CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 88. Rencana Jahat Clara


__ADS_3

Clara yang sudah selesai mandi pun menghubungi agensi tempatnya berkerja dan merasa bersyukur karena untungnya dirinya tidak jadi dipecat sehingga bisa meminta bantuan.


"Untungnya aku tidak dipecat. Aku akan meminta Pihak Agensi mendapatkan Meneger baru untukku secepatnya." ucap Clara sambil duduk bersandar di atas sofa dengan handuk mandi dan rambut yang masih memakai handuk.


"Kring! Kring! Kring!"


"Ya hallo, Mbak Lea, ada yang bisa saya bantu." tanya seorang wanita dengan nada ramah dari balik sambungan telepon.


"Ini bukan Alea tapi Clara Pricilia. Alea sudah berhentu menjadi Managerku jadi jangan sebut namanya lagi" ucap Clara dengan nada kasar dan sorot mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang kesal.


"A-agh, Nona Clara! Nama saya Wenny. Hmmm, apa ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya Wenny dengan terbata-bata dan penuh hati-hati.


"Carikan aku Manager secepatnya karena aku tidak ingin jadwalku berantakan karena absennya seorang Manager dan Pihak Agensi saya rasa bisa mengundur jadwal saya sampai Manager yang baru ditemukan karena saya tidak mau repot mengatur itu semua!" ucap Clara dengan nada kasar dan intonasi yang tinggi denga ekspresi wajah yang datar dan langsung mematikan telepon setelah urusannya selesai sehingga membuat lawan bicaranya marah.


"Apa mati?" gumam Wenny yang terkejut dengan apa yang dilakukan Clara dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.


Wenny yang mendapatkan perlakuan yang sangat tidak biasa dari Clara menjadi sangat marah dan kesal sehingga tidak bisa menahan diri untuk mengumpat Clara.


"Sialan! Dia fikir dia siapa? Beraninya dia bicara seperti itu padaku! Dia fikir aku ini adalah pembantunya!" teriak Wenny yang kesal dengan wajah yang merah dan alis yang naik terangkat hingga menimbulkan kerutan di dahi Wenny.


"Aaarrgghhh!" teriak Wenny yang kesal sambil menarik rambutnya karena frustasi.


"Dasar Sekuter (Selebriti Kurang Terkenal)!" teriak Wenny dengan nada tinggi sambil melempar handphonenya ke meja kerjanya yang kemudian duduk di kursinya dengan perasaan emosi.


Wenny yang tidak bisa menerima perbuatan orang yang tidak dikenalnya dengan baik berani memerintahnya dengan semena-mena pun berencana akan membalas perbuatan Clara.


"Aku tidak akan membiarkannya hidup dengan sombong lagi. Aku akan membuatnya dikeluarkan dari Agensi dan tidak dapat kembali lagi ke dunia hiburan!" ucap Wenny dalam hati sambil memukul meja dengan kepalan tangannya dengan cukup keras hingga membuatnya meja kerjanya bergetar.


Sementara itu, Clara yang merasa sudah menyelesaikan masalah Manager yang baru pun mulai bersantai di atas kolam renang pribadi yang ada di dalam Apartemennya meskipun kecil tapi itu sudah cukup untuk melepas lelah dan tiba-tiba terbersit rencana untuk menjatuhkan Arabella.


"Hah, berbaring dengan santai di bawah sinar matahari setelah berenang dan menikmati minuman dingin nan mania ini memang surga dunia!" gumam Clara dengan kacamata hitamnya sambil berbaring di atas ban air berbentuk angsa putih yang indah.

__ADS_1


"Ah, bagaimana kalau aku membuat Arabella tidak perawan lagi? Aku yakin Arabella pasti akan merasa jijik dengan dirinya sendiri dan Dimas pasti tidak akan mau bersama dengan wanita yang sudah ditiduri oleh banyak pria dan tidak suci lagi!" gumam Clara sambil meletakkan kacamata di atas kepalanya dengan senyum jahat di wajah cantiknya.


"Dan meskipun Dimas menerima Arabella masalah jni akan selalu menjadi duri dalam pernikahan mereka. Hahaha..." ucap Clara sambil tertawa bahagia.


Clara yang ingin melaksanakan rencana jahatnya pun bergegas membersihkan dirinya lalu bersiap pergi ke suatu tempat yang menurutnya dapat membantunya melaksanakan rencananya tanpa harus khawatir akan kegagalan.


"Sepertinya aku harus menghentikan berjemur manja ini dan mulai melaksanakan rencana yang telah dibuat!" ucap Clara yang meletakkan kacamatanya di ban air lalu masuk ke dalam air dan berenang ke tepi.


"Byurr!" suara Clara terjatuh ke dalam kolam.


"Splash! Splash! Splash!" suara renang Clara.


Clara pun segera mengganti pakaiannya lalu duduk bersantai di depan televisi dan memanggil Asisten Rumah Tangganya.


"Apakah Nona memanggail saya?" tanya Asisten Rumah Tangga dengan ekspresi wajah bingung sambil menundukkan sedikit kepalanya dengan senyum terpaksa.


"Kau bilang pernah tinggal di daerah yang kumuh dan banyak preman, kan?" tanya Clara dengan rasa penuh penasaran dan rasa ingin tau dengan sorot mata yang tajam seperti elang melihat ke arah Asisten Rumah Tangganya yang terdiam berfikir.


"Bawa aku ke tempat tinggalmu dan pertemukan aku dengan preman-preman itu. Aku akan memberimu uang tambahan jika kau melakukan sesuai dengan perkataanku." ucap Clara dengan senyum sinis dan ekspresi wajah yang penuh dengan misteri.


Setelah mendengarkan apa yang dikatakan Clara, Asisten Rumah Tangga pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan pergi bersama Clara menuju alamat rumahnya dengan menaiki mobil Clara.


Dalam waktu satu jam, Clara dan Asisten Rumah Tangga pun telah sampai di tempat tujuan tapi sebelum Asisten Rumah Tangga memberi tau tentang keberadaan Preman, Preman itu sudah datang menemui mereka.


"Hai, Nona cantik. Mau kemana kalian?" tanya salah seorang Preman yang berkepala botak dengan baju tanpa lengan.


"Jangan memandangku seolah saya seperti kalian! Alu kemari mencari kalian. Apa kalian tertarik bekerja denganku?" tanya Clara dengan ekspresi wajah tidak senang dan sorot mata merendahkan.


Asisten yang melihat sikap Clara langsung mengambil alih pembicaraan karena Asisten takut bahwa negosiasi ini tidak akan berhasil jika yang melakukan transaksi adalah Clara.


"Aduh, Nona Clara kenapa selalu berbicara seperti itu. Jika seperti ini maka aku tidak akan mendapatkan bonus yang sudah dijanjikan. Aku harus mendapatkan bonus jadi aku akan melakukannya!" ucap Asisten Rumah Tangga dalam hati itu dengan senyum licik.

__ADS_1


"Ah, maaf. Ini Nona saya, Nona menawarkan pekerjaan pada kalian dengan bayaran yang tinggi. Jika kalian setuju kita bisa pergi ke suatu tempat untuk membicarakan hal ini lebih rinci." ucap Asisten Rumah Tangga itu dengan senyum lembut dan merendahkan diri.


"Pekerjaan? Apa kau tidak tau siapa kami? Dan kalian masih mau menawarkan pekerjaan pada kami. Apa kau fikir kami bodoh?" ucap salah seorang Preman dengan tatapan penuh permusuhan dan sikap yang tidak sopan karena tidak suka di ajak bernegosiasi.


"Jika anda tidak ingin bekerjasama dengan Nona saya itu urusan anda tapi saya tetap akan menawarkan kerjasama dengan yang lainnya. Ini adalah pekerjaan yang mudah dan yang paling penting akan menghasilkan uang yang besar." ucap Asisten Rumah Tangga dengan sorot mata yang berkilau penuh dengan rasa percaya diri.


"Pelayan ini lumayan juga! Jika pekerjaan ini berhasil aku akan menaikkan gajinya dan memberinya bonus dua kali lipat." ucap Clara dalam hati sambil tetap diam mengamati Asisten Rumah Tangganya yang sedang berbicara dengan beberapa Preman.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Asisten Rumah Tangga, beberapa preman itu pun mulai tertarik dan menunjukkan tempat mereka dapat melakukan transaksi.


"Tidak masalah juga mengikutinya lagi pula jika tidak sesuai aku akan menolak pekerjaan ini."


"Aku akan tunjukkan tempat yang cocok untuk negosiasi dengan tempat yang pastinya akan menguntungkanku."


"Uang yang banyak, pekerjaan sedikit. Bukankah itu impian semua orang!"


"Aku penasaran apa pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seorang preman hingga orang kaya ini berani membayar mahal."


Mereka semua pun sampai di sebuah rumah yang tidak berpenghuni tapi cukup bersih mungkin dijadikan sebagai markas.


Clara yang tidak ingin membuang waktu pun menepuk pundak Asisten Rumah Tangganya dan membiarkannya istirahat mundur ke belakang.


"Baiklah aku akan mengatakan semuanya secara langsung. Aku ingin kalian menculik seorang wanita lalu memperkosanya secara bergiliran!" ucap Clara tanpa berkedip dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.


#Beraambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


😊😍😘


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2