CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 42. Bingung


__ADS_3

Arabella yang telah sampai di Kediaman Arthama jaya segera keluar dari mobil dan pergi menuju kamarnya. Arabella yang sedang memikirkan sesuatu tidak menyadari keberadaan Pak Antoni dan Dimas. Arabella terus saja berjalan dan mengabaikan semuanya.


Namun ketika sampai di tangga, Arabella berhenti sejenak dan melihat ke belakang. Arabella baru menyadari jika ada beberapa orang yang mengikutinya sehingga Arabella pun memperingatkan mereka semua utuk meninggalkannya sendiri karena saat ini dirinya memang membutuhkan waktu sendiri untuk dapat mencerna semua yang telah terjadi dan mengamabil keputusan.


Arabella yang saat ini tinggal sendiri di dalam kamar mengambil handphonenya dan mencoba untuk mencari tau tentang Clara serta hubungannya dengan Dimas. Arabella yang tau jika Clara adalah seorang Model tidak bisa mempercayai Clara begitu saja karena Arabella khawatir jika Clara berbohong padanya.


Setelah mencari tau beberapa menit di dunia maya, Arabella akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Clara dan Dimas memang memiliki hubungan spesial. Arabella yang awalnya tidak percaya perkataan Clara akhirnya mulai mempercayainya.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku masih bisa melakukan pertunangan ini? Sementara masih ada wanita lain yang menangis karena pertunangan ini." gumam Arabella yang terbaring di kamarnya sambil memandang langit-langit kamarnya.


"Kenapa? Kenapa kau melakukan ini Dimas? Apa aku hanyalah pelarian cintamu? Apakah pernyataan cintamu padaku adalah palsu?" tambah Arabella yang kemudian meletakkan lengan tangan kanan di atas matanya.


Banyaknya masalah yang datang menghampiri membuat Arabella sakit kepala. Arabella yang ingin menghilangkan rasa pusing itu mencoba untuk memejamkan matanya dan berharap dapat tertidur agar dapat melupakan beban di hati dan di fikirannya sementara.


Setelah beberapa menit akhirnya Arabella pun tertidur dan telah memasuk duni mimpi.


Sementara itu di tempat lain, Clara yang awalnya terkejut dengan situasi yang tidak terduga langsung tersadar saat ada seorang Pria datang menemuinya. Pria itu mengenali Clara yang merupakan seorang Model dan juga Aktris sehingga meminta berfoto bersama serta meminta tanda tangannya di dalam novel kesukaannya.


Clara yang sebenarnya tidak menyukai Pria itu dan tidak ingin berlama-lama dengannya terpaksa menuruti permintaannya dan bersikap ramah agar bisa segera lepas dari Pria itu.


Ketika Pria itu pergi, Clara tidak membuang waktu lalu mengambil tas serta kunci mobilnya. Tak lupa Clara menghubungi admin media sosialnya.


'Jangan sebut namaku Clara jika tidak bisa membalas penghinaan ini! Kau harus merasakan bagaimana rasanya dibenci oleh semua orang!' ucap Clara dalam hatinya sambil terus berjalan menuju parkiran.


Clara yang sangat marah memulai rencananya dengan membuat status galau tentang perselingkuhan. Lalu membayar beberapa akun gosip terkenal di media sosial untuk menyebarkan berita itu.


Dalam waktu singkat, hampir semua media sosial bahkan siaran TV yang khusus menayangkan tentang berit Artis di Negara itu juga ikut membahas masalah ini dalam waktu satu jam sudah banyak sekali beberapa akun media membuat kritikan dan spekulasi tentang selingkuhan Dimas Arthama Jaya.

__ADS_1


Bahkan ada salah satu akun gosip yang berhasil menangkap wajah Arabella yang sedang bersama dalam satu mobil.


Oleh karena hal ini, semua akun media sosial Arabella telah dipenuhi pesan dan komentar yang tidak sopan dengan kata-kata yang sangat kasar dan tidak manusiawi.


Dimas yang saat itu sedang duduk di ruangannya tiba-tiba mendapati Edo yang masuk tanpa permisi sehingga membuat Dimas bingung. Edo yang tidak bisa menunda lagi segera memberi tau Dimas tentang hebohnya berita antara dirinya, Clara dan Arabella.


Dimas yang sangat mencemaskan Arabella mulai merasa cemas. Dimas pun berdiri dan segera mengambil handphonenya lalu mengbungi Kediaman Arthama Jaya hanya untuk memastikan Arabella baik-baik saja.


Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan, Dimas kembali duduk ke tempatnya semula lalu menatap Edo tajam. Dimas yang tidak ingin masalah ini mempengaruhi Arabella. Dimas memerintahkan Edo untuk menghentikan penyebaran berita itu.


Edo yang sangat mengerti apa yang diinginkan Dimas tidak membuang waktunya lagi dan langsung melaksanakn tugasnya. Edo segera menghubungi beberapa akun gosip yang berpengaruh untuk menghapus berita itu dengan uang yang sangat banyak.


Sementara itu, Dimas yang tidak bisa berkonsentrasi kembali dalam pekerjaannya memilih kembali ke Kediaman Arthama Jaya. Dimas ingin segera bertemu Arabella dan melihat ekspresinya secara langsung.


Namun, sebeluam keluar dari ruangannya, Dimas mencoba menghubungi Clara dengan ekspresi wajah yang dingin dan datar.


Lalu, Dimas pun segera turun ke lantai bawah menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju Kediaman.


Ketika sampai di Kediaman, Dimas pergi menemui Arabella di kamarnya tapi pintu kamar Arabella terkunci dan meskipun telah dipanggil berkali-kali Arabella tidak mau menjawab.


Dimas yang khawatir dengan keadaan Arabella melakukan ancang-ancang untuk mendobrak pintu itu. Dimas mundur ke belakang beberapa langkah lalu menabrakkan lengan kanannya ke arah pintu dua kali tapi tidak ada yang terjadi. Dimas yang semakin cemas pun mundur cukup jauh dan berlari ke arah pintu dan akhirnya pintu itu pun terbuka.


Arabella yang sedang tertidur pun terbangun karena suara yang sangat berisik. Arabella yang penasaran bangun dari tempat tidurny dan melihat Dimas yang telah mendobrak pintu kamarnya.


Arabella yang sedang dalam suasana hati yang buruk menjadi semakin buruk setelah melihat perbuatan Dimas. Arabella pun meneriakkan Dimas dan mengusirnya keluar dari kamar itu.


Dimas yang merasa bersalah menolak untuk keluar dan meminta maaf tapi tidak direspon dengan baik oleh Arabella yang ternyata semakin marah dengan perbuatan Dimas yang berani membantahnya.

__ADS_1


"Baik! Jika kau tidak ingin pergi, maka aku yang akan pergi dari sini!" teriak Arabella yang sedang marah lalu berdiri dari ranjangnya lalu mengambil tas serta dompetnya.


Dimas yang mencoba menghalanginya malah didorong ke dinding. Dimas yang terkejut pun memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing.


Dimas yang tidak bisa membiarkan Arabella pergi dalam keadaan marah dan bahkan sepertinya telah terjadi sesuatu sebelumnya yang membuatnya menjadi tempat pelampiasan kemarahannya.


Dimas merogoh kantong celanannya sebelah kanan dan mengambil Jam Arlojinya lalu menekan salah satu tombol yang berguna untuk menghentikan waktu dan memutarkannya kembali satu jam ke belakang.


Setelah menekannya ternyata Dimas kemabali ke waktu sejam yang lalu dan ternyata dirinya berada di dalam mobil. Lalu menghentikan mobilnya dan mengambil ponsel.


"Ternyata aku benar-benar kembali satu jam sebelumnya. Aku tidak boleh kembali sekarang." ucap Dimas yang kemudian melihat jam di layar ponselnya dan kemudian menghubungi Edo untuk menyusulnya segera.


Dimas yang tidak ingin kembali memilih untuk tinggal sementara di Apartemen miliknya yang berada di samping salah satu Mal terbesar di negara itu.


Dimas yang sudah sampai di Apartemennya menjatuhkan dirinya di atas sofa lalu mengubah posisinya menjadi berbaring kemudian menutup matanua dengan satu lengannya. Sementara itu, Edo yang mendapatkan peritah beegegas menemui Dimas.


"Ada apa dengan Tuan Muda?" gumam Edo yang kebingungan dengan sikap Dimas.


Ketika sampai di Apartemen, Edo melihat Dimas yang sudah tertidur membuatnya dalam dilema antara membangunkannya atau tidak. Namun Edo yang sangat mengenal Dimas bertaruh pada kepentingan tugasnya nanti.


"Tuan Muda, saya sudah ada disini!" ucap Edo yang masih berdiri di belakang kepala Dimas.


#Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..


Terima kasih..

__ADS_1


🥰😍😘😚**


__ADS_2