
Heru yang tau jika Arabella akan menjadi masalah ke depannya jika tidak ditangani sekarang tapi juga tau jika hati kecilnya menolak untuk mencelakai ataupun menyakiti Arabella sehingga Heru hanya bisa diam saja saat Bu Selena mengatakan apa yang akan dilakukannya.
Keesokan harinya, Heru menghubungi Arabella untuk mengajak pergi makan siang bersama di salah satu Cafe terkenal di kota itu. Arabella yang telah terpikat dan merasa jika Heru adalah pria yang sangat baik dan bertanggungjawab pun tidak bisa menolak keinginan Heri lalu menerimanya dengan senang hati.
Arabella yang telah selesai bersiap ke kantor pun pergi menggunakan motor pribadinya. sebelum sampai di kantor, Arabella melihat Heru yang sedang masuk ke dalam sebuah salah satu Perusahaan besar.
Arabella yang penasaran pun mengikuti kemana Heru pergi bahkan sampai masuk ke dalam gedung. Arabella yang ternyata juga bekerja di salah satu Perusahaan Cabang dari Perusahaan itu dapat masuk dengan mudah hanya dengan menunjukkan kartu identitas bekerjanya.
Tak ada seorang pun karyawan yang curiga dengan kedatangan Arabella karena di Perusahaan besar itu sudah merupakan hal wajar jika salah seorang karyawan dari Perusahaan cabang datang ke Perusahaan inti.
Arabella yang telah berusaha untuk tidak kehilangan jejak Heru tidak menyangka ternyata tidak menemukan keberadaan Heru. Arabella yang kecewa pun terpaksa menelah kekecewaannya sendiri dan kembali ke Perusahaan tempatnya bekerja karena waktunya yang mepet.
Namun, ketika Arabella tidak akan bertemu Heru lagi, Arabella melihat sosok Heru yang sedang berdiri di sebuah koridor kantor yang sepi bersama seorang wanita tua. Arabella pun mencoba mengintip siapa wanita itu dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
'Kenapa aku bersikap seperti ini? Kenapa aku malah jadi seperti seorang penguntit dan penguping? Ini tidak benar! Aku harus pergi.' ucap Arabella dalam hati.
Arabella yang merasa jika perbuatannya itu salah dan tidak sopan sehingga Arabella pun berencana pergi dan meninggalkan tempat itu tanpa membuat keributan namun tiba-tiba Arabella mendengar nama kedua orangtuanya disebut sehingga Arabella pun menoleh dan kembali bersembunyi. Arabella pun memfokuskan pendengarannya untuk mendengar apa yang sedang Heru dan wanita tua itu bicarakan.
"Ibu, aku tau Arabella mungkin suatu saat akan menjadi masalah bagiku dan kelurga kita tapi aku sungguh tidak bisa membiarkan ibu menyakitinya." ucap Heru tegas.
"Apa kau telah jatuh cinta pada gadis miskin itu? Apa kau telah melupakan tujuan utama kita?" tanya Bu Selena.
"A-aku..." ucap Heru terbata dan bingung.
" Ibu tidak akan pernah menerima gadis miskin itu menjadi menantu kita karena statusnya yang sangat jauh berbeda dengan kita terlebih lagi gadis itu adalah sumber masalah untuk kita di masa depan. Ingat itu!" ucap Bu Selena mengancam.
Bu Selena yang tidak ingin berdebat lagi dengan Heru pun memilih pergi meninggalkan Heru sendiri yang sedang kebingungan dengan apa yang akan dipilihnya untuk masa depannya.
Namun, di saat yang sama Arabella yang sedang bersembunyi pun akhirnya mengetahui bahwa wanita tua yang dipanggil Ibu oleh Heru dan berbicara dengannya adalah wanita tua yang datang ke rumahnya kemarin malam.
__ADS_1
Arabella tidak menyangka jika Pria baik hati dan telah menolongnya di saat dirinya dirampok adalah Pria yang telah dengan tega menabrak kedua orangtuanya hingga meninggal bahkan Pria itu tidak mengatakan permintaan maaf apapun padanya dan berpura-pura jika dirinya tidak pernah melakukan hal itu.
Arabella yang awalnya telah memiliki perasaan suka kepada Heru seketika merubah perasaannya menjadi benci, marah dan kecewa. Arabella pun berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya akan membuat Heru dan Bu Selena mendapatkan balasan atas perbuatan mereka.
Arabella yang masih terkejut dengan kenyataan yang diterimanya pun meminta izin kepada atasannya untuk tidak pergi bekerja. Arabella memilih kembali pulang ke rumahnya dan beristirahat lalu menenangkan fikirannya sambil membuat rencana untuk menyerat Heru dan Ibunya masuk ke dalam Penjara.
Arabella yang telah sampai di rumahnya pun segera mengganti pakaiannya dan pergi tidur. Namun tiba-tiba Arabella pun terbangun dari tidurnya setelah mendengar bunyi ponselnya. Ketika Arabella melihat layar ponselnya dan melihat Heru menghubunginya seketika itu juga Arabella pun teringat wajah orangtuanya yang telah meninggal dan penuh darah setelah diangkat dari jurang setelah kecelakaan itu terjadi.
Arabella pun menjadi marah, kesal dan benci. Arabella ingin sekali membuat Heru merasakan sakit yang teramat dalam sama seperti dirinya yang harus menerima kenyataan bahwa harus ditinggal selama-lamanya oleh orang yang sangat berharga bagi dirimu.
Arabella pun tidak menghiraukan panggilan dari Heru dan langsung memblokir nomor Heru di ponselnya. Heru yang merasa ada yang aneh dengan Arabella karena Arabella tidak biasanya tidak mengangkat teleponnya bahkan tak lama kemudian nomor Arabella tidak bisa dihubungi sama sekali sehingga Heru pun mulai berfikir aneh.
'Apa yang terjadi pada Bella? Apa telah terjadi sesuatu padanya? Apa ibu telah bergerak untuk menyingkirkan Bella? Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus melakukan sesuatu.' ucap Heru dalam hati.
Heru yang cemas dengan Arabella pun tidak tinggal diam. Heru pun segera memanggil Mike untuk mencari tau keberadaan Arabella dan mencari tau apa yang terjadi padanya.
Tanpa disadari Arabella tiba-tiba ada sebuah mobil polisi yang sedang berbunyi dengan nyaring dan mengarah ke rumahnya. Lalu ketika sampai di depan rumah Arabella, Polisi itu pun turun dan mengetuk pintu rumah Arabella.
Arabella yang masih memakai pakaian rumah pun segera turun dan memeriksa siapa tamu yang datang di pagi hari. Arabella yang tidak pernah berfikir buruk tentang alasan kedatangan polisi menemuinya pun akhirnya membukakan pintu dan bertanya dengan sopan.
"Apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Arabella sopan
"Apa benar ini Nona Arabella Castella?" tanya Polisi.
"Benar saya sendiri, Pak." ucap Arabella.
"Anda ditangkap atas tuduhan Pembunuhan berencana pada orangtua anda sendiri." ucap Polisi.
"Apa? Itu mustahil Pak. Saya tidak mungkin melakukan hal itu pada kedua orangtuaku sediri." ucap Arabella membela diri.
__ADS_1
"Maaf Nona tapi anda harus ikut kami ke kantor polisi dan ini adalah Surat Penangkapan anda." ucap salah satu Polisi.
"Tidak! Saya tidak bersalah. Bagaimana bisa saya ikut dengan anda?" ucap Arabella menolak.
"Maaf Nona. Anda tidak punya hak menolak. Anda harus ikut kami sekarang. Anda bisa jelaskan itu di kantor polisi." ucap Polisi.
Arabella yang tidak terima ditarik paksa pun menolak dengan keras hingga akhirnya Arabella pun menyerah dan ikut dengan sukarela dengan syarat mengunci rumahnya terlebih dahulu.
Lalu, Arabella pun ikut pergi ke kantor polisi dengan tangannya diborgol oleh kedua polisi itu. Arabella sangat yakin jika ini adalah perbuatan Heru dan ibunya sehingga membuat Arabella semakin membenci Heru dan berjanji akan membalas keduanya setelah dirinya bebas dari semua tuduhan palsu itu.
Ketika Arabella sampai di kantor polisi, kedua polisi yang menangkap Arabella langsung menggiringnya masuk ke dalam sel tahanan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Arabella. Arabella menagih janji kedua polisi itu yang mana akan memberikannya kesempatan untuk membela diri tapi ternyata melanggar janjinya dan memaksa Arabella masuk ke dalam Ruang Penjara.
Arabella yang tidak terima perlakuan dan tindakan kedua polisi itu pun memberontak sehingga menimbulkan keributan lalu membuat semua orang fokus melihatnya.
Di saat Arabella membuat keributan di kantor polisi, diam-diam ada seseorang yang sedang memperhatikannya dan mengingat-ingat wajah Arabella yang menurutnya sangat familiar.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
π₯°πππ
Terima kasih
β Noteβ
Kira-kira siapa ya yang memperhatikan Arabella?
π€π€**
__ADS_1