
Bu Selena yang mengalami kecelakaan pun langsung dibawa ke ruang Gawat Darurat oleh Tim Dokter yang ada di sana.
Heru dan Pak Bambang yang mendapatkan kabar tentang kecelakaan yang dialami oleh Bu Selena pun bergegas menuju Rumah Sakit tempat Bu Selena dirawat.
“Bagaimana keadaan Ibuku?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang panik dengan ekspresi wajah yang bingung dan khawatir di saat bersamaan pada beberapa Pria yang menunggu Bu Selena di Rumah Sakit.
Pak Bambang yang melihat Putranya itu menjadi sangat panik pun mencoba untuk menenangkannya Heru yang panik.
“Tenanglah. Tarik nafasmu dan atur pernafasanmu!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang peduli dengan ekspresi wajah yang luluh sambil memegang pundak Heru dengan lembut.
“Mike!” panggil Pak Bambang kepada Asisten Heru yang mengikuti kepergian mereka dari belakang.
“Ya, Tuan Besar!” ucap Mike dengan ekspresi wajah yang patuh dengan sikap yang sopan sambil menundukkan kepalanya sedikit.
“Antar Tuan ini kembali ke rumahnya dan berikan dia ucapan terima kasihku karena telah membantu menyelamatkan Istriku!” ucap Pak Bambang kepada Mike dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang dingin.
__ADS_1
“Baik, Tuan Besar!” jawab Mike dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
“Silahkan ikuti saya, Tuan-tuan!” ucap Mike dengan nada suara yang ramah dengan senyum yang lembut dan wajah yang bersahabat.
Pria-pria itu pun menjadi semakin bersemangat mengikuti Mike setelah mendengar perkataan Pak Bambang sambil berbisik di antara mereka.
Pak Bambang yang tidak peduli pun fokus pada Putra Semata Wayangnya yang sedang terduduk dengan kepala tertunduk ke bawah dengan ekspresi wajah yang sedih dan depresi.
“Jangan khawatir! Ibumu pasti akan baik-baik saja. Ayah sudah mengurus semuanya. Semua dokter terbaik yang ada di Rumah Sakit ini yang akan menangani Ibumu!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.
“Ibu! Kau harus sehat kembali! Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, Ibu!” ucap Heru dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang pilu.
Di sisi lain. Dimas yang mendapatkan kabar dari Ria bahwa Arabella hampir saja menjadi korban kecelakaan pun menjadi sangat panik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai di Rumah Arabella lebih cepat.
“Bel! Bella! Arabella!” teriak Dimas dengan sangat keras sambil berlari memasuki Rumah Arabella dengan ekspresi wajah yang cemas.
__ADS_1
“Dimas!” panggil Arabella yang sedang terbaring di tempat tidurnya dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
“Apakah kau baik-baik saja? Apakah ada yang luka? Aku akan panggilkan Dokter sekarang!” ucap Dimas dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas di saat bersamaan.
Arabella yang melihat kepanikan yang terjadi pada Dimas pun menjadi sangat senang tapi juga takut di saat bersamaan.
“Dimas! Kenapa kau ada di sini? Bagaimana dengan rencanamu?” tanya Arabella yang keceplosan yang langsung menutup mulutnya saat melihat Ria dan beberapa Pelayan lain ada di dalam kamarnya.
Dimas yang mengerti maksud Arabella pun mengusir semuanya keluar dan meninggalkan dirinya berdua saja.
“Katakan padaku sekarang! Bagaimana hal ini bisa terjadi?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang curiga.
#Bersambung#
Apa yang akan dikatakan oleh Arabella? Apa reaksi Dimas setelah mengetahui yang telah terjadi pada Bu Selena. Jawab di kolom komentar ya..
__ADS_1