CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 204. Dimas Tiba


__ADS_3

Dimas yang pergi sendiri membawa mobil pun akhirnya sampai di sebuah Rumah Tua yang dimiliki oleh Keluarga Arthama Jaya.


Dimas yang bergerak membawa mobilnya memasuki pagar yang telah terbuka pun memarkirkan mobilnya dan turun memasuki Rumah Tua dengan pandangan mata yang waspada.


Tepat setelah Dimas memasuki Rumah, Dimas melihat Arabella yang tidak sadarkan diri terduduk dengan tangan dan kaki terikat di atas kursi.


“Arabella!” teriak Dimas dengan suara yang keras dengan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.


Namun sebelum Dimas melangkahkan kakinya menuju Arabella, Heru dan Pak Bambang datang di arah yang berlawanan di depan Dimas sambil bertepuk tangan dengan sangat keras.


“Kalian!” geram Dimas dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dengan tangan terkepal erat menahan emosinya.


“Kenapa? Apakah kau marah? Tentu saja kau marah. Tidak mungkin jika kau tidak marah tapi apa yang bisa kau lakukan karena sekarang Arabella ada di tangan kami!” sindir Heru dengan suara yang rendah tapi masih dapat didengar dengan jelas oleh Dimas dengan ekspresi wajah yang cuek.

__ADS_1


“Apa maumu?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas dan tidak terlihat keraguan sedikitpun pada wajahnya.


“Mauku? Hmmm, bukankah kau sudah tau semuanya tapi kau masih ingin mengetahuinya? Apakah kau telah menjadi bodoh karena cinta?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang sinis sambil membelai rambut Arabella yang ada di sampingnya lalu menciuminya sambil tersenyum di depan Dimas.


Dimas yang melihat Arabella yang tidak sadarkan diri dan Heru yang dengan bebasnya menyentuh bagian tubuh Arabella membuat darah Dimas pun mendidih.


“Lepaskan tanganmu! Kau tidak berhak untuk menyentuhnya!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas serta penuh penegasan di nada suaranya.


“Kau tau jika aku juga memiliki perasaan pada Arabella dan aku tidak ingin melukainya tapi karena dirimu, aku terpaksa melakukan ini. Jadi aku sudah membuat keputusan. Aku akan melepaskan Arabella jika kau bersedia menggantikan posisinya!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang berubah dingin dengan tatapan mata yang tajam..


“Tapi jika kau tidak mau maka aku terpaksa harus membuatmu merasakan rasanya kehilangan orang yang sangat kau sayangi seperti diriku karena aku lebih memilih menghancurkan benda yang tidak bisa aku dapatkan!” ucap Heru dengan tatapan mata yang tajam!” ucap Heru dengan senyum yang jahat dengan kilatan mata yang licik.


Tepat setelah mengatakan hal itu, Heru pun menepuk tangannya dengan sangat keras dan sekelompok orang bertubuh kekar dengann pakaian hitam ketat pun muncul dari berbagai tempat di sekeliling.

__ADS_1


Dimas yang melihat semua itu pun menggigit bibir bawahnya karena kesal dengan tatapan mata yang penuh kebencian kepada Heru dan Pak Bambang secara bergantian.


Namun Dimas yang berpikir bahwa semua ini tidak akan menjadi masalah besar karena dirinya telah memanggil Anggota Badan Intelligent Khusus untuk mengepung Kediaman itu pun mengubah sudut bibirnya menjadi senyum kecil yang membuat Heru menyipitkan matanya.


Heru yang telah berulang kali gagal dalam menjebak Dimas mengetahui bahwa Dimas tidak akan tinggal diam dan menurut akan ancamannya jadi Heru dan Pak Bambang telah menyiapkan rencana lain.


“Apakah kau pikir aku tidak memikirkan rencana lain setelah melihat senyum kecilmu itu, Dimas?” sindir Pak Bambang yang hanya diam saja sejak awal lalu berjalan ke samping Arabella.


“Sama sepertimu yang tidak akan menurut dengan patuh. Aku pun telah menyiapkan hadiah lain untukmu!” ucap Heru dengan senyum yang licik memikirkan Mike dan Alex sedang melakukan tugas mereka.


#Bersambung#


Tugas apa yang diberikan Heru kepada Alex dan Mike? Apa maksud dari perkataan Heru? Apakah Dimas bisa membalik keadaan agar berpihak padanya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2