
Dimas yang berada di ruangan khusus miliknya yang ada di Markas Badan Inteligent Khusus pun duduk di kursinya dengan tatapan mata yang dingin dan penuh dengan wibawa sambil menatap Ketua Ma yang sedang berdiri di hadapannya dengan pandangan yang lurus ke depan.
Dimas yang sangat tau jika ingin melindungi orang yang dicintai maka orang tersebut tidak hanya harus memiliki uang tapi juga kekuasaan baik itu Kekuasaan di Dunia Atas tapi juga Dunia Bawah dan oleh karena itulah saat Dimas pertama kali melintasi waktu dirinya langsung membangun Bandan Inteligent Khusus untuk mewujudkan keinginannya untuk memiliki Kekuasaan di Dunia Bawah.
Dimas yang tidak ingin orang-orang yang telah membuat Perusahaannya berantakan bebas begitu saja dan tidak mendapatkan hukuman pun menggunakan cara lain untuk membalasnya.
"Jika aku tidak bisa menberi mereka hukuman berat secara terang-terangan maka aku akan menghukum mereka secara langsung dengan caraku sendiri!" ucap Dimas dalam hati dengan senyum kejam yang justru membuatnya semakin terlihat tampan dan penuh karisma.
Dimas yang melihat Ketua Ma yang berdiri di depannya pun tersenyum dengan sinis sambil mengingat semua yang dilakukannya saat membawa Ketua Ma menjadi bawahannya yang sangat setia.
“Orang yang berada di ujung kehancuran dan terselamatkan oleh Seorang Iblis dapat dengan mudahnya menyerahkan semuanya agar bisa bebas dari penderitaannya meskipun harus mengorbankan hidupnya untuk menjadi Iblis sama seperti orang yang menyelamatkannya!” ucap Dimas dalam hati dengan pandangan lurus ke depan.
"Aku ingin kalian membantu Edo mencari semua informasi mengenai orang-orang yang terlibat dalam penghalangan informasi mengenai tenggelamnya kapal muatan menuju ke Pulau Sumatera!” ucap Dimas dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
“Lalu berikan orang-orang itu pengalaman kehilangan orang yang mereka sayangi dengan cara yang kejam sama seperti keluarga kru kapal yang kehilangan orang yang sangat mereka sayangi!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah.
“Maaf! Aku tidak bisa memutar kembali waktu untuk menyelamatkan orang-orang yang kalian sayangi tapi aku berjanji akan menghukum orang-orang tersebut dengan penderitaan yang sama yang kalian rasakan!” ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi wajah yang tajam.
Dimas yang belum memberitau Arabella tentang kepergiannya pun memutuskan untuk ke Rumah Arabella lagi dan memberitaunya secara langsung.
Sementara itu, Heru yang baru saja terbangun di dalam kamar Apartemen miliknya merasa jika tidurnya semalam adalah tidur malam yang sangat nyenyak yang telah lama tak dirasakannya.
“Hmmm! Good morning, darling! Good morning, Baby!” ucap dua orang Wanita Muda dengan rambut pirang dan hitam secara bergantian sambil berbaring di atas ranjang dengan tubuh yang tidak tertutup sempurna dengan selimut.
Heru yang mendapatkan kabar yang tidak terduga pun tersenyum dengan cerah dan meninggalkan dua wanita cantik yang telah menemaninya olahraga malam semalaman.
“I’m sorry. I have an urgent bussiness. I must go now. I’ll tranfer your money into your account later!” ucap Heru dengan senyum yang lembut dengan nada suara yang rendah.
__ADS_1
Kedua wanita yang mendengar perkataan Heru saling berpandangan lalu menganggukkan kepala dan memakai kimono tidur lalu membawa semua barang miliknya dan keluar.
Heru yang telah memastikan kedua wanita itu telah pergi tanpa meninggalkan jejak apapun akhirnya menatap Mike dengan wajah yang serius.
“Apa yang kau katakan itu benar?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara dengan rasa ingin tau yang besar.
“Benar Tuan Muda. Saya mendapatkan informasi ini dari mata-mata yang kita letakkan di dekat Tuan Muda Dimas!” ucap Mike dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang penuh dengan percaya diri.
“Hah! Tidak disangka ternyata Dimas sangat mudah terjebak ke dalam rencana yang telah aku buat! Kali ini aku harus bisa menyingkirkan Dimas selamanya!” ucap Heru dengan tatapan mata yang membunuh dengan ekspresi wajah yang menujukkan rasa dendam dan amarah yang dangat besar.
“Siapkan mobilku! Aku ingin pergi menemui sahabatku!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum cerah yang tidak lepas dari tampangnya yang tampan.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Baca BAB selanjutnya ya..