CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 79. Perlahan tapi Pasti


__ADS_3

Bu Selena yang marah pun melihat ke arah Asisten Pribadinya dan langsung memberikannya tugas dengan ekspresi wajah yang serius.


"Urus penyebaran berita Heru, aku tidak mau hal ini akan merusak reputasinya!" ucap Bu Selena dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan.


"Bruk!"


"Aku sudah pernah bilang untuk tidak bermain dengan wanita yang tidak memiliki latar belakang karena hanya akan menjadi beban dan lihat sekarang semuanya terbukti!"ucap Bu Selena dalam hati sambil duduk bersandar di sofa sambil memijat kepalanya yang pusing dengan banyaknya masalah yang datang hampir bersamaan.


Bu Selena yang terduduk sendiri mengambil handphonenya dan menghubungi Heru tapi tidak mendapatkan jawaban apapun hingga akhirnya Bu Selena menghubungi Asisten Heru.


"Kring! Kring! Kring!" bunyi suara handphone.


"Kemana anak ini? Aku hanya memiliki seorang Putra tapi tidak pernah berhenti membuatku khawatir dan cemas!" gumam Bu Selena yang terus menghubungi Heru tapi tidak mendapatkan jawaban.


"Aku akan menghubungi Asistennya dan meminta Asistennya untuk membawa Heru pulang segera!" ucap Bu Selena dalam hati sambil memainkan layar handphonenya dengan wajah gelap dan keringat yang terus mengalir di pipinya.


"Kring!" bunyi suara handphone.


"Halo, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Mike dengan sopan dan lembut dengan nada yang penuh hormat saat mengangkat telepon dari Bu Selena.


"Apa kau sedang bersama Heru?" tanya Bu Selena langsung ke intinya dengan ekspresi wajah yang serius dan dengan nada emosi.


"Tu-Tuan Muda ada bersama saya tapi saat ini Tuan Muda sedang tidur, Nyonya." jawab Mike dengan nada tegas dengan keringat yang mengalir ke pipi dan dahinya dengan ekspresi wajah yang cemas.


"Segera bangunkan dia dan bawa dia kembali ke Rumah!" perintah Bu Selena dengan ekspresi wajah yang serius dan nada yang marah.


"T-tapi Nyonya... Saat ini Tuan Muda..." jawab Mike yang terbata-bata dengan wajah cemas dan ekspresi wajah yang gelap.


"Tidak ada tapi, jangan mencoba menawar denganku. Kau pasti tau berita yang sedang tersebar saat ini!" ancam Bu Selena dengan nada tinggi.


"Saya mengerti, Nyonya." jawab Mike dengan ekspresi dan nada yang patuh dengan keringat yang mengalir ke dahi dan pipinya.


Bu Selena yang telah melaksanakan tugasnya merasakan kepalanya sangat sakit sehingga seorang pelayan senior segera datang dan memijat kepala Bu Selena yang akhirnya membuat Bu Selena duduk bersadar di sofa dengan sangat nyaman.


"Semua masalah ini benar-benar membuat kepalaku sangat sakit!" ucap Bu Selena sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Nyonya pasti sangat lelah, saya akan memijat kepala Nyonya. Nyonya bisa berbaring dengan santai disini." ucap Seorang Pelayan senior dengan raut wajah cemas sambil melihat ke arah Bu Selena.


"Terima kasih, Bik." jawab Bu Selena dengan senyum lembut sambil melihat ke arah Pelayan Senior itu.


Di sisi lain, Apartemen Clara yang sudah rapi berubah menjadi berantakan kembali setelah Clara melihat semua berita tentangnya.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" teriak Clara yang marah sambil melempar gelas yang ada di tangannya.


"Brak!"


"Prang!"


"Ada apa? Kenapa kau marah-marah? Apa kau tidak lihat jika ini masih sangat pagi!" teriak Alea yang terbangun dari tidurnya setelah bergadang menyelesaikan tugas yang diberikan Clara padanya.


"Melihat? Mata? Kau yang tidak punya mata! Dasar Asisten tidak berguna!" teriak Clara yang kesal sambil melempar beberala bantalan sofa ke tubuh Alea dengan sangat keras.


"Brak!"


"Bang!"


"Bruk!"


"Apa maksudmu Clara? Aku tidak mengerti sama sekali!" ucap Alea dengan wajah yang bingung dengan keringat yang mengalir ke pipinya.


Clara yang sangat kesal pun melemparkan Sebuah Tablet ke arah Alea yang langsung ditangkapnya dengan sekuat tenaga lalu melihat apa yang ada di dalamnya.


"Syut!"


"Agh!"


Alea yang melihat berita itu memasang wajah bingung dan ekapresi polos namun di dalam hati Alea tertawa bahagia.


"Ba-bagaimana ini bisa terjadi? Sunguh, aku sudah melakukan semua yang kau perintahkan Clara. Aku bahkan membayar wartawan dan juga beberapa pemilik Akun Gosip untuk menyebar berita untuk merusak reputasi Arabella." jawab Alea dengan wajah tidak bersalah serta bingung disaat bersamaan dengan keringat yang mengalir di dahi dan pipinya serta tatapan mata yang sedih yang membuat semua yang dikatakannya adalah kebenaran.


"Rasakan itu! Aku sudah menduga hal ini terjadi. Ini pasti perbuatan Tuan Muda Dimas. Sekarang karirmu sudah benar-benar hancur Clara!" ucap Alea dalam hati sambil tersenyum puas di balik kedua tangannya yang menutupi wajahnya karena berpura-pura menangis.

__ADS_1


"Huhuhu... Aku sungguh sudah melakukan semua yang kau katakan Clara. Aku berani bersumpah dan kau bisa lihat sendiri buktinya di handphoneku." ucap Alea sambil berpura-pura menangis bahkan sampai mengeluarkan air mata.


Clara yang melihat kondisi Alea yang sangat menyedihkan mulai berfikir jika Alea tidak akan berbohong padanya sehingga membuat Clara bertanya apa yang telah terjadi sebenarnya.


"Apa yang telah terjadi? Bagaimana ini bisa terjadi? Aku semalam juga sudah memastikan bahwa semua orang telah membuat berita tentang hubungan Dimas dan Arabella yang selingkuh dibelakangku tapi tidak tau apa yang terjadi sekarang aku yang menjadi sasaran netizen!" ucap Clara dalam hati sambil mengigit kuku jarinya sambil melihat ke arah luar balkon dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Apa jangan-jangan ..." ucap Clara lagi dalam hati sambil berbalik meliat ke arah Alea dengan sorot mata yang tajam.


"Kenapa semua malah jadi seperti ini jika kau benar-benar telah melakukan semua yang aku perintahkan?" tanya Clara dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal padahal dalam hati Clara sudah bisa menebak apa yang terjadi.


"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi tapi berdasarkan berita yang aku baca saat ini sepertinya ada orang yang telah membantu Arabella memulihkan reputasinya." ucap Alea dengan wajah serius sambil melihat ke arah layar tablet sambil terus mencari tau apa yang terjadi.


"Pasti Dimas! Tidak ada orang lain yang memiliki kekuasaan dan juga uang untuk melakukan ini semua dalam waktu singkat!" ucap Clara yang marah lalu melemparkan semua barang yang ada di sampingnya.


"Prang!"


"Brak!"


"Bruk!"


"Sial!" teriak Clara dengan sangat keras hingga membuat urat-urat nadi yang ada di dahinya keluar dan membuat wajah Clara menjadi sangat merah karena menahan amarah.


"Sepertinya yang membantu Arabella benar Tuan Muda Dimas dan Tuan Muda Dimas juga menyebarkan bukti untuk memperkuat ketidakbersalahan Arabella tapi ada satu hal lain yang membuat reputasimu semakin buruk yaitu berita yang dibuat oleh Tuan Muda Heru." jawab Alea dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius dengan keringat yang mengalir ke pipi dan dahinya.


"Sekarang kau akan benar-benar hancur. Siapa suruh kau berani bermain dengan dua Tuan Muda Keluarga Arthama Jaya. Kau itu orang yang sangat serakah, Clara!" ucap Alea dalam hati sambil tersenyum jahat yang disembunyikannya dibalik tablet yang menutupi setenga wajahnya sambil memasang mimik wajah yang sedih.


"Apa? Heru?" teriak Clara dengan wajah yang bingung dan cemas dengan mata dan mulut yang terbuka lebar sambil memasang wajah gelap.


"Bagaimana bisa Heru juga terlibat? Kenapa dia melakukan ini juga padaku! Sialan! Gadis kampung itu ternyata berhasil menggoda Heru juga!" ucap Clara dalam hati dengan wajah yang marah dan kesal dengan raut wajah yang berwarna merah seperti udang rebus dengan alis yang naik ke atas dan sorot mata yang tajam seperti pisau.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


😊😍😘

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2