
Edo yang mengetahui ada yang aneh dengan Mike mencoba mengikutinya tapi tidak disangka jika Mike orang yang sangat peka sehingga Edo harus gigit jari karena Mike menghilang dari pandangannya.
"Kemana dia pergi?" tanya Edo yang kebingungan dengan ekspresi wajah yang cemas sambil meliha ke kiri dan kanan tapi tidak menemukan apapun.
"Sial! Dia pasti mengetahui jika aku mengikutinya!" ucap Edo lagi dengan ekspresi wajah yang kesal sambil memukul udara dengan tangannya.
Edo yang tidak menemukan apapun menjadi sangat marah dan tiba-tiba handphonenya berbunyi dan mendapatkan informasi bahwa Ketua Ma telah sampai di Hotel bersama Anggotanya yang lain yang sedang berpencar di dalam Gedung Hotel.
"Kring! Kring! Kring!" suara Handphone berbunyi.
"Bos, saya dan yang lainnya telah sampai dan kami telah menyebar ke beberapa titik di dalam dan luar Gedung Hotel. Kami hanya tinggal menunggu perintah!" ucap Ketua Ma dari balik telepon dengan tangan di letakkan di dalam saku celananya dengan keringat yang mengalir di pipinya.
"Kalau begitu tunggu aba-aba dariku!" ucap Edo dengan nada yang serius dengan ekspresi wajah yang tajam sambil meliha ke depan.
Sementara itu, Pak Antoni yang telah terduduk di atas kursi sambil melihat ke seluruh CCTV satu per satu dengan mata terbuka lebar akhirnya menemukan sesuatu yang sangat mencurigakan.
"Aku harus menemukan apa yang sebenarnya menjadi kecemasan Tuan Muda! Aku tidak bisa membiarkan masalah apapun terjadi di Acara Pertunangan Tuan Muda!" ucap Pak Antoni dalam hati dengan mata yang terbuka lebar sambil melihat ke arah Monitor CCTV.
"Syuh!"
"A-apa ini?" gumam Pak Antoni dengan mata dan mulut yang terbuka lebar sambil memfokuskan penglihatannya pada satu bagian Monitor CCTV dengan ekspresi wajah yang serius.
Pak Antoni yang melihat ada beberapa orang yang sedang bersembunyi di balik semak-semak dan di atas pohon merasa jika ada seseorang yang ditungaskan benar-benar berencana menghancurkan Rencana Pertungan Dimas.
Pak Antoni pun langsung memanggil salah satu Penjaga CCTV dan mencari tau lokasi tempat dimana orang-orang itu berada.
"Srak!"
"Syut!"
"Dimana lokasi Kamera CCTV ini?" tanya Pak Antoni langsung tanpa menunda waktu sambil menunjuk ke salah satu Monitor CCTV dengan ekspresi wajah yang cemas.
__ADS_1
"I-Ini ada di ..." ucap Penjaga CCTV itu dengan terbata-bata yang kemudian terdiam sesaat sambil berfikir tentang lokasi sebenarnya Kamera itu.
Namun sebelum Penjaga CCTV yang diminta menjawab Penjaga yang lainnya langsung berteriak dan memberi tau Pak Antoni tentang lokasi itu.
"I-Itu ada di Taman Buah di sebelah barat Hotel. Ya- ya benar disana! Aku ingat karena itu adalah satu-satunya Pohon Mangga yang ada disini." teriak Penjaga CCTV yang sedang berdiri di samping Bodyguard.
Pak Antoni yang penasaran segera melihat lagi dengan jelas Gambar yang terambil dari Kamera CCTV tersebut dan menemukan bahwa apa yang dikatakan Penjaga itu benar.
"I-Ini benar Pohon Mangga!" gumam Pak Antoni dengan suara pelan dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius.
"Jadi mereka berencana bersembunyi Taman Buah karena tempat itu dipenuhi dengan pohon yang tinggi dan juga rindang sehingga sangat cocok untuk tempat persembunyian. Lalu tempat ini juga sangat dengan pintu belakang dari Hotel sehingga jika mereka ingin menyerang, mereka dapat melakukannya dari belakang dan mengejutkan semuanya!" ucap Pak Antoni dalam hati yang akhirnya mengetahui rencana dari orang-orang yang berniat jahat itu.
Pak Antoni yang tidak ingin jika tujuannya diketahui orang lain yang tidak memiliki kepentingan apapun akhirnya memberikan kode kepada dua Bodyguard untuk membuat dua Penjaga untuk tidur sementara waktu.
"Mereka berdua tidak boleh tau tentang Misi Rahasia ini jadi mereka harus dibuat pingsan. Lagipula mereka bukanlah Pegawai yang royal melihat dari cara kerja mereka!" ucap Pak Antoni dalam hati dengan tatapan mata dan senyum yang sinis.
"Brak!"
Dalam sekali pukul kedua Penjaga CCTV itu pun pingsan dan jatuh ke lantai. Pak Antoni yang melihatnya memberikan perintah untuk memindahkan keduaya. Keduanya pun diangkat dan diletakkan di ujung sudut dalam kondisi terduduk.
"Tak!"
"Brugh!"
Setelah masalah dengan Karyawan itu selesai, Pak Antoni langsung menghubungi Edo dan memberi taunya informasi yang didapatkannya sesegera mungkin.
"Kring!"
"Ada apa Pak Antoni?" tanya Edo dengan nada penasaran dan terburu-buru dari balik telepon dengan keringat yang mengalir di dahinya.
"Aku menemukan sekelompok orang sedang bersembunyi di Taman Buah di sebelah Barat Hotel. Mereka bersembunyi di balik semak dan di atas pohon. Kau harus segera bergerak karena posisi mereka sangat dekat dengan pintu belakang Hotel!" ucap Pak Antoni tanpa jeda dengan ekspresi wajah yang sangat cemas dan keringat yang mengalir di pipi dan dahinya.
__ADS_1
"Aku mengerti! Segera beritau aku jika Bapak menemukan informasi lainnya!" ucap Edo sambil berlari menuju tempat yang diberi tau oleh Pak Antoni dengan kecepatan maksimal dengan ekspresi wajah yang cemas.
Edo yang menyadari jika menghubungi menggunakan handphone bukanlah cara yang efektif dan Edo yang menyadari jika alat komunikasi adalah hal yang sangat penting akhirnya meminta Pak Antoni untuk memakai earphone yang telah khusus diberikannya kepadanya sebelum menjalankan Misi dari Dimas.
“Pak Antoni, gunakan Earphone yang aku berikan padamu jika kau ingin memberi informasi dan kau juga akan mengetahui situasi yang terjadi menggunakan alat itu karena menelpon bukanlah cara yang efektif.” Ucap Edo dengan nada serius dan sorot mata yang tajam sambil terus berlari menuju lift menuju lantai bawah.
“Aku mengerti. Aku akan memakainya sekarang dan mematikan teleponku!” ucap Pak Antoni yang langsung mematikan teleponnya.
*Earphone \= Walkie Talkie Modern*
Pak Antoni yang mengerti langsung memakainya di telinga lalu melihat Monitor CCTV lagi sambil mengawasi apa yang sedang terjadi dan mencari tau apa masih ada musuh lain yang bersembunyi.
“Tes! Apa kau mendengarkanku Edo?” tanya Pak Antoni dengan wajah penasaran sambil memegang earphone yang sedang terpasang di telinganya dengan perasaan yang aneh.
“Ya, aku mendengarmu. Sekarang kita akan mulai operasinya!” ucap Edo dengan senyum licik di wajahnya dan sorot mata yang tajam.
Edo pun langsung menghubungi Ketua Ma untuk membawa anak buahnya menuju Taman Buah di bagan Barat Hotel dan pintu belakang Hotel secepat mungkin.
Ketua Ma yang mengerti langsung mengumpulkan Anggotanya dan memberi tau mereka bahawa misi kali ini adalah misi yang sangat penting lalu Ketua Ma segera memberi tau kepada seluruh Anggotanya untuk membagi diri menjadi dua kelompok dan memberi tau tugas masing-masing kelompok.
“Bos sudah mengetahui lokasi musuh dan ingin kita segera bergerak. Ingat misi kali ini adalah misi yang sangat penting. Acara Pertunangan Tuan Muda tidak boleh sampai gagal. Apa kalian mengerti?” tanya Ketua Ma dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius dan langsung mendapatkan pandangan dengan wajah gemetar dari Anggotanya.
“Aku akan membagi kalian menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan menyusup ke Taman Buah dan membunuh seluruh musuh yang ada dan kelompok yang lain bersembunyi di sekitar untuk menangkap musuh yang mencoba kabur atau lolos dari penyerangan.” Ucap Ketua Ma sambil menerangkan apa yang harus dilakukan Anggotanya.
Dalam waktu singkat semuanya telah menyebar dan bergerak dengan sangat cepat menuju ke lokasi yang telah diberi tau.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
__ADS_1
Terima kasih