CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 33. Akuisisi


__ADS_3

Edo yang telah bekerja dengan sangat keras akhirnya berhasil mengambil alih perusahaan yang mencoba menghancurkan Perusahaan Arthama Jaya Group.


Edo telah menghancurkan pasar saham sehingga mempengaruhi beberap Perusahaan berkembang dan salah satunya adalah Perusahaan A. Setelah saham di Perusahaan A hancur, Edo datang membeli seluruh saham lalu kemudian menstabilkan kembali harga saham dalam waktu singkat.


Edo yang telah menjalankan perintah dengan baik segera menemui Dimas di Kediamannya untuk melapor. Ketika sampai, Edo disambut senyuman oleh Pak Antoni dan Pak Antoni mengantar Edo ke tempat Dimas berada.


Dimas yang sedang duduk di depaj laptopnya dengan wajah serius dan juga dingin tiba-tiba terganggu dengan adanya suara ketukan pintu. Dimas yang sebenarnya tidak ingin diganggu berencana untuk menghiraukan ketukan itu tapi setelah mendengar suara Edo dari balik pintu Dimas pun mengizinkannya masuk.


"Masuk!" perintah Dimas dengan ekspresi dingin dan datar sambil tetap berfokua pada layar laptopnya tanpa sekalipun melihat ke arah Edo yang telah masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Katakan, ada perlu apa?" tanya Dimas dingin dan cuek sambil menatap ke arah Edo berdiri.


"Tuan Muda, tugas yang anda berikan telah saya jalankan dengan sangat baik. Sekarang Perusahaan A telah jatuh ke tangan Perusahaan Arthama Jaya Group. Selamat Tuan Muda." ucap Edo dengan senyum mengambang di pipinya sambil menatap lurus dengan rasa percaya diri yang tinggi.


"Bagus! Aku tau kau pasti bisa." Ucap Dimas tetap dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi.


Setelah mendapatkan kabar gembira itu, Dimas terfikirkan cara untuk melaksanakan pertunangan dengan Arabella tanpa diketahui siapapun.


Dimas kemudian memanggil Pak Antoni datang menemuinya lalu memerintahkannya memanggil Arabella datang menemuinya di ruang kerjanya.


Pak Antoni yang sangat tau jika Dimas tidak pernah mengizinkan siapapun masuk ke dalam ruang kerjanya sekalipun itu Clara, mantan kekasih Dimas. Sekarang Pak Antoni tau dimana posisi Arabella di hati Dimas.


Arabella yang diminta datang menemui Dimas pun memenuhi permintaan Dimas. Arabella yang telah tinggal di Kediaman Dimas selama beberapa hari sudah mulai terbiasa dengan kesehariannya.


Arabella yang hampir tak memiliki baju, sepatu ataupun tas yang tersisa dari perampokan dan penculikanny kemarin terpaksa menerima semua barang yang dibelikan oleh Dimas sehingga mengubah penampilan Arabella 180° menjadi wanita cantik dan juga anggun dengan berbagai barang mahal melekat ditubuhnya

__ADS_1


Arabella yang telah berada di depan pintu ruang kerja Dimas setelah diarahkan oleh Pak Antoni pun mendengar Pak Antoni masuk. Dimas yang mendengarnya langsung memberi izin.


Arabella dan Pak Antoni pun masuk ke dalam ruangan itu. Arabella yang baru pertama kali melihat ruang kerja Dimas merasakan kesan yang nyaman dan juga familiar yang tidak diketahui Arabella alasannya.


Ruang kerja Dimas tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil karena masih ada ruang untuk orang berdiri dan duduk. Di dalam ruangan itu terdapat satu set meja kerja dengan tumpukan map dan alat tulis. Di ruangan itu juga terdapat sebuah rak buku yang cukup besar dimana banyak buku tersusun dengan rapi. Di samping jendela ruang kerja itu terdapat satu buah sofa dengan meja kecil untuk meletakkan segelas cangkir dan sepiring kue.


Ruangan itu didominasi dengan warna putih, coklat tua dan warn kream sehingga membuat suasana menjadi nyaman dan letak ruang kerja yang jendelanya menghadap sebuah taman yang indah dapat memperbaiki perasaan yang lelah setelah bekerja.


Dimas yang melihat Arabella telah datang langsung menunjukkan senyum terbaiknya. Mata Dimas langsung memancarkan perasaan hangat, penuh perhatian dan kasih sayang.


Pak Antoni dan Edo yang tak pernah melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Dimas sekarang yang ditunjukkan langsung kepada Arabella menjadi sangat terkejut. Meskipun Dimas pernah memiliki seorang kekasih di masa lalu, Dimas tidak pernah menunjukkan sikap dan juga ekspresi seperti itu.


Pak Antoni dan Edo tidak merasakan hal yang salah ataupun aneh justru mereka merasa sangat bersyukur karena akhirnya Tuan Muda mereka bisa menunjukkan perasaannya juga layaknya orang-orang kebanyakan.


Dimas yang duduk di sofa di dekat jendela kemudian memanggil Arabella untuk mendekat kepadanya. Secara naluriah, Arabella pun berjalan mendekat dengan santai ke arah Dimas. Dimas yang melihat Arabell yang patuh pun tersenyum puas.


Dimas kemudian menuntun Arabella untuk berjalan semakin dekat dengannya lalu menariknya ke dalam pangkuannya dengan cepat dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Arabella.


Arabella yang terkejut tidak bisa merespon semua yang terjadi dengan cepat. Arabella hanya bisa terduduk dengan pasrah di atas pangkuan Dimas dengan ekspresi wajah kaget, terkejut dan bingung.


Pak Antoni dan Edo yang masih berdiri di hadapan Dimas hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka dan dengan ekspresi wajah yang bodoh karena merasa sangat sulit memahami apa yang baru saja terjadi.


Pak Antoni dan Edo yang bingung dan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat tanpa disadari memutarkan kepalanya dan saling berhadapan. Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut keduanya hanya mata mereka saja yang berbicara seolah sedang mengobrol menggunakan telepati.


"Apakah aku tidak salah lihat?" tanya Edo ketika menatap ke dalam mata Pak Antoni.

__ADS_1


Pak Antoni yang seolah tau apa yang ingin dikatakan oleh Edo hanya menggelengkan kepala.


Lalu, setelah beberapa saat, Pak Antoni dan Edo pun tersadar lalu melihat ke depan ke arah dua muda-mudi yang sedang kasmaran.


Di saat bersamaan, Arabella pun akhirnya sadar dari keterkejutannya. Arabella yang ingat jika dirinya tak hanya berdua saja dengan Dimas di dalam ruangan itu seketika membuat wajah Arabella berubah menjadi merah karena malu. Arabella pun berusaha untuk bangun dari pangkuan Dimas tapi Dimas yang tau jika Arabella ingin melarikan diri dengan sengaja mengeratkan pelukannya dan membuat Arabella semakin sulit untuk bergerak.


Edo yang melihat Dimas yang sedang menatap Arabella dengan penuh kasih dan perhatian ditambah dengan sikap Dimas yang tidak malu bermesraan di depannya membuat Edo tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengutuk Dimas dan Arabella karena selama ini Edo adalah seorang jomblo sejati.


'Tuan Muda sungguh tidak berperasaan. Apa dia tidak sadar jika ada seorang pria lajang yang tak pernah merasakan sentuhan hangat seorang wanita seumur hidupnya selain ibu? Sungguh malang nasibku. Oh, Tuhan! Kirimkanlah aku seorang dewi yang cantik dan seksi agar status Jomblo sejatiku ini pecah telur juga.' ucap Edo dengan wajah memelas dan tanpa semangat.


Di lain sisi, Arabella yang kesal karena Dimas tidak mau melepaskan dirinya menjadi sangat marah dan mengancam Dimas jika tidak segera melepasnya.


"Lepaskan aku sekarang juga! Dasar pria mesum!" bisik Arabella ke arah telinga Dimas. Suara itu tidaklah besar tapi dapat dengan jelas terdengar di telinga Dimas.


Dimas yang mendengar perkataan Arabella pun tersenyum senang dan semakin tidak ingin melepaskan Arabella dari pangkuan dan pelukannya.


"Jangan bergerak! Lakukan tugasmu dengan baik! Apa kau lupa dengan isi perjanjian kita? atau kau ingin jika perjanjian itu dibatalkan maka teruslah memberontak." ucap Dimas dengan senyum licik di wajah tampannya.


'Dasar Pria mesum! Awas saja kau! Setelah mereka pergi aku pastikan akan memukulmu hingga kau meminta ampun' ucap Arabella dalam hati.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen, Love dan Votenya ya..


Terima kasih..

__ADS_1


🥰😍😘☺


__ADS_2