CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 184. Panggilan Heru


__ADS_3

Arabella yang telah sampai di Kediaman Dimas pun langsung berlari masuk dan mencari keberadaan Pak Antoni.


Lalu saat Arabella melihat Pak Antoni ada di depan matanya. Arabella tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berdiri di hadapan Pak Antoni sehingga membuat Pak Antoni tidak bisa mengelak.


“Katakan padaku yang sebenarnya, dimana Dimas berada sekarang?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


Pak Antoni yang menatap mata Arabella pun mendapatkan kesimpulan jika Arabella sudah mengetahui semuanya lalu menoleh ke kiri dan kanan yang kemudian menatap lurus ke arah Arabella.


“Ikuti saya, Nona!” ucap Pak Antoni dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


Pak Antoni yang mengajak Arabella ke Ruangan Dimas pun menutup pintunya dengan sangat rapat setelah memastikan tidak ada seorangpun yang akan menguping.


“Pak Antoni! Katakan padaku, dimana Dimas?” tanya Arabella lagi yang mendesak Pak Antoni menjawab pertanyaannya dengan nada suara yang tidak sabaran.


Pak Antoni yang melihat Arabella tidak bisa tenang sebelum mendapatkan jawaban yang diinginkannya pun menarik nafas panjang dan berdiri di hadapan Arabella.


“Tuan Muda Dimas sedang ada di Kantor Polisi dan sepertinya telah dimasukkan ke dalam Penjara dengan tuduhan Penyelundupan Barang Haram (Narkoba)!” ucap Pak Antoni tanpa berkedip dan berjeda dengan ekspresi wajah yang datar.


Arabella yang mendengarnya pun merasa seperti disambar Petir di siang hari. Arabella yang menyadari jika berita yang dibacanya adalah kebenaran pun kehilangan keseimbangan tubuhnya hingga terduduk di sofa.


Pak Antoni yang merasa kasihan dan juga khawatir pada Arabella pun memberikan segelas air putih untuk menenangkan Arabella.


“Terima kasih!” ucap Arabella singkat lalu meminum air tersebut hingga habis dan menatap Pak Antoni dengan air mata yang tak kuasa ditahannya.


Pak Antoni yang menyadari jika Arabella sangat mengkhawatirkan Dimas dan tulus mencintai Dimas pun merasa kasihan kepada Arabella.


“Nona tidak perlu cemas. Tuan Muda pasti akan baik-baik saja dan akan segera pulang. Pak Edo dan yang lainnya sedang berusaha untuk membebaskan Tuan Muda dan membersihkan namanya!” ucap Pak Antoni dengan nada suara yang lembut sambil menyerahkan sapu tangan untuk menghapus air mata Arabella.


Arabella yang merasa sebagai orang yang sangat tidak berguna pun menjadi semakin sedih karena tidak bisa membantu Dimas di saat Dimas sedang dalam masalah.

__ADS_1


“Bodoh! Lemah! Tidak berguna! Kenapa aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk Dimas? Aku ingin bisa membantunya sama seperti Dimas yang selalu ada saat aku membutuhkannya!” gumam Arabella dengan nada suara yang kesal dengan air mata yang terus mengalir setelah Pak Antoni pergi meninggalkan Arabella menenangkan dirinya sendiri.


Dimas yang terkurung di dalam Sel Tahanan bersama beberapa Narapidana lainnya hanya duduk dengan tenang menunggu Edo dan Pak Antoni mengeluarkannya.


Lalu tiba-tiba salah seorang Narapidana yang melakukan tindakan Pemerkosaan kepada Anak di bawah umur berdiri di hadapan Dimas dan menyiramkan air ke wajah Dimas.


Dimas yang sebenarnya malas meladeni orang-orang yang ada di dalam Sel Tahanan pun hanya diam menatap Pria yang menyiraminya air dengan ekspresi wajah yang cuek dan tatapan mata yang dingin.


Dimas yang tidak memberikan tanggapan yang diinginkan Pria itu membuatnya menjadi naik darah dan kehilangan kesabarannya.


“Kau! Beraninya kau menatapku seperti itu. Apakah kau tidak tau siapa aku? Aku adalah Bos di dalam Ruangan Tahanan ini dan kau yang hanya anak baru harus tunduk dan patuh padaku jika tidak maka aku...” ucap Pria yang bertubuh besar dengan tato nada di lengan kirinya dengan suara yang keras dan nada yang mengancam.


“Lalu apa? Apakah kau ingin memukulku?” sindir Dimas yang langsung memotong perkataan Pria itu dengan pandangan mata yang merendahkan.


Pria yang dijuluki Kobra itu pun menjadi semakin kesal setelah mendengar jawaban Dimas dan juga hasutan Narapidana lain yang ingin dirinya memberikan pelajaran kepada Dimas.


Kobra yang marah pun melayangkan tinjunya dengan seluruh kekuatannya ke arah Dimas pun menjadi sangat terkejut saat Dimas dapat menahan tinjunya dengan sangat mudah dan tangan kosong.


“Apa yang kau bicarakan? Apakah kau tidak bisa bicara yang jelas!” ucap Dimas sambil mendorong tubuh Kobra lalu berdiri menginjak perut Kobra.


“Jangan sombong! Di atas langit masih ada langit! Jangan samakan aku dengan kalian yang berada di sini karena benar-benar melakukan kejahatan sedangkan aku yang masuk kemari karena jebakan seseorang!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang dingin tanpa belas kasihan lalu menginjak perut Kobra dengan sangat keras hingga membuat Kobra berteriak dengan sangat keras dan berguling-guling di lantai semen.


Dimas yang tidak memperdulikan pandangan orang lain padanya pun kembali ke tempatnya dan berganti posisi menjadi berbaring dengan lengan yang menutupi matanya.


Orang-orang yang melihat Kobra terbaring kesakitan pun langsung mengangkat tubuh Kobra dan membawanya ke tempat duduknya semula.


Kobra yang tidak menyangka jika telah memprovokasi orang yang salah pun langsung memberitau orang-orangnya untuk tidak mengganggu Dimas karena Dimas adalah orang yang sangat berbahaya.


Di sisi lain, Arabella yang telah berlangsung pulih pun memutuskan untuk membantu Dimas membersihkan namanya meskipun dirinya tidak tau caranya.

__ADS_1


“Aku harus bisa menemukan bukti yang menunjukkan jika Dimas tidak bersalah tapi... Apakah aku bisa menemukannya dengan usahaku sendiri?” gumam Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dan pandangan mata yang kecewa.


Arabella yang mendengar handphonenya berbunyi pun langsung mengambil handponenya yang berada di dalam tasnya.


Lalu saat Arabella melihat orang yang menghubunginya pun langsung kehilangan niatnya yang ingin mengangkat telepon.


“Untuk apa Heru menghubungiku? Apakah dia ingin menghinaku karena Dimas sekarang telah berada di dalam Kantor Polis! Hah! Aku tidak akan mengangkat telepon. Tidak akan! Tidak akan pernah!” ucap Arabella lagi dengan wajah yang kesal.


Arabella yang terus menerus mendapatkan panggilan dari Heru menjadi semakin kesal meskipun dirinya telah membuat keputusan tidak akan mengangkat telepon itu.


Lalu saat handphone Arabella tidak berbunyi lagi dalam waktu lima menit tiba-tiba pesan dari Lotsapp dari Heru.


Arabella yang penasaran pun menjadi sangat terkejut saat membaca pesan tersebut dan langsung mengangkat telepon Heru yang telah menghubunginya kembali.


“Jika kau ingin menyelamatkan Dimas dan mengeluarkannya dari dalam Penjara maka angkat teleponku!” (Pesan Heru)


“Apa maksud pesanmu itu? Apakah kau yang telah menjebak Dimas sehingga Dimas ditangkap Polisi?” tanya Arabella yang langsung bertanya tanpa jeda kepada Heru dengan nada suara yang terburu-buru.


“Tenang! Jangan terburu-buru. Aku tidak bisa mengatakan banyak hal ditelepon. Jika kau ingin menyelamatkannya maka temui aku di Hotel XX pukul 8 malam!” ucap Heru dengan nada suara yang dingin dan tajam.


Heru yang sudah menyampaikan yang ingin disampaikannya pun menutup telepon tanpa memberikan Arabella kesempatan untuk bertanya lagi ataupn protes.


Arabella yang mendengar perkataan Heru pun semakin yakin jika orang yang telah menjebak Dimas adalah Heru.


“Heru! Beraninya kau menyentuh Dimas! Kau sungguh telah sangat keterlaluan, Heru!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang kesal dan nada suara yang menahan amarah.


Tepat setelah Heru menghubungi Arabella, Edo yang mengetahui jika Arabella ada di Ruangan Dimas pun langsung menemui Arabella.


Arabella yang tidak menyangka dengan kedatangan Edo pun menjadi sangat terkejut dengan mata yang terbuka lebar seperti melihat Hantu.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Arabella? Apakah Arabella akan pergi menemui Heru? Apakah Arabella akan memberitau Edo tentang isi Pesan Heru? Tebak dikolom komentar ya...


__ADS_2