
Malam pun datang dengan cepat, Clara yang punya janji dengan seorang Sutradara ternyata sudah siap dengan dandanan yang berani dan elegan dengan gaun berwarna merah maroon dan sepatu hak tinggi berwarna hitam menunjukkan bahwa Clara adalah wanita yang cantik sejak lahir.
"Hah, aku tidak suka melakukan ini tapi Anak tidak tau malu itu terus memaksaku. Baiklah, aku hanya akan pergi makan malam lalu pulang." guman Clara dengan nada rendah sambil mengaplikasikan lipstik berwarna merah maroon di bibir indahnya sambil membungkukkan tubuhnya ke depan cermin.
Alea yang khawatir jika Clara akan lepas kendali sekali lagi mengingatkan Clara akan tugasnya yang membuat Clara semakin kesal dan menabrak Alea dengan sengaja hingga terjatuh ke lantai.
"Clara, kau harus ingat untuk tidak membuat masalah. Jangan sampai Pak Sutradara membatalkan kontrak ini juga." ucap Alea seolah memberikan peringatan kepada Clara dengan sorot mata yang tajam dan penekan kata di beberapa kata yang diucapkannya.
"Kau tidak usah terus-terusan mengatakan hal itu. Aku sangat bosan mendengarnya." ucap Clara dengah nada tinggi yang kesal sambil menaikkan alisnya ke atas dengan dua tangan bersilang diletakkan di dadanya.
"Aku hanya mengingatkanmu Clara. Ini semua demi kebaikanmu dan karirmu. Oke!" ucap Alea mencoba membujuk Clara dengan beberapa kata yang tetap tidak mendapatkan respon yang baik.
"Semua kontrak kerja yang telah kau tandatangani sampai saat ini telah dibatalkan sepihak karena gosip yang beredar. Meskipun pihak kita telah melakukan banyak hal untuk mengubah opini publik tapi tidak ada yang berhasil. Jadi kau tidak boleh kehilangan pekerjaan ini jika kau tetap ingin bertahan di dunia hiburan." ucap Alea lagi dengan ekspresi wajah serius dan sorot mata yang tajam.
"Hmm!" ucap Clara dengan ekspresi kesal dengan wajah yang memerah karena menahan amarah yang langsung berjalan menuju ke luar sambil mengambil kunci mobilnya.
"Bruk!" Alea terjatuh.
"Tap! Tap! Tap!" suara langkah kaki Clara
"Aku harus bersabar. Ini tidak akan bertahan lama, roda waktu pasti akan berputar. Aku pasti bisa!" ucap Alea dalam hati dengan sorot mata yang tajam sambil melihat kepergian Clara dari Apartemen.
Clara pun pergi menemui Sutradara menuju alamat yang telah dikirim. Clara yang tidak ingin pergi pun berjalan dengan malas-malasan tapi saat dirinya telah sampai di Ruang VIP yang telah dipesan oleh Sutradara langsung mengubah ekspresi wajahnya.
"Baiklah. Kita anggap ini sebagai latihan akting menghadapi orang yang tidak disukai." ucap Clara dalam hati sambil membuka pintu menuju Ruang VIP dengan senyum lembut dengan sorot mata yang lembut dengan langkah kaki yang anggun.
Sutradara Bramasta yang telah menunggu kedatangan Clara pun mendengar suara langkah sepatu segera menoleh dan melihat kedatangan Clara yang terlihat sangat cantik membuat Sutradara tidak bisa menahan ekspresinya mengangumi kecantikan alami Clara.
"Selamat malam. Kau cantik sekali malam ini." ucap Sutradara Bramasta dengan senyum ramah sambil berdiri menyambut kedatangan Clara sambil berjalan mempersilahkan Clara untuk duduk di depannya.
"Terima kasih Sutradara. Saya sangat tersanjung dengan pujian itu." ucap Clara dengan wajah yang memerah dengan ekspresi wajah yang malu-malu.
__ADS_1
"Dasar tua bangka! Beraninya kau melihatku dengan ekspresi wajah menjijikkan seperti itu. Awas saja jika dia berani macam-macam denganku. Aku akan membuatnya menyesal." ucap Clara dalam hati dengan ekspresi wajah marah yang dituutupi dengan senyum lembut.
Sesaat kedatangan Claa, Pelayan Pria pun segera masuk ke dalam ruangan dan membawa dua hidangan yang terlihat sangat lezat dan juga sebotol wine yang terlihat sangat mahal yang dituangkan di cangkir yang membuat suasana menjadi sangat romantis.
"Srak!"
"Syut!"
"Tap! Tak!"
"Nikmatilah hidangannya. Aku harap kau menyukainya." ucap Sutradara Bramasta sambil mempersilahkan Clara memakan makanannya dengan senyum lembut yang juga langsung mengambil garpu dan pisau untuk menyantap makanan yang ada di depannya.
Clara yang tidak menyukai suasana yang menjadi sangat intens mulai memasang kewaspadaan yang tinggi dan mulai mengutuk Alea dalam hati berulang-ulang kali.
"Kau membuatku menjadi tumbal sementara kau enak-enakan bersantai di Apartemennku. Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti!" ucap Clara dalam hati sambil terus menyantap hidangan yang ada di depannya dengan senyum lembut.
Clara yang tidak menyukai kesunyian yang terjadi sehingga Clara memulai perbincangan dan langsung menuju ke inti tujuan kedatangannya menemui Sutradara Bramasta.
"Ah, aku senang kau menyukainya. Aku sudah khawatir jika hidangan ini tidak sesuai dengan seleramu!" ucap Sutradara Bramasta sambil mengambil gelas wine yang ada di tangannya lalu meminumnya sambil terus menatap Clara yang menurutnya sangat cantik.
"Pantas saja dua Tuan Muda Kaya dari Keluarga Arthama Jaya bisa tunduk dibawah kakinya ternyata Clara sangatlah cantik dan kecantikannya terlihat sangat alami dan tanpa operasi pelastik. Aku sangat mengagumi kecantikannya. Andai dia mau menjadi wanitaku!" ucap Sutardara Bramasta dalam hati dengan niat ingin memiliki Clara sambil terus menatap Clara yang sedang duduk di depannya seperti sebuah patung yang dipahat dengan sangat sempuna.
"Hmm, Sutradara, aku ingin menanyakan tentang Kontrak kerjasama kita. Apakah anda ..." ucap Clara yang teputus saat Sutradara Bramasta langsung mengatakan apa yang ada di fikirannya dengan ekspresi wajah bingung dan khawatir di saat bersamaan.
"Nona Clara tidak perlu khawatir. Kontrak Kerjasama kita akan terus berlanjut dan anda akan bermain di salah satu film saya sebagai salah satu Pemerann Utama tapi Nona Clara mungkin akan mengambil Peran sebagai Pemain Antagonis. Bagaimana?" tanya Sutradara Bramasta dengan terus terang sambil melihat respon yang diberikan oleh Clara dengan ekspresi wajah yang khawatir dengan keringat yang mengalir ke pipinya.
"Aku tau dia mau menerimanya atau tidak tapi semoga saja Nona Clara Setuju karena dengan begitu aku punya kesempatan mendekati dan memiliki hatinya." ucap Sutradara Bramasta dalam hati dengan perasaan bimbang dan menggebu-gebu.
"Apa peran antagonis? Apa dia tidak bisa memberikan aku peran yang lebih bagus? Tapi sudahlah aku akan mengalah dulu untuk saat ini. Yang terpenting adalah aku masih bertahan di dunia hiburan terlebih dahulu." gumam Clara dalam hati dengan senyum lembut membalas tatapan intens dari Sutradara Bramasta.
"Ah, aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Apakah Sutradara Bramasta bersedia mengirimkan contoh naskah ceritanya nanti dan memberikan surat kontrak ulang kepada Managerku?" tanya Clara dengan senyum lembut sambil mencoba menolak dengan halus karena tidak ingin kehilangan kesempatan ini begitu saja.
__ADS_1
"Tentu saja. Nona Clara tidak perlu khawatir. Saya akan segera mengirimkan naskah dan Surat Kontrak Kerjasama kembali sesegara mungkin." ucap Sutradara Bramasta dengan senyum lembut sambil melihat ke arah Clara.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, Acara Makan Malam itu pun berakhir dengan cepat hingga Sutradara Bramasta pergi mengantar kepulangan Clara dengan mengiring mobil Clara dari belakang.
Clara yang merasa sangat lelah segera masuk ke dalam Apartemennya setelah kepergian Sutradara Bramasta dan melihat Alea yang sedang berdiri di depan kompor memasak mie instan.
"Ah, aku sangat lelah!" gumam Clara yang masuk ke dalam Apartemennya sambil memijat lehernya yang terasa mulai berat dengan satu tangannya dengan wajah yang sangat lelah.
"Hmmm, mie ini untukku saja. Kau buat saja yang baru." ucap Clara yang langsung mengambil piring mie instan Alea yang telah jadi.
Alea yang tidak ingin berdebat pun mengalah dan membuat mie instan yang lain untuknya dan mencoba bertanya dengan hasil dari makan malam Clara dan Sang Sutardara.
"Srak!"
"Tak! Tak! Tak!"
"Hmm, bagaimana hasil dari obrolanmu dengan Sutradara Bramasta? Dia tidak akan membatalkan rencana untuk membuatmu menjadi seorang Aktris layar lebar, kan?" tanya Alea dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa penasaran yang tidak bisa ditahannya dengan sorot mata yang besar seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen.
"Apa lagi yang perlu kau konfirmasi tentu saja tidak? Aku adalah Clara Pricilia tidak akan ada seorang pria pun yang tidak akan tunduk di bawah kakiku. Tentu saja Sutradara itu akan menjadikanku seorang Aktris Layar Lebar karena aku lihat sepertinya dia menyukaiku tapi sayangnya dia bukan tipeku jadi aku hanya akan memanfaatkannya saja sampai tujuanku tercapai." ucap Clara dengan mulut yang masih dipenuhi dengan makanan dengan wajah yang penuh dengan percaya diri dengan kecantikannya.
"Tentu saja." jawab Alea dengan senyum lembut seolah mengkonfirmasi pernyataan Clara yang sangat percaya diri sambil terus bergerak memasak mie instan miliknya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
Hai, terima kasih telah menunggu updatenya karya Author. Maafkan Author yang tidak Update di dua hari terakhir jadi sebagai gantinya hari ini, Author akan crazy Update. Dukung Author selalu, ya. Terima kasih.
__ADS_1