
Pak Bambang, Bu Selena dan Heru yang telah sampai di tempat Acara langsung dikerumuni oleh Tamu-tamu yang datang. Mereka tetap memperlakukan Pak Bambang, Bu Selena dan Heru dengan hormat karena bagaimana pun juga Pak Bambang dan Heru adalah Penerus dari urutan selanjutnya setelah Dimas untuk menjadi Pemilik Arthama Jaya Group.
Heru yang tidak tertarik berkumpul dengan orang-orang memilih menyingkir mencari tempat duduk yang telah disiapkan untuknya dan Keluarganya sambil memegang segelas cangkir Wine.
"Membosankan sekali!" gumam Heru yang bosan dan dengan eskpresi yang malas sambil melihat ke arah sekeliling.
Heru yang sedang duduk didatangi oleh Mike yang membawa berita tentang adanya kerusuhan di Lobby di depan Hotel. Heru yang tidak tau apa yang terjadi memicingkan matanya mendengar penjelasan Mike.
"Tuan Muda, dibawah sedang ada banyak sekali Polisi yang datang, tak hanya Polisi tapi juga KPK juga datang kemari." ucap Mike memberi informasi sambil berdiri di samping Heru dengan nada rendah.
"Apa yang terjadi?" tanya Heru yang mulai tertarik dengan ekspresi wajah yang sangat penasaran.
"Walikota dan Putrinya, Liliana, ditangkap Polisi karena dugaan Suap, Penyelundupan, dll. Sepertinya ini terjadi setelah Liliana membuat Tuan Muda Dimas menjadi kesal dan juga Walikota yang berani mengancam Tuan Dimas dan semua tamu undangan di tempatnya." ucap Mike dengan nada serius dan sorot mata yang tajam serta penuh dengan percaya diri.
"Jika hal ini terjadi secara mendadak maka kemungkinan yang kau katakan itu benar adanya. Dimas lah pelaku dari Kehancuran Walikota dan Keluarganya!" ucap Heru dengan tatapan tajam dengan senyum sinis di bibirnya.
"Kit harus berhati-hati dengan Dimas sepertinya sekarang dia telah sangat berubah, tidak tau apa yang menjadi sebabnya." ucap Heru lagi dengan ekspresi wajah yang datar tanpa ekspresi.
Namun tanpa di sadari Heru, Heru yang hanya duduk meminum Winenya sambil bicara dengan Mike ternyata telah menjadi Suami idaman para wanita muda setelah Dimas karena Heru merupakan orang yang akan menjadi pemilik Perusahaan Arthama Jaya Group jika sesuatu hal buruk terjadi pada Dimas.
Sehingga banyak sekali wanita-wanita muda yang datang menemui Heru hanya ingin mengobrol dengannya dan berharap mendapatkan hati Heru.
Heru yang tidak tertarik dengan wanita-wanita itu memilih mengabaikan semuanya sehingga Bu Selena yang melihat sikap putrnya itu menjadi geram dan berencana mengenalkan Putri dari salah satu rekan bisnisnya untuk dijadikan calon menantunya.
__ADS_1
"Anak ini pasti sedang memikirkan anak yatim itu! Apa bagusnya anak itu? Dia tidak pantas bersama putraku. Aku akan memilih istri yang sepadan dan terbaik untuk putraku sendiri." ucap Bu Selena dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal smabil menggenggam tangannya dengan erat lalu pergi.
Di lain tempat, Clara yang telah selesai makeup melihat hasilnya merasa sangat puas tapi karena gengsi dan sifat angkuhnya yang tinggi Clara menolak untuk mengakuinya sehingga mengatakan kata-kata yang membuat orang merasa kesal.
"Apakah sudah selesai? Berikan kacanya! Aku ingin lihat hasilnya." ujar Clara dengan nada sinis dan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang tidak suka terlihat jelas di wajahnya.
"Ini dia!" ucap Alea yang langsung berlari mengambil kaca yang cukup besar dan menyerahkannya kepada Clara dengan senyum lembut.
"Hmm!" gumam Clara.
"Hasilnya benar-benar bagus, kantong mata yang disebabkan karena aku bergadang sudah tidak terlihat dan wajahku terlihat semakin tirus dan hidungku pun menjadi mancung dengan natural!" ucap Clara dalam hati sambil melihat wajahnya dark cermin yang ada di tangannya.
"Bagaimana hasilnya? Bagus bukan? Aku sudah bilang bahwa hasilnya pasti akan sangat memuaskan dan syukurlah semua itu terbukti!" ucap Alea dengan wajah yang senang dan senyum cerah sambil melihat wajah Clara yang menurutnya semakin cantik.
"Terima kasih." ucap Makeup artist itu dengan malu-malu dengan wajah memerah sambil tersenyum lembut.
"Ya! Hasilnya lumayan! Wajahku memang terlihat sedikit berbeda. Aku akui kau sedikit berbakat!" ucap Clara dengan nada yang terdengar tidak ikhlas memberi pujian dengan ekspresi wajah yang dingin.
"Apa? Sedikit berbeda? Ini sangat berbeda. Dengan makeup ini kau terlihat semakin cantik bahkan terlihat seperti remaja!" puji Alea dengan kata-kata yang jujur dengan sorot mata yang berbinar mengatakan kebenaran.
"Jangan berlebihan! Bantu aku mengganti pakaianku, lihat kita sudah terlambat!" ucap Clara yang mencoba mengalihkan topik dan tidak berniat memuji Makeup Artist yang telah dihinanya di awal.
Clara pun langsung mengganti pakaiannya dan bersiap-siap pergi menaiki mobilnya menuju ke Acara Dimas berada dan meninggalkan Makeup Artist sendri bersama asisten Clara.
__ADS_1
"Mbak, jangan tersinggung. Nona Clara memang seperti itu orangnya berbeda sekali dengan Mbak Alea yang lembut dan ramah." ucap Asisten Clara dengan senyum canggung sambil melihat ke arah Makeup Artist yang sedang merapikan alat makeupnya.
"Tentu saja." jawab MakeUp Artist itu dengan senyum datar sambil memfokuskan dirinya merapikan alat makeupnya karena ingin segera pergi dari sana.
"Dasar Artis Kontroversi! Terkenal karena sensasi dan tidak ada karya, kalau dia tidak berpacaran dengan Tuan Muda Dimas dulu tidak mungkin dia bisa jadi Model dan sekarang dia kembali dikenal karena hubungannya yang kandas dengan Tuan Muda Dimas. Dia fikir aku tidak tau gosip yang terbaru kalau dia dicampakkan oleh Tuan Muda Dimas karena punya selingkuh! Wanita murahan!" gumam Makeup Artist itu dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal hingga tidak menghiraukan Asisten Clara yang mendengar ucapannya namun tidak disangka Asisten Clara malah tersenyum seolah menahan tawa mendengar gerutu dari Makeup Artis
Clara dan Alea yang telah sampai menjadi kebingungan dengan banyaknya Polisi yang datang tapi karena Clara adalah tipe orang yang tidak perduli dengan orang lain jadi dia tidak ingin memikirkan penyebab banyaknya Polisi yang datang.
Clara yang datang memakai gaun berwarna emas dengan rambut panjang terurai berjalan dengan anggunnya menuju tempat yang telah ditunjuk oleh Penanggung Jawab.
Tamu yang hadir melihat kedatangan Clara tidak bisa menghentikan pandangannya dari hal yang terjadi beberapa hari yang lalu yaitu cinta segi empat antara Clara, Dimas, Arabella dan Pria Misterius yang jadi selingkuhan Clara.
"Lihat itu! Tebal sekali wajahnya masih berani datang kemari!"
"Benar! Tidak ta malu sudah selingkuh masih
Clara yang mendengar banyak sekali suara orang-orang yang membicarakannya di belakang menjadi sangat marah dan sangat ingin menghajar orang-orang itu secara langsung.
"Apakah mereka semua datang kemari hanya ingin bergosip?" ucap Clara yang kesal dengan orang-orang yang membicarakannya dengan sorot mata yang tajam.
"Kau harus tenang dan jangan terpancing!" ucap Alea yang mencoba mengingatkan Clara agar tidak meledak saat ini.
"Kau ingin aku tenang! Apa kau tidak dengar apa yang mereka katakan tentangku? Apa mereka fikir aku tidak bisa mendengarnya?" ucap Clara yang kesal dengan ekspresi wajah yang marah dengan urat-urat nadi yang terlihat jelas di dahinya.
__ADS_1
Sementara Clara yang terus berusaha menenangkan dirinya agar tidak kehilangan kewarasannya, wanita-wanita muda yang single terus berbisik dan membicarakan Dimas dan Heru yang menjadi incaran sebagai Calom suami idaman.
Semua wanita yang datang tanpa perlu mengatakan apapun mereka telah mendeklarasikan perang secara gerilya untuk menjadi Nyonya Arthama Jaya.