
Pihak Agensi yang menaungi Clara tidak ingin terlibat dalam masalah yang dihadapi oleh Clara sehingga memutuskan semua hubungan kontrak dan mengatakan semua itu di depan semua media saat Konferensi Pers.
"Terima kasih kepada seluruh wartawan, stasiun televisi dan media sosial yang yang telah menyempatkan hadir dalam Acara Konferensi Pers ini." ucap Manager Agensi dengan suara lantang dan penuh percaya diri.
"Sehubung dengan berita yang sedang ramai dibicarakan di sosial media dan diberitakan di seluruh stasiun tv dan surat kabar mengenai salah satu artis. Kami menyatakan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan Agensi SF karena pihak yang terlibat dalam Video dan Berita yang ada tidak berada dalam naungan Agensi SF lagi." ucap Manager Agensi SF dengan ekspresi menyesal sambil menatap lurus ke arah semua wartawan yang sedang meliput berita.
"Pihak Agensi SF telah berhenti bekerjasama dengan Artis CP sejak Manager Artis dari Pihak Agensi telah dipecat secara tidak hormat oleh Sang Artis. Lalu Manager yang saat ini melakukan tugasnya secara sangat profesional di saat Artis CP terlibat dalam skandal. Kami Agensi SP bersedia menerimanya menjadi bagian dari keluarga kami." ucap Manager Agensi SF sambil tersenyum ceria dan mengulurkan tangan seolah menyambut orang baru.
"Demikianlah Konferensi Pers ini digelar. Lebjh dan kurangnya kami Pihak Agensi SF meminta maaf. Terima kasih." ucap Manager Agensi SF dengan nada menyesal sambil membungkukkan tubuhnya.
Clara yang telah sampai di dalam ruang Konferensi Pers setelah kata pembukaan diucapkan. Clara yang berdiri di depan pintu keluar konferensi Pers tidak dapat mengatakan apapun lagi setelah mendengar semua yang dikatakan Pihak Agensi dihadapan semua orang.
"A-aku dicampakkan?" gumam Clara yang tidak dapat menahan berat tubuhnya hingga terduduk di lantai dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut di saat bersamaan.
"Bagaimana ini bisa? Bukankah Pihak Agensi akan menolongku? Bukankah mereka berkata akan mencari solusi untuk menyelesaikan skandal ini? Kenapa? Kenapa malah hal ini yang terjadi?" tanya Clara dalam hati dengan wajah terkejut dan tidak terima akan kenyataan terlihat jelas di wajahnya.
Semua wartawan yang mendengar ada suara keras terdengar dari arah belakang pun menoleh dan menemukan keberadaan Clara yang sedang terduduk di lantai.
Semua wartawan yang hadir pun bergegas meninggalkan tempat duduknya dan berlari menuju ke arah Clara yang sedang terduduk sendiri di lantai yang dingin.
"Lihat! Bukankah itu Clara Pricilia?"
"Kau benar! Ayo kita kesana dan minta tanggapannya!"
"Mbak Clara apakah benar anda telah dipecat dari Agensi?"
"Sejak kapan anda tidak bergabung lagi dengan Agensi?"
"Kenapa anda memecat Manager anda yang lama?"
"Apakah ketiga pria yang ada di ruangan bersama anda adalah Gigolo pribadi anda?"
"Apakah berita tentang anda melakukan kecurangan dalam Pemilihan Model di Acara Internasional itu benar?"
__ADS_1
"Apakah benar berita anda menjadi Artis Ecek-ecek?"
"Katanya tarif anda 100 juta satu kencan. Apakah itu benar?"
Semua pertanyaan datang bertubi-tubi hingga membuat Clara yang ada di dalam keadaan terkejut menjadi stres dan akhirnya berteriak lalu mendorong wartawan dan lari masuk ke dalam mobil yang ditumpanginya menuju Konferensi Pers.
"Aarrgghhh! Itu tidak benar!" teriak Clara dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lelah baik fisik maupun batin.
Clara yang telah berada di dalam mobil pun mencari keberadaan Shaha yang ternyata tidak ada dimanapun hingga nomor ponselnya pun ternyata telah diblokir.
"Sial! Apa yang telah terjadi? Kenapa semua jadi seperti ini? Kemana perginya Manger bodoh itu? Kenapa nomorku malah diblokir?" teriak Clara yang kesal hingga membuat gendang telinga supir yang membawa mobil Clara kesakitan.
Clara yang tidak bisa menahan amarahnya pun melemparkan semua yang ada di dekatnya tidak terkecuali handphone yang ada di tangannya.
Supir yang membawa Clara pergi pun mengantar Clara kembali ke Apartemennya lalu bergegas memutar arah dan pergi meninggalkan Clara sendiri.
Clara yang melihat kelakuan supirnya pun menjadi marah dan berteriak dengan sangat keras hingga membuat Penjaga Keamanan Apartemen pun datang meminta Clara untuk tenang.
"Maaf ini bukan hutan dimana anda dapat berteriak sesuka hati. Jika anda masih ingin membuat keributan kemari sebaiknya anda pergi saja dari sini." ucap salah seorang Penjaga Keamanan dengan ekspresi wajah yang tegas dan serius.
"Kau ingin mengusirku. Aku punya Apartemen disini. Kau hanya seorang Penjaga Keamanan, jangan bicara sombong di depanku. Dasar orang miskin!" teriak Clara dengan nada menghina dan ekspresi wajah yang merendahkan Penjaga Keamanan yang menegur.
Clara yang telah kehilangan akal sehatnya pun tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang merekam semua perkataan dan perbuatannya dari awal mobil yang ditumpanginya datang.
Clara yang dalam keadaan depresi dan stres berat pun naik ke atas dan masuk ke dalam Apartemennya.
Clara yang telah berada di dalam Apartemen akhirnya tersadar saat dirinya melihat ruangan yang tampak kosong karena beberapa barang elektronik dan barang-barang lainnya yang mahal telah menghilang.
"I-ini apa yang terjadi? Kemana semua barang-barang elektronik dan barang-barang mahal lainnya? Kenapa semuanya menghilang?" ucap Clara dengan nada bingung sambil melihat ke sekeliling ruang tamu yang tampak kosong menyisakan beberapa barang yang harganya murah.
Clara yang menyusuri setiap sudut ruangan di dalam Apartemennya akhinya menyadari jika semua barang yang harganya mahal dan bernilai tinggi telah menghilang.
"I-ini! A-apa yang telah terjadi? Kemana perginya semua barang yang ada? Ke-kenapa semuanya menghilang?" ucap Clara dengan kata-kata yang terputus karena merasa sangat bingung dengan perubahan situasi secara mendadak.
__ADS_1
Clara yang tidak tau apa yang telah terjadi mencoba menghubungi Shaha kembali tapi nomornya ternyata sudah tidak diblokir tapi malah tidak aktif.
"Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi." ucap operator telepon yang menjawab panggilan Clara.
Clara yang sangat kesal ingin sekali membanting handphone yang ada di tangannya tapi buru-buru dihentikannya karena merasa sayang akan handphone yang ada di tangannya.
"Aarrgghhh! Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa semuanya jadi begini?" teriak Clara dengan nada frustasi sambil menarik rambutnya dengan sangat erat karen rasa sakit yang menghantam kepalanya.
"Karirku! Hancur sudah! Aku tidak bisa lagi keluar dengan wajah ini!" ucap Clara dengan nada sedih dan ekspresi wajah yang putus asa.
Di saat Clara merasa dunianya telah hancur. Clara mendapatkan telepon dari seseorang yang nomornya tidak diketahui.
Clara yang tidak bisa berfikir jernih pun langsung mengambil handphonennya dan mengangkat panggilan tersebut yang pada akhirnya membuat Clara tersadar.
"Bagaimana rasanya? Apakah menyakitkan? Tidak! Rasa sakit ini belum seberapa. Aku masih memiliki banyak kejutan yang menantimu. Jadi duduk yang manis dan terima kejutan dariku." ucap Alea yang ada di balik telepon dengan nada bicara yang sarkaastik sambil tertawa bahagia.
"Alea?" panggil Clara dengan nada terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.
"Tentu saja ini aku. Apa kau sudah lupa padaku? Hmmm, aku sedih sekali loh kalau ternyata kau telah melupakan Manager lamamu ini." ucap Alea dengan nada bicara seolah mempermainkan seseorang.
"Kau! Apakah ini semua perbuatanmu? Dasar berengsek kau Alea! Aku akan membunuhmu!" teriak Clara dengan suara yang sangat keras dan ekspresi wajah yang sangat marah.
"Membunuhku? Apakah bisa? Urus dulu urusanmu itu! Hmmm, ngomong-ngomong aku tidak sendiri. Kau pasti mengenal orang ini bukan?" ucap Alea dengan tawa yang sangat keras sambil menyerahkan telepon itu kepada seseorang yang ada di sampingnya.
"Hai, Claraku sayang. Artis kesayanganku, masih ingat suaraku?" ucap seseorang dengan nada bermain yang suaranya sangat familiar di telinga Clara.
"Ka-kau! Shaha?" ucap Clara dengan terbata-bata dan ekspresi wajah terkejut yang tidak bisa ditutupinya.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya..
Terima kasih
__ADS_1