CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 173. Supir Pengganti


__ADS_3

Dimas yang tidak mendapatkan satu petunjuk pun tentang yang telah terjadi pada Arabella pun meningkatkan kewasapadaannya dengan menambah beberapa Bodyguard.


Arabella yang tentu saja masih memiliki trauma dengan kejadian yang menimpanya membuat Arabella menerima saran Dimas dengan senang hati.


Sementara itu, Pak Bambang yang telah kehilangan posisi penting yang selama ini miliknya hanya bisa menggenggam tangannya dengan erat lalu kembali ke kediamannya.


Heru yang melihat Pak Bambang telah kembali pun datang menemuinya dan berbicara empat mata tentang rencana selanjutnya.


“Ayah! Kita harus menyingkirkan Dimas secepat mungkin!” ucap Heru secara spontan dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Ayah tau karena itu Ayah telah menghubungi Asosiasi Pembunuh Bayaran Internasional. Meskipun harus mengeluarkan uang yang banyak tapi jika itu untuk membunuhnya maka uang tersebut tidak menjadi masalah.” Ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang memerah karena menahan amarah.


“Bagus! Jika hal itu benar-benar terjadi maka impian Ibu akan dapat terwujud dalam waktu dengan!” ucap Heru dengan senyum yang pahit sambil menatap foto keluarga yang terpajang di belakang meja kerja Pak Heru.


“Tentu saja. Ibumu pasti akan sangat senang melihatmu bisa melupakan wanita yang tidak seharusnya ada di hatimu!” ucap Pak Bambang dengan nada suara yang sinis dan ekspresi wajah yang datar.

__ADS_1


Heru yang mendengar kata-kata sarkastik dari mulut Pak Bambang tidak memiliki kemarahan apapun lagi seperti sebelumnya karena saat ini Heru lebih merasa kehilangan sosok Ibu daripada sosok wanita yang dicintainya.


Keesokan harinya, Dimas yang memiliki jadwal yang padat pun harus pergi ke kantor sangat pagi dan tiba-tiba Pak Antoni yang biasanya berada di dalam Kediaman keluar menyampaikan sebuah pesan kepada Dimas.


“Tuan Muda! Tuan Muda!” panggil Pak Antoni dengan suara yang sedikit keras dengan ekspresi wajah kelelahan.


“Ada apa Pak Antoni?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata penasaran.


“Tuan Muda, supir yang akan mengantar Tuan Muda sedang berhalangan hadir jadi bisakah Tuan Muda menunggu sebentar karena supir pengganti akan segera sampai!” ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah bersalah dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Tidak perlu. Batalkan supir pengganti. Aku akan mengendarai mobil sendiri.” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang cuek sambil mengambil kunci mobil dari tangan pelayan yang berdiri di sampingnya dan masuk ke dalam mobil sendiri.


Dimas yang telah pergi meninggalkan Kediamannya pun mengendarai mobilnya seperti biasa sambil menghubungi Sekretarisnya yang ternyata telah berada di kantor lebih dulu darinya.


“Apakah kau sudah mengumkan kepada semuanya bahwa jadwal rapat akan dimajukan dua jam lebih awal?” tanya Dimas dengan tatapan mata yang menatap lurus ke depan.

__ADS_1


“Sudah, Tuan Muda. Saya juga sudah mengantur ulang jadwal pertemuan anda dengan beberapa kolega bisnis anda.” Ucap Icha dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


“Bagus. Sampai bertemu di Perusahaan.” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yan datar dan nada suara yang dingin.


Di saat Dimas mengendarai mobilnya dan tidak sengaja melihat seekor kucing yang melompat ke jalanan dan membuat Dimas menjadi terkejut.


Dimas yang sangat terkejut pun mencoba memijak rem tapi rem yang harusnya berfungsi yang membuat mobil berhenti ternyata tidak memiliki reaksi apapun.


“Tunggu! Ada apa ini? Kenapa remnya tidak berfungsi?” teriak Dimas dengan ekspresi wajah yang cemas dan nada suara yang terdengar panik.


Dimas yang tidak ingin menabrak kucing yang lewat pun membanting stir mobilnya ke arah samping menuju ke arah yang lain.


Lalu saat Dimas menghindari kucing yang hampir tertabrak sesuatu hal yang tidak disangka terjadi pada Dimas yang mengendarai mobilnya sendirian.


#Bersambung#

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jangan lewatkan Bab selanjutnya ya...


__ADS_2