
"Aku tau jika kau sangat tidak menyukai Kepoanakanmu yang sombong itu tapi kau jangan lupa karena kau tidak sendiri, Suamiku!" ucap Bu Selena dengan penuh percaya diri sambil berjalan mendekati Pak Bambang yang sedang dalam suasana hati yang buruk.
"Tidak ada seorang Ibu pun yang ingin anaknya menjadi yang kedua karena semua Ibu ingin anaknya selalu menjadi yang pertama dan terbaik!" ucap Bu Selena yang telah menunjukkan wajah aslinya.
"Aku tentu saja ingin jika suatu saat nanti, Putraku, Heru bisa menjadi pemimpin Arthama Jaya Group dan tidak selalu berada dalam bayang-bayang Dimas selamanya!" ucap Bu Selena dengan wajah yang kesal dan penuh dengan amarah.
Pak Bambang yang mendengar pernyataan Bu Selena pun menyadari jik dirinya tidak sendiri dalam menghadapi Dimas.
"Lalu apa kau punya rencana?" tanya Pak Bambang yang telah kehabisan cara untuk melenyapkan Dimas.
"Tentu saja!" ucap Bu Selena dengan senyum yang percaya diri dan ekspresi wajah yang gembira dengan nada suara yang jelas dan tegas.
__ADS_1
Bu Selena yang sudah mendapatkan kabar dari Heru selama di Amerika pun membuat rencana dengan meminta bantuan sedikit dari Heru.
"Putramu akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat dan dia tidak sendiri karena akan pulang bersama dengan Sahabatnya yang sangat hebat di bidang sabotase!" ucap Bu Selena sambil duduk di sofa mencari posisi yang nyaman.
"Aku telah meminta Heru untuk membuat kekacauan di Perusahaan Dimas yang ada di luar pulau baik itu perusahaan besar dan lama atau oerusahaan baru setelah diakuisiai olehnya." ucap Bu Selena sambil menuangkan teh untuknya yang ada di dalam ruangan itu dengan santai.
"Setelah Perusahaan itu berada dalam situasi yang buruk, Dimas tidak akan mungkin diam saja karena dia berpikir untuk tidak akan meninggalkan peninggalan kedua orangtuanya begitu saja!" ucap Bu Selena dengan senyum jahat.
"Kita bisa membunuhnya selama perjalanan ke Perusahaan yang dalam keadaan hampir bangkrut menggunakan Pesawat dan kita bisa merekayasanya seolah sama seperti kita membuat kedua orangnya meninggalkan karena kecelakaan." ucap Bu Selena sambil mengingat kembali kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu.
"Aku mengerti. Kau urus masalah ini. Jangan biarkan Dimas lolos dari rencanamu!" ucap Pak Bambang dengan wajah yang cemas dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
"Jangan khawatir serahkan semuanya padaku!" ucap Bu Selena yang langsung berdiri sambil memasang wajah penuh kemenangan.
Di sisi lain, Heru yang telah memutuskan Perusahaan yang akan dikacaukannya pun merasa sangat senang saat rencananya berjalan dengan lancar.
"Thank You, brother! I appresiate all of your doing to me!" ucap Heru dengan wajah yang bahagia sambil menatap sahabatnya yangberdiri diseberangnya sambil memegang segelas wine.
"Never mind. We are frieds. It's not big deal for me!" ucap pria yang berdiri di depan Heru dengan wajah yang tampan dan tubuh yang tinggi serta atletis.
"Thank you, Alex!" ucap Heru sambil mengangkat cangkir anggurnya ke atas dan mengajak Alex untuk bersulang merayakan keberhasilan rencana mereka.
Di Indoesia, Dimas yang telah kembali ke Kediamannya setelah menghabiskan waktu bersama Arabella menjadi sangat terkejut saat Edo datang dan masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
"Tuan Muda gawat! Perusahaa A! Perusahaan yang baru kita akuisisi dalam keadaan genting dan terancam bangkrut!" ucap Edo dengan wajah yang panik dengan ekspresi wajah yang tidak bisa berbohong.
#Bersambung#