
**Maaf baru bisa update sekarang dan Author janji akan lanjut Update setiap hari mulai dari sekarang. Untuk berapa banyak BAB perhari tergantung kesibukan Author ya.. Terima Kasih π₯°ππ
*****
γCerita Sebelumnya**γ
Arabella mengajukan pernikahan kontrak kepada Dimas tapi tidak langsung diterima oleh Dimas karena Dimaa curiga dengan alasan Arabella mengajukan pernikahan dan setelah memikirkannya lagi Dimas pun menyetujui pernikahan itu.
Sementara itu, Clara yang merupakan mantan pacar Dimas mendapatkan informasi dari salah satu pelayan di Kediaman Dimas tentang Dimas yang membawa seorang gadis muda masuk ke dalam Kediamannya hingga membuat Clara marah dan frustasi.
*****
Siti yang mendapatkan informasi setelah bertanya dengan beberapa pelayan dan bahkan sengaja mendekati pelayan yang bertugas melayani Arabella langsung akhirnya mengetahui bahwa Arabella adalah kekasih baru Dimas.
Siti yang tau informasi ini langsung memberitau Clara sehingga membuat Clara semakin yakin jika semua yang terjadi hanya alasan Dimas yang ingin menyingkirkannya untuk dapat bersama Arabella.
"Dia adalah wanita yang sedang Tuan Muda incar, Nona." ucap Siti.
"Diincar? Gebetan baru Dimas? Tidak! Itu tidak mungkin! Jangan berbohong padaku atau kau akan tau akibatnya!" teriak Clara yang marah.
"Saya tidak bohong, Nona. Saya berkata jujur. Saya juga mendengar bahwa Tuan Muda akan melakukan apapub yang wanita itu inginkan asalkan wanita itu mau menjadi wanitnya." ucap Siti.
"Apa? Tidak! Aku tidak terima. Aku harus melihat sendiri wanita itu. Dimas itu milikku!" ucap Clara.
'Sial! Wanita j****g ini berani sekali dia merebut Dimas dariku. Lihat saja, aku akan membuatmu menderita.' ucap Clara dalam hati.
Clara yang sedang berada dalam perasaan yang cemburu memerintahkan Siti untuk terus mengawasi Dimas dan gebetan barunya. Clara juga memerintahkan Siti untuk mencari tau latar belakang wanita itu.
"Aku ingin kau mencari tau latar belakang j****g itu. Aku juga ingin kau terus mengawasinya. Laporkan semuanya padaku secepatnya jika kau mendapatkan informasi baru." perintah Clara.
"Tentu saja, Nona." ucap Siti penuh keyakinan.
__ADS_1
"Bagus." ucap Clara.
Clara yang merasa tidak ada urusan lagi pun berencana mematikan telepon tapi dihentikan oleh Siti.
"Hmmm, Nona. Bagaimana dengan bayaranku?" tanya Siti malu-malu.
Setelah mendengar perkataan Siti, Clara pun mengerutkan dahinya.
'Dasar matre! Tapi karena ini lah dia bisa aku manfaatkan.' ucap Clara dalam hati.
"Jangan khawatir, bayaranmu akan segera aku transfer ke rekeningmu." ucap Clara.
Clara yang tidak ingin Dimas menjadi milik wanita lain berencana menemui Arabella dan membuatnya sadar akan status, latar belakang serta fisik dan wajahnya.
Clara yang telah mematikan sambungan telepon itu langsung mentransfer bayaran siti dengan harga yang cukup tinggi karena Clara yakin jika Siti akan bekerja semakin giat untuk mencari informasi berguna untuknya.
Setelah beberapa jam berlalu, Clara yang sedang berbaring di atas sofa sambil menatap layar handphonenya tiba-tiba di ganggu dengan adanya telepon dari orang yang mendapatkan perintah darinya.
Siti mendapatkan informasi yang diinginkannya. Siti pergi ke tempat yang sangat sepi lalu melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang di sekitarnya lalu Siti pun mencoba menghubungi Clara dengan suara yang dikecilkan.
"Selamat siang, Nona Clara yang cantik." puji Siti sambil menundukkan kepalanya dan tak lupa dengan memasang senyum licik diwajahnya.
"Hmm." ucap Clara setelah mendengar pujian dari Siti sambil memasang wajah dingin.
"Jika kau menghubungiku hanya untuk memuji kecantiknku sebaiknya hentikan itu meskipun aku memang wanita yang cantik." kata Clara dengan sinis dan ekspresi percaya diri terlintas di wajahnya.
"Ti-tidak hanya itu, Nona. Saya sudah mendapatkan beberapa info yang pastinya Nona suka." ucap Siti bersemangat dengan kepala di angkat.
"Katakan!" perintah Clara yang langsung merubah posisinya menjadi duduk dan memasang wajah serius dan penuh perhatian dengan apa yang akan dikatakan oleh siti selanjutnya.
"Saya mendapatkan informasi bahwa gadis yang dibawa oleh Tuan Muda bernama Arabella Castella. Gadis itu ternyata baru saja mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan makanya Tuan Muda membawa gadis itu pulang." kata Siti dengan suara yang penuh percaya diri.
__ADS_1
"Lalu, apa hanya itu yang kau ketahui?" tanya Clara yang kemudian merubah posisinya ke semula di awal dengan posisi berbaring.
"I-iya." jawab Siti ragu-ragu dengan perasaan cemas dan khawatir.
Clara yang mendengar jawaban Siti menjadi sangat marah. Clara yang sangat ingin memarahi Siti tiba-tiba tidak bisa mengatakan apapun karena Clara sadar jika Siti tersinggung dan tidak ingin memberinya informasi atau membantunya maka dirinya sendiri yang akan kesusahan nantinya jadi Clara hanya bisa menahan diri.
Clara yang kesal pun langsung mematikan sambungan telepon lalu berdiri dan membanting handphonenya. Clara kemudian pergi ke kamar mandi untuk berendam berharap dapat merileksasikan dirinya sementara.
Siti yang tidak mendengar suara apapun lagi terus memanggil nama Clara. Siti yang bingung mencoba menatap layar handphonenya yang ternyata tidak ada panggilan lagi. Siti yang takut kehilangan sumber pendapatan tambahannya pun mencoba menghubungi Clara lagi tapi tak ada jawaban dan meskipun Siti telah mencoba menghubungi Clara berkali-kali tapi tetap tak ada jawaban hingga akhirnya Siti memilih mengirimkan sebuah pesan.
Nona jangan khawatir. Saya akan terus mencari informasi yang akan membuat nona puas. Saya berjanji. *Pesan Siti*
Setelah mengirim pesan, Siti pun perlahan melihat ke sekeliling dan berharap tak ada yang melihatnya dan menyadari jika dirinya telah pergi cukup lama. Setelah merasa cukup aman dan tak ada siapapun Siti pun berjalan keluar dari ruangan itu dan pergi ke kamar Arabella dan mencoba! mendapatkan kepercayaannya.
Sementara itu, Dimas yang telah selesai sarapan bersama Arabella pun pergi ke ruang kerjany. Dimas yang tau jika Arabella akan selalu aman jika berada di kediamannya tapi meskipun begitu Dimas tidak ingin mengambil resiko dan meninggalkan Arabella sendiri lagi untuk sementara waktu.
Dimas yang sedang duduk sambil membaca beberapa berkas di dalam ruang kerjanya tiba-tiba mengerutkan keningnya karena di salah satu berkas laporan tersebut melaporkan tentang pegerakan sebuah Perusahaan yang sangat aneh.
Perusahaan Arthama Jaya Group adalah Perusahaan besar maka jarang ada Perusahaan lain yang ingin menjadi musuhya tapi Dimas yang melihat laporan itu menjadi sangat curiga.
Kemudian Dimas memanggil Edo untuk datang menemuinya secepatnya. Dalam waktu 20 menit, Edo yang mendapatkan perintah langsung datang. Edo yang telah berada di dalam ruang kerja Dimas merasakan aura dingin yang sangat mencekam seketika Edo merasakan firasat buruk.
Ternyata semua firasat yang dirasakan oleh Edo benar adanya, Dimas memerintahkan Edo untuk mengakuisisi Peruasahaan yang mencoba mengganggu Perusahaan miliknya. Edo yang mendengar perintah Dimas merasa sangat frustasi karena untuk melakukan itu tidaklah mudah.
Lalu, Edo pun keluar dari ruangan itu menuju kantor dan merencanakan strategi untuk mendapatkan Perusahaan yang diinginkan oleh Dimas.
Jangan Lupa Like, Komen & Love
Terima Kasih
π₯°ππ
__ADS_1