
Clara yang sedang terpengaruh obat akhirnya dapat kembali berbicara tapi tetap tidak bisa mengendalikan hasrat yang ada di dalam tubuhnya dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan ketiga penculik itu.
"Aaghh! Ughh! Aargh!" erang Clara dengan wajah memerah dan nafas yang terengah-engah dengan keringat yang terus mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Terus Beib! Jangan berhenti.Beib! Aarrrgghh!" ucap Clara dengan suara yang serak.
Clara yang sedang menikmati indahnya surga dunia tidak menyadari akan nasib buruk yang akan menimpanya di masa depan.
Sementara itu, Alexa yang telah membawa banyak wartawan dan kameramen bersamanya tidak dapat bersaing untuk masuk ke Ruang VIP hingga berakhir berada di luar ruang VIP
Alexa yang hanya berdiri dan melihat dari kejauhan cara wartawan dan kameramen memulai pekerjaanya hanya tersenyum dengan tatapan menghina ke arah Clara yang sedang dalam sorotan.
"Lihat! Apa yang dikatakan wanita itu di telepon benar sekali!"
"Ini akan menjadi berita yang sangat besar!"
"Aku akan mendapatkan bonus yang banyak sekarang."
"Ayo jangan lupa foto dan video semuanya!"
"Ini akan menjadi tranding topic besok pagi!"
Alexa yang sudah mengetahui akhir dari karir Clara memilih pergi dan meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Apartemennya.
"Tugasku sudah selesai dan misi kali telah berhasil dengan sukses. Sekarang waktunya untukku beristirahat dan bersenang-senang!" ucap Alexa dengan nada rendah sambil berjalan menjauh dari Ruang VIP sambil memakai kacamata hitamnya menuju ke luar Hotel Royal Heaven.
Ketika pintu Ruang VIP terbuka, seketika itu ketiga pria yang menculik Clara tersadar jika tindakan mereka telah diketahui orang.
Ketiganya pun menghentikan aksinya dan melemparkan Clara yang sedang dalam kondisi setengah sadar ke lantai sofa yang menyebabkan kepala Clara tersebentur.
Tanpa fikir panjang akhirnya ketiga pria itu mengambil celana dan baju mereka lalu meninggalkan Clara yang terus memanggil ketiganya untuk tidak pergi.
"Hei! Sayang! Mau kemana kalian? Jangan berhenti! Ayo kita lanjutkan lagi!" ucap Clara dengan suara rendah dan menggoda yang membuat semua pria mendengarnya menjadi tidak tahan.
Clara yang masih belum sadar terus memanggil ketiga pria yang telah melecehkannya hingga ketiganya tak terlihat lagi.
__ADS_1
Ketiga pria itu pergi dengan kecepatan yang sangat tinggi dan turun melalui tangga sesuai dengan instruksi Alea jika keadaan menjadi buruk dan tidak terkendali.
Ketiga penculik itu pun berlari menuruni tangga satu per satu tanpa henti sambil terus memakai baju dan celananya.
"Kakak! Tunggu!" teriak salah seorang penculik dengan ekspresi wajah kelelahan setelah melakukan hubungan intim dengan Clara lalu dipaksa lari dengan menggunakan tangga.
"Cepat! Kita tidak punya banyak waktu. Kita harus segera pergi dari tempat ini." ucap Pria yang menculok Clara sambil terus berlari memimpin dua temannya yang lain.
"Kak, aku sangat lelah. Apakah kita tidak bisa istirahat sebentar. Aku khawatir jika besok wajah kita akan ikut masuk ke dalam berita!" ucap salah seorang penculik dengan ekspresi wajah yang takut.
"Jangan bicara omong kosong dan tutup mulutmu! Jika kalian tidak ingin hancur maka lebih kalian cepat ikut aku lari dan pergi dari sini!" ucap penculik yang berada di depan sambil terus berlari meskipun nafasnya telah terputus-putus.
Ketiga penculik itu berlari dengan sangat kencang hingga tidak butuh waktu lama hingga akhirnya ketiganya sampai di pintu keluar melalui jalur evakuasi kebakaran.
Saat ketiganya keluar, ketiganya tidak menyangka jika orang yang membayar mereka datang untuk menjemputnya dan tanpa basa basi ketiganya pun pergi menaiki mobil meninggalkan Clara sendiri mengahadapi masalahnya.
Clara yang tertangkap kamera sedang melakukan hubungan intim dengan tiga pria secara bersamaan akhirnya tersadar setelah melihat banyak orang dan kilatan kamera yang tertuju padanya.
"Aaarrrggghhh! Tidaaakkkk!" teriak Clara dengan suara keras yang telah sadar akan yang telah dilakukannya.
Clara yang berada dalam situasi yang sangat tidak menguntungkannya mencoba pergi dan melarikan diri tapi tidak bisa karena setiap menitnya banyak sekali orang yang datang untuk melihatnya.
Clara yang merasa dirinya telah hancur hanya bisa menangis dan memohon kepada semua wartawan untuk berhenti mengambil fotonya tapi tidak ada satu pun yang peduli dan mereka terus mengambil foto seolah menemukan kesenangan dalan kesengsaraannya.
"Hentikan! Hentikan semuanya! Jangan mengambil foto lagi! Tidak! Hentikan!" teriak Clara dengan suara yang tinggi dan perlahan menjadi rendah sambil terus menutupi tubuh dan wajahnya sebisa mungkin.
Clara yang merasa hancur dan berharap ada orang yang datang menyelamatkannya tidak menyangka jika Manager barunya datang menerobos kerumunan orang dan memberikannya selimut untuk menutupi tubuh Clara.
"Nona! Kita harus pergi dari sini sekarang! Nona pakai ini dulu untuk menutupi tubuh Nona!" ucap Shaha dengan ekspresi wajah yang pura-pura cemas dan khawatir sambil memberikan sebuah selimut kecil untuk menutupi tubuh Clara.
Clara yang melihat kedatangan Shaha merasa sangat senang dan bersyukur lalu tidak memikirkan apapun dan hanya mengikuti kemanapun Shaha membawanya.
"Kau!" ucap Clara dengan ekspresi wajah yang bingung dan wajah yang terlihat sangat lelah dan tidak memiliki tenaga apapun lagi sambil Shaha menutupi tubuh Clara dengan selimut.
"Benar! Ini saya Nona Shaha! Tidak ada waktu menjelaskan, sekarang Nona harus pergi dari sini terlebih dahulu!" ucap Shaha dengan nada cemas sambil membantu Clara untuk berdiri.
__ADS_1
Clara yang telah melakukan hubungan intim dengan tiga pria secara bersamaan dan dalam waktu yang tentu saja telah menghabiskan seluruh tenaga ditubuh dan kakinya.
"Aarrggghh!" teriak Clara yang terjatuh karena tidak memiliki tenaga untuk berdiri apalagi untuk berjalan.
"Nona! Anda harus bangun dan berjalan Nona! Jika Nona tetap disini maka akan semakin banyak orang yang datang. Nona tidak mau kan jika akan semakin banyak orang yang datang?" tanya Shaha dengan nada sedikit mengancam yang ternyata sangat berhasil untuk memaksa Clara berdiri dan berjalan meskipun harus bersusah payah.
"Aku... akan... mencobanya!" ucap Clara dengan nafas yang terputus-putus sambil terus berjalan melewati kerumunan ditemani Shaha dan dibantu beberapa penjaga.
Clara yang mengetahui Shaha datang untuk menolong dan menyelamatkannya dalam keadaan genting merasa sangat senang dan bersyukur lalu tidak memikirkan apapun dan hanya mengikuti kemanapun Shaha membawanya
Shaha yang sangat membenci Clara hingga ketulanh-tulangnya tidak ingin ketahuan orang lain dan menjadi bahan pembicaraan orang lain sehingga memilih untuk menjadi seorang artia dan bermain peran.
"Clara ini hanya awalnya dan semuanya masih belum berakhir!" ucap Shaha dalam hati dengan senyum yang disembunyikan dengan wajah khawatir.
Shaha yang tidak ingin Clara menyembunyikan aibnya dan berencana untuk memperlihatkan semuanya kepada seluruh dunia ternyata memberikan Clara selimut yang tidak terlalu besar yang hanya menutup tubuh Clara bagian atas hingga di atas lutut.
Shaha juga mengajak Clara keluar dari Hotel Royal Heaven dari pintu depan dan tidak menggunakan pintu belakang atau pintu rahasia sehingga siapapun yang datang ke Acara Penghargaan Internasional dan tamu Hotel dapat melihat keadaan Clara yang sangat berantakan.
Clara yang keluar dengan dandanan yang berantakan membuat semua orang merasa heran dan berbisik di belakang sambil mencari tau yang telah terjadi.
"Lihat! Bukankah itu Clara Pricilia!"
"Benar! Itu dia! Kenapa rambut dan makeupnya berantakan sekali?"
"Tidak hanya itu! Coba lihat! Kenapa juga harus menutupi tubuhny dengan selimut pendek itu?"
"Benar! Kalau ingin menutupi, tutup saja semua. Kenapa hanya menutup bagian atas?"
"Apa yang terjadi? Semua wartawan dan media juga mengerubunginya!"
Shaha yang mendengar dan melihat semuanya dari dekat merasa sangat senang dan tersenyum gembira di balik lengan bajunya.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen dan tekan love ya..
__ADS_1
Terima kasih