
Arabella yang ingin masuk ke dalam rumahnya sangat terkejut saat mengetahui bahwa rumahnya tidak terkunci. Arabella yang cemas jika ada yang telah mencuri barang-barang miliknya pun bergegas masuk ke dalam.
Ketika telah berada di ruang tamu, Arabella sangat terkejut saat melihat rumahnya telah sangat berantakan dan bahkan banyak sekali barang-barangnya yang hancur.
Arabella pun memeriksa ke ruangan lain yang ada di dalam rumahnya seperti dapur, kamar mandi dan ruang keluarga yang ada di lantai satu. Arabella sangat terkejut karena tidak menyangka jika semua ruangan itu juga telah hancur berantakan.
Di dapur, Arabella melihat tidak ada lagi piring, gelas ataupun barang-barang yang masih utuh karena semuanya telah pecah dan hancur tanpa bersisa begitu pula dengan barang-barang elektronik yang ada di ruangan lain seperti televisi, laptop, kulkas, dan lain-lain. Semuanya telah rusak dan hancur.
Arabella pun berlari ke lantai dua menuju kamarnya da kamar kedua orangtuanya. Arabella tidak menyangka jika semua pakaian peninggalan kedua orangtuanya telah berantakan dan berserakan dimana-mana bahkan bingkai foto kedua orangtuanya pun telah pecah dan terbelah.
Arabella tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat satu-satunya kenangannya yaitu foto kedua orangtuanya pun ternyata telah dihancurkan. Arabella pun mengambil foto itu lalu menyimpannya di dalam saku celananya dan berharap jika foto itu bisa diperbaiki.
Arabella pun melihat tempat lain untuk mengecek apakah surat-surat berharga dan uang masih tersimpan. Harapan yang difikir masih ada yang bisa diselamatkan ternyata hanya tinggal harapan. Surat rumah dan juga surat berharga lainnya ternyata telah hilang bahkan uang simpanan dan buku tabungannya pun telah hilang.
Arabella pun menangis karena tidak menyangka jika ada orang yang begitu tega melakukan hal yang sangat jahat seperti itu kepadanya. Arabella yang larut dalam kemarahan pun mengambil tasnya dan berencana pergi ke Kantor Polisi terdekat untuk melaporkan hal ini tapi saat Arabella berbalik ternyata telah ada dua orang pria yang sedang berdiri dibelakangnya.
Pria itu berpakaian serba hitam dengan menggunakan penutup wajah yang juga berwarna hitam. Kedua pria itu memiliki tubuh yang sangat besar dengan otot-otot yang kekar.
"Si-siapa kalian?" tanya Arabella takut.
"Siapa kami? Itu tidak penting. Yang terpenting saat ini adalah kau harus ikut dengan kami karena kami telah sangat bosan menunggumu kembali." ucap salah satu pria bertubuh besar itu.
Arabella yang terdesak dan tidak ingin tertangkap pun melemparkan semua barang yang ada di dekatnya ke arah dua Pria itu dan berusaha membuat jalan untuknya keluar dari dalam kamar itu.
Saat Arabella merasa telah mendapatkan celah, dirinya pun berlari ke arah pintu dan mencoba kabur dan turun ke lantai satu sambil berteriak meminta tolong.
Kedua pria itu pun kaget dan mengejar Arabella hingga akhirnya salah satu dari mereka berhasil menangkap rambut Arabella dan menariknya dengan kuat. Arabella yang kesakitan pun berteriak dengan sangat keras.
__ADS_1
Kedua pria itu pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Mereka dengan cepat menyumbal mulut Arabella dengan pakaian yang ada di dekat mereka dan mengikat kedua tangan dan kaki Arabella dengan sangat erat lalu mengangkat tubuh Arabella ke salah satu pundak pria itu.
Mereka pun bergegas menuruni tangga dan membawa Arabella pergi dari rumah itu. Kedua Pria itu pun menutup pintu rumah Arabella agar tidak ada yang curiga lalu memasukkan Arabella ke dalam mobil di barisan kedua dengan kasar. Lalu pergi ke kursi depan dan melajukan mobilnya ke tempat tujuan mereka.
Arabella yang tidak ingin tertangkap terus menerus memberontak dan berharap ikatan tangan dan kakinya dapat melonggar lalu lepas tapi ternyata itu tidak mudah karena dua orang pria yang tidak dikenalnya itu telah mengikatnya dengan sangat erat bahkan hingga membuat pergelangan tangan dan kakinya sakit sekali.
Arabella yang telah kelelahan hanya bisa pasrah dan menangis dan berharap jika ada seseorang yang menyadari kepergiannya lalu mencari tau keberadaannya kemudian menolongnya.
Di saat sulit seperti ini, Arabella pun teringat dengan wajah kedua orangtuanya yang telah meninggal. Arabella berfikir jika hidupnya dapat lebih lama sehingga bisa membalaskan dendam kedua orantuanya tapi tidak disangka jika dirinya akan segera menyusul kedua orangtuanya di surga.
Arabella yang kelelahan pun tertidur di dalam mobil. Arabella yang tertidur merasa dirinya berada di sebuah Istana yang sangat indah dan besar. Arabella merasa sangat familiar dengan Istana dan juga ruang-ruangan yang ada di Istana itu.
Lalu, ada seorang pria muda yang tampan dengan jubah serta mahkota dikepalanya berjalan ke arah dirinya dengan senyum hangat di wajahnya tapi Arabella tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu tapi Arabella merasa jika pria itu adalah takdir dan juga jodohnya.
"Kau tidak sendiri. Aku akan selalu bersamamu dan akan selalu ada untukmu!" ucap Pria itu.
Seluruh tubuh Arabella bergetar hebat, wajahnya pucat dan rasa takut akan kematian mulai terlihat di wajahnya. Arabella yang melihat salah satu pria yang membawanya tadi telah berada di depannya membuat Arabella semakin takut.
Arabella yang tidak bisa menjerit, berteriak ataupun meminta tolong karena mulutnya yang telah disumpal dengan pakaian hanya bisa meneteskan air mata dihadapan salah satu pria yang telah menculikmu.
Ketika Arabella sedang sangat ketakutan ada seseorang lagi yang datang dan ternyata pria satunya yang juga ikut menculiknya sambil membawa sebotol air minum.
"Sungguh merepotkan! Aku tidak ingin melakukan hal ini. Sangat disayangkan wajah cantik dan tubuh yang indah ini tidak boleh disentuh." ucap Pria yang baru datang yang langsung berjalan ke arah Arabella dan membelai wajah Arabella dengan tangannya.
"Kau tidak boleh menyentuhnya. Ingat! Itu adalah permintaan client kita dan jika melanggar kita tidak akan mendapatkan sisa pembayaran dan juga bonusnya!" ancam pria satunya.
"Kau benar! Itu lah yang sangat disayangkan." ucap Pria yang membawa botol air.
__ADS_1
Pria yang membawa botol air itu pun membuka minumannya dan meminum airnya di hadapan Arabella lalu membungkuk tubuhnya dan melihat Arabella dengan lebih teliti.
"Wajah yang cantik, kulit yang putih, bola mata yang indah, hidung yang mancung dan tubuh yang indah. Apa kau tau cantik? Jika saja tidak ada permintaan tidak boleh menyentuhmu sebelum membunuh dan membuang mayatmu maka saat ini kita berdua pasti telah bersenang-senang dan merasakan nikmat dunia yang sesungguhnya. Aku janji kau akan merasa bagaiman melayang ke surga sebelum kematian menjemputmu!" ucap Pria itu sambil memainkan lidahnya.
Arabella yang mendengarnya pun semakin takut jika kesuciannya akan direnggut. Seluruh tubuh Arabella pun bergetar hebat dan Arabella hanya bisa menangis dan tak bisa mengatakan apapun.
"Jangan menangis cantik. Aku akan pastikan untuk memberikan kematian yang cepat hingga kau tak perlu merasakan sakit." ucap Pria itu.
"Jangan banyak bicara. Kita selesaikan saja ini dengan cepat lalu ambil bayaran kita!" ucap Pria lainnya.
"Bersabarlah. Apa kau tidak lihat? Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu." ucap Pria yang ada di hadapan Arabella.
"....." Arabella menangis.
"Jangan menangis cantik! Aku akan membuka sumpalan mulutmu. Jadi kau bisa mengatakan pesan terakhirmu. Bagamanapun juga aku ini adalah salah satu pria yang sangat mengagumi kecantikanmu?" ucap Pria itu.
Sumpalan mulut Arabella pun terlepas. Arabella yang merasa tidak ada gunanya marah-marah dan memaki hanya bisa memohon belas kasih untuk dapat dibebaskan dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya.
"To-tolong! Tolong lepaskan aku. Aku mohon..." ucap Arabella sambil menangis.
"Maaf baby! Itu tidak akan bisa. Kau harus mati dan aku harus mendapatkan uangku!" ucap Pria itu.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
🥰😍😘😚
__ADS_1
Terima kasih**