CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 182. Jaminan Ditolak


__ADS_3

Edo yang mengetahui bahwa Dimas telah ditahan di Kantor Polisi tanpa tahu kesalahannya dengan jelas pun datang bersama Pengacara Pribadi Keluarga Arthama Jaya.


“Aku akan memberikanmu yang banyak asalkan kau bisa membuat Tuan Muda keluar dari dalam Kantor Polisi hari ini!” ucap Edo kepada Seorang Pengacara Muda yang sedang berdiri di hadapan Edo.


“Jangan khawatir Pak! Saya telah menangani banyak kasus. Aku yakin pasti bisa membuat Tuan Muda Dimas keluar dari Kantor Polisi!” ucap Pengacara yang memakai kacamata itu dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


Edo yang masuk ke dalam Kantor Polisi pun langsung menemui salah satu polisi yang bertugas dan berniat mengajukan Jaminan untuk kebebasan Dimas.


“Maaf Pak! Jaminan anda ditolak!” ucap Polisi itu dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang merendahkan.


“Bagaimana itu bisa ditolak? Bukankah setiap warga negara berhak mengajukan Jaminan jika mereka ingin melakukan bebas bersyarat apalagi client saya itu belum dinyatakan bersalah!” ucap Pengacara dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


Polisi yang mendengar ceramah yang dikeluarkan oleh Pengacara untuk memaksanya melepaskan Dimas pun menatap Edo dan Pengacara dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


“Orang itu belum dinyatakan bersalah tapi tepat saat bukti ditemukan sudah diputuskan jika dia adalah orang yang bersalah! Orang yang telah membawa Narkoba dalam jumlah yang sangat banyak dan bisa dikatakan Bandar Narkoba pasti akan dihukum mati! Jadi jangan mengatakan sesuatu yang akan membuatku tertawa!” ucap Polisi tersebut dengan nada suara yang sinis dan tatapan mata yang tajam.


Edo yang baru mengetahui hal itu pun menjadi sangat terkejut sehingga tanpa sadar memukul meja yang ada di depannya.


“Apa? Tidak mungkin! Bagaimana mungkin Tuan Muda menjadi Bandar Narkoba?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang tidak percaya.


“Kau tidak percaya itu bukan urusanku tapi itu adalah kenyataannya jadi Jaminan yang kalian lakukan akan ditolak!” ucap Polisi dengan ekspresi wajah yang dingin.


Edo yang ingat jika Edo memiliki kemampuan menghentikan waktu dan memutar waktu kembali menjadi sangat bingung alasan hal buruk ini terjadi.


“Tidak bisa! Barang yang disita tidak bisa dikembalikan karena akan mengalam pemeriksaan! Sebagai barang bukti untuk penyelidikan!” ucap Polisi dengan ekspresi wajah yang tidak kalah tajam dan nada suara yang sinis.


“Hah! Barang Bukti Penyelidikan! Bagaimana mungkin Jam Arloji bisa dijadikan Barang Bukti Penyelidikan? Jangan membuatku tertawa untuk kebodohan Polisi seperti kalian!” sindir Edo dengan ekspresi wajah yang merendahkan.

__ADS_1


Polisi yang mendengarkan sindiran pedas dari Edo pun menjadi sangat marah dan tidak terima lalu bertindak kasar mengusir Edo.


Edo yang akan diusir membuat Pengacara tidak tinggal diam dan melakukan sesuatu untuk membantu Edo mendapatkan yang diinginkannya.


“Tunggu! Anda tidak bisa mengusir kami keluar dari sini. Jika anda melakukan itu maka jangan salahkan kami memberikan laporan pengajuan ke atasan anda atas sikap anda ini!” ancam Pengacara dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri.


“Jika yang anda katakan itu benar maka kami tidak bisa melakukan apapun jika Jaminan yang kami inginkan ditolak tapi anda tidak bisa mengambil barang yang tidak memiliki unsur Barang yang bisa dijadikan Barng Bukti Penyelidikan jika tidak kami akan membuat laporan baru dan menyebarkan semua hal yang terjadi disini ke selurh dunia!” ancam Pengacara lagi dengan ekspresi wajah yangs erius.


Polisi yang mendengar perkataan Pengacara pun memanggil Polisi lain yang statusnya berada di bawahnya untuk mengambil Jam Arloji milik Dimas.


Lalu saat Jam Arloji itu datang, Polisi pun memberikannya kepada Edo. Edo yang sangat senang pun mengambil Jam Arloji itu dengan semangat lalu menyimpannya dengan hati-hati.


Edo yang harus menyerahkan Jam Arloji kepada Dimas pun meminta izin untuk bisa menjenguk Dimas tapi hal itu lagi-lagi ditolak sehingga membuat Edo yang hanya Seorang Asisten tidak memiliki hak untuk protes lagi.

__ADS_1


Edo yang tidak bisa maksud dengan cara normal pun memutuskan untuk melakukan cara lain agar bisa bertemu dengan Dimas dan menyerahkan Jam Arloji itu pada Dimas.


Bersambung


__ADS_2