itu dengan mata elang.
“Apa maksudmu? Katakan yang sebenarnya!” perintah Dimas dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Pelayan Pribadi Arabella seolah meminta penjelasan.
__ADS_1
Disaat Dimas menatap Pelayan Pribadi Arabella dan meminta penjelasan, kedua Bodyguard itu melakukan isyarat dengan tatapan mata seolah sedang berbicara dalam hati.
“Kita akan baik-baik saja. Kita hanya perlu mengelak!”
“Lagipula Pelayan itu tidak punya bukti apapun. Tuan Muda tidak akan dengan mudah percaya dengan kata-katanya.”
“Kau benar. Kita hanya perlu mengelak semua tuduhan dan menyalahkan Pelayan itu yang tidak bisa menjaga Nona Arabella dengan baik.”
Tanpa diduga oleh kedua Bodyguard, Pak Antoni dan Edo melihat sikap yang tidak biasa sehingga membuat keduanya terus menatap tajam kearah keduanya dengan tatapan yang sangat mencurigakan.
“Sepertinya kedua Bodyguard ini sangat mencurigakan!” ucap Pak Antoni dengan tatapan mata yang sini dan wajah yang serius sambil melihat ke arah Edo dengan suara yang rendah.
“Aku setuju. Kita harus menyelidikinya dengan seksama.” Jawab Edo dengan nada rendah sambil mengangguk kecil sambil terus memperhatikan kedua Bodyguard itu dengan mata elang.
“Sa-saya dan Nona Arabella ke-ketika sampai di Taman la-langsung duduk dibawah pohon mu-mungkin sekitar 30 menit memperhatikan orang-orang yang le-lewat la-lalu... kami berjalan ke arah ke-keramaian dimana banyak sekali o-orang yang berjualan dan...” Ucap Ria yang terpotong sebentar dengan ekspresi wajah yang sangat takut dengan air mata yang terus mengalir di pipinya sambil terus menjelaskan detail kejadian pada Dimas meski dengan suara terbata-bata.
“Dan disana kami melihat ada... tiga anak SMP yang se-sedang membuli anak ke-kecil. No-nona Arabella orang yang baik hati ja-jadi Nona merasa ka-kasihan la-lau membantunya sam-sampai Anak SMP itu pergi. La-lalu anak itu meminta kami untuk mengantar mereka pulang ta-tapi ternyata...” ucap Ria yang terpotong kembali lalu menangis dengan sangat keras hingga menutupi wajahnya dengan tangan lalu mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mencoba menceritakan lagi apa yang terjadi.
“Ternyata kami dijebak. A-anak-anak itu adalah orang suruhan Pereman yang sudah mengincar Nona. Saat kami sedang dihadang oleh dua orang Pereman, sa-saya fikir kedua Bodyguard yang tidak berguna ini akan datang menolong tapi nyatanya TIDAK!” Teriak Ria dengan keras sambil menekankan kata terakhir dengan penekanan intonasi yang tinggi sambil menunjuk ke arah dua orang Bodyguard yang sedang duduk dengan satu kaki dengan tatapan kemarahan.
“Sa-saya dan Nona fikir bahwa semua akan baik-baik saja karena Tuan Muda telah memerintahkan Bodyguard untuk melindungi Nona diam-diam tapi ternyata mereka tidak datang membantu sa-sampai akhirnya Nona Arabella berteriak dengan nada mengancam!” ucap Ria dengan suara bergetar dan nada bicara yang terbata-bata hingga akhirnya menangis dengan sangat keras.
Dimas yang mendengar penjelasan Ria menjadi sangat marah dan kesal hingga membuat suhu ruangan berubah menjadi ekstrim. Dimas yang marah melihat ke arah dua Bodyguard yang masih belutut di tempatnya dengan tatapan mata yang tajam dengan tangan yang terkepal sangat erat.
__ADS_1
Kedua Bodyguard yang telah mendapatkan kesepakatan secara diam-diam langsung menjawab dengan jawaban yang sama dan saling mendukung sehingga membuat Ria berteriak marah dengan air mata yang tidak berhenti.
“Semua yang dikatakannya adalah bohong, Tuan Muda!” ucap salah seorang Bodyguard dengan tatapan mata yang tajam penuh dengan keteguhan.
“Benar, Tuan Muda. Kami tidak seperti yang dikatakan pelayan ini. Kami telah melakukan tugas kami melindungi Nona hingga akhirnya kami terluka dan Nona yang tertangkap itu semua kesalahan Pelayan ini yang tidak bisa menjaga Nona dengan baik.” Ucap Bodyguard itu yang mencoba membalikkan ucapan dengan sangat pandai bahkan tidak berkedip sekalipun.
“Tidak, Tuan Muda. Itu semua tidak benar. Merekalah yang berbohong!" teriak Ria dengan sangat keras hingga terjatuh dari tempat tidur karena memaksa diri untuk turun dalam kondisi tubuh yang lemah dan penuh luka-luka sambil menunjuk ke arah dua orang Bodyguard yang menatap tajam ke arahnya.
"Dia hanya mengarang cerita, Tuan Muda. Dia tidak ingin disalahkan karena gagal menjaga Nona Arabella dan saat ini dia mungkin saja sedang berakting." ucap Bodyguard itu dengan tatapan merendahkan dan dengan sikap yang angkuh.
"Benar sekali Tuan Muda. Jangan percaya pada Pelayan rendahan ini. Dia telah menipu kita semua dengan air mata buayanya. Lagipula apa buktinya kalau kami tidak menjalankan tugas dengan benar! Buktinya kami berdua sama-sama pingsan bersama dengan tubuh terluka karena mencoba melindungi Nona dengan sekuat tenaga!" ucap salah seorang Bodyguard dengan kata-kata yang penuh dengan makna tersembunyi yang membuat semua orang yang mendengarnya bisa saja percaya.
"Tidak akan ada yang percaya padamu. Kali ini kami akan selamat dan kau yang akan menjadi tumbal karena telah gagal melindungi Nona yang kau layani." ucap Bodyguard itu dalam hati dengan tatapan mata menghina dan merendahkan.
Dimas yang sudah terbiasa melihat adegan seperti ini di kehidupan masa lalunya saat menjadi seorang Kaisar. Dimas dengan mudah mengetahui siapa yang berkata jujur dan siapa yang berkata bohong tapi Dimas tidak ingin menghentikan drama ini dengan mudah karena ingin memberi pelajaran kepada orang yang telah berani berbohong dan melalaikan tugas yang diberikannya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1