
Alexa yang menemukan kesempatan bagus untuk menyelesaikan misinya dan segera mendapatkan hadiahnya pun segera menghubungi Alea dan Shaha lalu meminta mereka berdua untuk bertemu.
Alexa yang menyadari waktu untuk eksekusi kehancuran Clara hanya tinggal satu hari lagi pun bergerak cepat menyusun rencana dengan sangat matang dan menjelaskan semua tugas keduanya.
Alea dan Shaha yang memiliki dendam dan kebencian yang sama terhadap Clara ternyata dapat bekerjasama dengan sangat baik.
"Ternyata pilihanku tidak salah. Mereka berdua pasti bisa melaksanakan tugasnya dengan sangat baik." ucap Alexa dalam hati dengan ekspresi wajah senang dengan topeng yang masih dipakai olehnya.
Alea dan Shaha yang mengerti akan tugasnya pun melaksanakan tugas itu dengan sangat baik hingga waktunya tiba.
Sementara itu, Dimas dan Arabella yang juga diundang dalam Acara Penghargaan Internasional pun telah bersiap untuk menghadiri acara tersebut.
Namun sebelum Arabella selesai berdandan, Dimas mendapatkan informasi yang membuatnya sangat puas.
"Tok! Tok! Tok!" suara ketukan pintu.
"Masuklah!" ucap Dimas yang berada di dalam ruang kerja dengan setelan jas lengkap dengan nada bicara yang dingin dan wajah tanpa ekspresi.
"Tuan Muda, saya mau melaporkan bahwa rencana untuk kehancuran Nona Clara akan dilakukan hari inu juga dan beritanya akan dipublikasikan ke seluruh dunia." ucap Edo yang telah berdiri di depan Dimas dengan ekspresi wajah yang serius sambil menyerahkan sebuah data.
"Bagus sekali." ucap Dimas yang senang sambil membaca laporan Edo.
Edo yang merasa jika tugasnya telah selesai pun pergi meninggalkan Dimas sendiri dan keluar melanjutkan tugasnya dengan baik.
"Sepertinya malam ini akan ada pertunjukan yang sangat menarik yang akan terjadi." ucap Dimas dengan senyum sinis dan eskpresi bahagia sambil meminum segelas wine dan berdiri di depan balkon.
Tak disangka tiba-tiba Arabella yang dikira Dimas masih bersiap-siap ternyata telah berdiri di belakangnya dan mendengar apa yang dikatakannya.
"Pertunjukan bagus apa yang akan terjadi malam ini?" tanya Arabella dengan suara rendah yang berdiri tidak jauh di belakang Dimas.
"Ah, kapan kau masuk? Aku tidak mendengar suara ketukan pintu ataupu suara pintu dibuka?" tanya Dimas mencoba mengalihkan perhatian Arabella sambil meletakkan gelas winenya di atas meja.
__ADS_1
"Aku sudah mengetuk pintu berulang kali dan bahkan aku terus memanggilmu tapi tidak ada jawaban." jawab Arabella dengan ekspresi wajah yang terlihat jujur karena tidak ingin disebut tukang nguping.
"Ah, benarkah? Maaf, itu semua salahku. Baiklah ayo kita pergi." ucap Dimas yang dengan mudah mengaku salah sambil berjalan mendekati Arabella dan mengajaknya turun ke lantai bawah.
"Baiklah." ucap Arabella dengan suara rendah dan ekspresi wajah yang sedikit kecewa
Arabella yang tau jika Dimas adalah orang yang sibuk dan memiliki pekerjaan yang banyak serta tanggungjawab yang berat karenanya Arabella tidak ingin memaksa Dimas memberitaunya dan memilih menunggu hingga Dimas menceritakannya sendiri.
Sementara itu, Clara yang telah heboh sejak pagi pun sedang melakukan sentuhan terakhir pada makeup dan penampilannya.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Clara kepada semua Tim yang membantu persiapannya dengan ekspresi wajah yang penuh harap dan semangat yang membara.
"Nona Clara terlihat sangat cantik dan saya yakin semua orang pasti akan sangat terpesona dengan kecantikan Nona." puji salah seorang TIM Persiapan dengan ekspresi wajah bahagia dan senyum yang lebar.
Clara yang telah selesai makeup dan telah telah memakai gaunnya pun melakukan sesi foto terlebih dahulu untuk di posting di halaman sosial medianya.
Sementara itu, Shaha yang hanya diam dan tidak banyak bicara ternyata terus berhubungan dengan Alea. Shaha menceritakan semua apa yang dikatakan Clara dan menceritakan semua jadwal Clara secara detail.
"Kali ini aku tidak sendiri. Aku yakin aku pasti bisa menghancurkanmu Clara. Aku tidak akan membiarkanmu dan orang tuamu bahagia setelah apa yang telah kalian lakukan pada orang tuaku." ucap Alea dengan ekspresi wajah yang marah dan sorot mata yang tajam penuh dengan kebencian.
Clara yang telah selesai melakukan sesi foto pun bergegas turun dari Apartemennya dan pergi ke tempat Acara Penghargaan Internasional berlangsung.
Tak butuh waktu lama, setelah berada di dalam mobil selama 45 menit akhirnya Clara pun sampai setelah dibantu pihak keamanan setempat untuk memecah kemacetan untuknya.
"Akhirnya orang-orang bodoh dengan perut yang buncit ini ada gunanya juga. Jika tidak karena uang yang banyak maka tidak akan ada satupun yang bekerja dengan baik." sambil memainkan handphonenya melihat komentar netizen tentang penampilannya yang sangat cantik dan memukau.
Clara yang telah sampai ternyata telah ditunggu oleh para penggemarnya yang merasa simpati terhadap kandasnya hubungannya dengan Dimas.
Clara yang datang ternyata mendapatkan banyak sekali bunga dan coklat. Clara yang sebenarnya tidak menyukai pemberian hadiah dengan harga yang murah pun tidak bisa menolak hadiah itu secara langsung dan hanya bisa menerimanya dengan senyum yang lebar.
Clara yang tidak ingin berlama-lama disana pun mengambil alasan jika dirinya harus segera ke Acara Penghargaan Internasional secepatnya dan Clara pun menyerahkan semua hadiah itu kepada Shaha yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Shaha yang mendapatkan ide yang bagus untuk memperburuk citra Clara pun dengan senang hati dan patuh menerima semua bunga dan coklat tersebut.
Clara yang tidak ingin merusak imagenya sebagai wanita baik yang lembut dan penuh perhatian pun hanya bisa tersenyum lebar dan melambaikan tangan kepada semua fansnya.
Clara yang telah masuk ke dalam lift pun langsung menghapus wajah malaikatnya dan berubah kembali menjadi dirinya semula yang membuat Shaha menjadi sangat takjub dengan kemampuan Clara.
"Berikan tisu basahnya!" perintah Clara dengan ekspresi wajah yang jutek sambil mengulurkan tangannya kepada Asisten Pribadinya.
"Kemampuannya sangat bagus. Jika aku tidak bisa menjebaknya kali ini maka tidak akan ada kesempatan lain kali untuk membalasnya. Jadi bagaimanapu caranya aku harus berhasil!" ucap Shaha dalam hati dengan tangan yang mengepal tangkai bunga dan kotak coklat dengan sangat erat.
Clara yang telah berada di pintu Acara Penghargaan Internasional pun diminta untuk berfoto terlebih dahulu. Clara yang sadar bahwa ini adalah sesi yang penting untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya.
Clara yang merupakan seorang model yang telah melakukan pemotretan di berbagai tempat dan dunia pun merasa jika sesi ini sangatlah mudah baginya.
Sejak di sorot oleh kamera, Clara telah melakukan berbagai macam pose yang membuat semua wartawan dan penonton yang datang menjadi tercengang dengan kemampuan Clara.
Clara yang telah meninggalkan kesan yang baik tentang dirinya pun merasa jika semua telah cukup dan masuk ke dalam Acara berada.
Clara yang tidak ingin ditemani Asisten ataupun Menegernya pun memerintahkan keduanya untuk pergi menjauh darinya dan tepat beberapa menit setelah kepergian Asisten dan Menegernya seseorang datang dan menabrakkan minuman ke gaun indah Clara.
"Aduh! Maafkan saya Nona! Saya sungguh tidak sengaja!" ucap Pria yang menabrakan minuman ke gaun Clara dengan ekspresi wajah ketakutan dan merasa bersalah dengan suara yang sangat keras hingga menarik perhatian artis lain.
Clara yang ketumpahan wine di ujung gaunnya menjadi sangat marah dan kesal dan mencoba memukul orang tersebut tapi karena disana terdapat banyak orang yang melihat kejadian itu. Clara pun terpaksa melepaskannya.
"Dasar manusia-manusia rendahan. Apakah dia tidak tau harga dari gaunku ini? Sial! Ingin sekali aku menghajar dan memukulnya hingga puas bahkan hingga tidak bisa berdiri lagi tapi karena aku harus menjaga imageku maka aku harus tenang dan mencari cara lain untuk memberinya pelajaran!" ucap Clara dalam hati sambil menggenggam erat tangannya dengan ekspresi wajah yang kesal.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya
Terima kasih
__ADS_1