CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 144. Curiga


__ADS_3

Arabella yang telah berniat membuka usaha jajanan makanan pun mencoba membuat makanan ringan yang asin dan manis dengan bantuan Ria di dapur Rumahnya.


“Bagaimana rasanya Risol Ayam Sayur buatanku?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tangan bertautan di depan dada sambil berdoa agar makanan yang dibuatnya memiliki rasa yang tidak mengecewakan.


“Hmmm! Ini sangat enak Nona. Aku sangat yakin jika Nona menjualnya pasti akan sangat laku keras!” ucap Ria dengan penuh semangat hingga tanpa henti memakan Risol Ayam Sayur tanpa hentinya.


“Benarkah? Kalau begitu aku akan menyisakan Risol Ayam Sayur ini untuk aku bawa ke kantor Dimas. Aku juga ingin Dimas menikmati makanan buatanku!” ucap Arabella dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata penuh kasih ke arah kotak makanan yang ada di depannya.


“Tentu saja. Aku yakin Tuan Muda pasti akan sangat senang menerima apapun yang diberikan oleh Nona.” Ucap Ria dengan ekspresi wajah yang jujur dengan senyum yang lebar.


Arabella yang tidak ingin Risol Ayam Sayur buatannya menjadi dingin serta Brownies lumer buatannya tidak terlihat cantik lagi pun langsung melepaskan celemeknya dan meninggalkan pekerjaan bersih-bersih pada Ria lalu berlari keluar ruangan menuju mobil.


“Antar aku ke Kantor Dimas! Aku ingin membawakannya cemilan sore!” ucap Arabella dengan penuh percaya diri dengan senyum yang sangat senang.


Tak butuh waktu lama, Arabella yang telah sampai di depan gedung pintu masuk Kantor Dimas pun langsung memakai topi dan jaketnya menuju ke ruangan Dimas.


Arabella yang tidak menyangka akan dihadang orang pun langsung menjadi sangat cemas karena Arabella tidak ingin kedatangannya diketahui oleh orang-orang dan menjadi pusat perhatian.


“Berhenti disana! Siapa kau? Kenapa kau ada di lantai ini?” tanya Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat seram dengan nada suara yang sangat tegas.


“Gawat! Aku tidak boleh sampai ketahuan! Aku tidak mau dilihat banyak orang dan menjadi pusat perhatian!” ucap Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dan takut di saat bersamaan.


Clara yang tidak ingin menuruti perkataan Pak Bambang pun mencoba untuk melarikan diri dan Pak Bambang yang tidak ingin melepaskan Arabella yang merupakan orang yang sangat mencurigakan di mata Pak Bambang pun memerintahkan Penjaga untuk menangkap Arabella.

__ADS_1


Arabella yang tidak memiliki jalan untuk kabur lagi pun mencoba mengelak saat Penjaga Keamanan mencoba menyentuh pergelangan tangan Arabella dengan tubuhnya yang sangat kekar.


“Tidak! Aku tidak mau tertangkap!” ucap Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang takut dengan detak jantung yang terdengar sangat cepat.


Arabella yang berdiri di tempatnya seperi patung yang telah menyiapkan dirinya yang akan ditarik dengan sangat paksa ke hadapan Pak Bambang, Ayah Heru Arthama Jaya.


“Tamat sudah riwayatku!” gumam Arabella dengan nada suara yang rendah sambil memejamkan matanya dengan tidak menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sangat takut.


Sementara waktu, sesaat sebelum tangan Penjaga Keamanan itu menyentuh Arabella suara lift. Dimas yang masih memiliki urusan lain di luar Kantor pun menjadi sangat terkejut saat lift terbuka dan membuat Dimas melihat sosok wanita mungil dengan siluet yang sangat mirip dengan Arabella.


Dimas yang tidak ingin ada seorangpun yang menyentuh Clara pun menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu sementara waktu.


Waktu yang telah berhenti membuat semua orang dan juga hewan yang berada di jarak yang sangat dekat dengannya pun berhenti beraktifitas.


“Kenapa diam saja?” ucap Dimas yang masih berada di dalam lift dengan nada suara yang ramah dan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang ke arah Arabella.


“Dimas!” ucap Arabella dengan nada suara yang tinggi serta dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan refleks menutupi mulutnya.


Arabella yang sangat mengetahui kekuatan yang dimiliki Dimas tidak menyangka jika Dimas menghentikan waktu tepat sebelum Penjaga Keamanan menangkap tangannya.


“Dimas kenapa kau disini?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara penasaran sambil menatap dengan tatapan polos ke arah Dimas.


“Yang harusnya bertanya seperti itu adalah aku. Kenapa kau bisa ada di Kantorku dengan pakaian seperti ini? Bahkan hampir tertangkap Penjaga Keamanan.” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang naik ke atas.

__ADS_1


“A-Aku...” ucap Arabella dengan nada suara yang gagap dengan tatapan mata yang bingung hingga tidak bisa melanjutkan perkataannya setelah Dimas memintanya untuk diam dan berdiri di belakangnya.


Waktu yang telah berhenti pun kembali normal kembali, Dimas yang telah ada di depan Arabella langsung menangkap tangan Penjaga Keamanan yang ingin menangkap tangan Arabella dengan sangat keras hingga membuat Penjaga Keamanan itu merasa pergelangan tangannya retak.


“A-ampuni saya Tuan Muda...” ucap Penjaga Keamanan itu dengan ekspresi wajah yang kesakitan dengan nada suara yang terdengar tidak jelas.


“Beraninya kau menyentu tamuku!” ucap Dimas dengan tatapan mata yang dingin dengan ekpresi wajah yang marah.


Pak Bambang yang tidak menyangka jika Dimas datang di saat yang tepat saat dirinya akan berhasil menangkap orang yang menurutnya snagat mencurigakan.


“Maafkanlah Penjaga itu keponakanku! Dia tidak tau jika orang yang dibelakangmu adalah Tamu Pribadimu!” ucap Pak Bambang dengan senyum palsu dengan kata-kata yang sangat ramah dan baik.


Dimas yang sudah sangat mengetahui isi dari pikiran Pamannya itu pun memilih mengabaikannya dan melakukan semua seperti yang diinginkannya.


“Edo! Pecat Penjaga Kemanan ini dengan tidak hormat dan black list namanya dari nama Pegawai kita di seluruh Penjuru ini dan begitupula dengan beberapa Perusahaan yang telah melakukan kerjasama kerja dengan kita!” ucap Dimas dengan taapan mata yang tajam.


“Baik, Tuan Muda!” ucap Edo yang tanpa basa basi langsung menghubungi seseorang dengan yang bertugas di Badan Inteligent Khusus milik Dimas dengan menggunakan kode isyarat tertentu.


Tak butuh waktu lama Penjaga Kemanan itu ditarik paksa keluar oleh beberapa orang yang tidak dikenal yang langsung membuat Pak Bambang menjadi waspada dengan kekuatan tersembunyi milik Dimas.


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya ya... Terus baca bab selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2