CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 15. Rekaman CCTV


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Arabella segera memasak bahan makanan yang telah dibelinya dan menghabiskan semua makanan itu sendiri dengan lahap. Arabella yang kekenyangan pun berbaring di ranjangnya sambil melihat kembali pekerjaannya.


Arabella yang tidak sengaja melihat kartu nama milik Heru pun mengambilnya. Arabella ingin sekali mencoba menghubungi Heru duluan tapi karena hari sudah sangat larut dan khawatir akan mengganggu Arabella pun memilih untuk menghubunginya besok pagi.


Ketika pagi tiba, Arabella yang tidur larut pun kesiangan hingga membuatnya harus buru-buru pergi ke kantor dan membawa hasil pekerjaannya. Arabella yang ingat jika motornya sedang diperbaiki oleh Heru pun menjadi bingung dengan cara dirinya bisa berangkat bekerja dengan cepat.


Namun tidak disangka tiba-tiba ada seseorang yang membunyikan bel rumah di pagi hari. Arabella yang bingung pun turun ke lantai satu rumahnya lalu membuka pintu. Ternyata yang datang adalah montir bersama motor milik Arabella. Montir itu pun menyerahkan motor milik Arabella.


Arabella yang ingin membayar perbaikan motornya mendapat penolakan halus dari montir itu dengan alasan bahwa semua perbaikan telah ditanggung dan dilunasi oleh Heru. Arabella yang merasa tidak enak pun mengambil handphonenya dan berniat untuk menghubungi Heru lalu berterima kasih.


Namun ketika, Arabella berencana menghubungi Heru pun melihat jam yang ada di layar handphonenya. Arabella pun menjadi panik dan bergegas pergi ke kantornya lalu mengambil tas serta kunci motornya dan akhirnya Arabella pun melupakan rencananya yang ingin menghubungi Heru karena lupa membawa kartu nama heru dan terlalu sibuk bekerja setelah cuti beberapa hari.


Setelah pulang dari kantor, Arabella pun pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan tentang kecelakaan tabrak lari yang dialami kedua orangtuanya hingga menimbulman kematian. Arabella yang telah membuat laporan pun memberikan box rekaman cctv itu kepada polisi dan berharap pelaku dari penabrakan kedua orangtuanya dapat segera ditemukan.


Arabella yang ingin mengecek handphonenya ternyata lupa untuk mengecas handphonenya hingga habis baterai. Arabella pun pulang sendiri ke rumahnya tapi sebelum itu Arabella yang merasa lapar pun pergi mencari makan terlebih dahulu.


Arabella yang sedang memarkirkan motornya tidak menduga jika bisa bertemu dengan Heru. Heru yang saat itu sedang pergi bersama rekan bisnisnya tiba-tiba melihat Arabella lalu memisahkan diri dari rekan bisnisnya dan pergi menemui Arabella.


Heru pun mengajak Arabella untuk makan bersama. Arabella yang memang ingin mengenal lebih jauh sosok penolong dan penyelamatnya pun menerima ajakan itu dengan senang hati.


Mereka pun masuk ke dalam sebuah cafe lalu memesan beberapa makanan. Heru yang awalnya hanya ingin mengetahui dan memberikan kompensasi kepada Putri dari orang yang telah ditabraknya hingga meninggal tidak menyangka jika telah timbul perasaan berbeda.


Heru merasa sangat senang dapat bertemu dan berbicara dengan Arabella. Heru juga berfikir untuk menjadikan Arabella sebagai kekasihnya bagaimanapun caranya dan tentu saja Heru telah berencana menutup rapat-rapat tentang kenyataan jika dirinyalah penyebab kematian kedua orangtua Arabella.


Arabella yang belum sempat berterima kasih kepada Heru pun berterima kasih dengan tulus lalu Heru yang penasaran alasan Arabella tidak menghubunginya padahal telah mendapatkan kartu namanya pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Maafkan aku, sebenarnya semalam aku sudah ingin menghubungi Tuan tapi karena sudah larut jadi aku fikir itu tidak sopan makanya aku berencana pagi ini tapi karena keadaan dan situasi yang tidak memungkinkah makanya aku sampai sekarang belum menghubungi Tuan." ucap Arabella.

__ADS_1


"Jangan panggil aku Tuan. Tolong panggil namaku Heru. Apakah bisa Bella?" tanya Heru.


"Ah, baiklah Heru." ucap Arabella malu-malu.


Akhirnya mereka pun saling bertukar nomor handphone lalu etelah selesai makan Arabella yang ingin pulang mendapatkan ajakan pulang bersama tapi Arabella yang tidak ingin merepotkan Heru pun menolaknya halus dengan alasan akan pergi bersama temannya.


Heru yang sadar tidak terlalu dekat dengan Arabella bahkan tidak memiliki status hubungan yangmana bisa membuat Arabella menghentikan rencananya pun akhirnya pasrah dan membiarkan Arabella pergi.


Sementara itu, Bu Selena yang telah bekerjasama dengan Kepala Kantor Polisis mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan jika Putri dari korban tabrak lari Putranya ternyata telah membuat laporan polisi bahkan memiliki bukti yang sangat akurat tentang Pelaku penabrakan.


Bu Selena yang tidak ingin Heru masuk penjara pun meminta Kepala Kantor Polisi untuk mengambil dan menghancurkan bukti tersebut dan bagaimanapun caranya menutup laporan itu. Kepala Kantor Polisi yang telah mendapatkan banyak uang dari Bu Selena melaksanakan semua permintaan Bu Selena dengan senang hati.


Bu Selena yang tau jika nanti Putri dari Korban itu akan membuat masalah nantinya pun memanggil Kepala Pelayan di Kediamannya kemudian memberikan tugas mencari tau identitas pribadi putri dari korban tabrak lari putranya.


Dalam waktu beberapa jam, Bu Selena pun mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Bu Selena pun memerintahkan Kepala Pelayan untuk menyiapkan mobil untuk dirinya untuk menemui Arabella.


"Langsung saja ke intinya. Saya tidak sudi berlama-lama di tempat kumuh seperti ini." ucap Bu Selena.


"Maaf Nyonya, jika anda tidak berkenan dengan rumah saya tapi tolong jaga sopan santun anda." ucap Arabella kesal.


"Hah, baiklah. Saya juga tidak ingin lama disini." ucap Bu Selena meremehkan.


Bu Selena pun memanggil Kepala Pelayan untuk masuk membawa satu buah koper lalu membuka isinya yang ternyata lembaran uang kertas berwarna merah dengan jumlah satu milyar.


"Ambil uang ini dan tutup lalu lupakan kasus tentang kematian orangtuamu!" ucap Bu Selena sombong.


Arabella yang mendengar perkataan Bu Selena menjadi marah. Arabella yang sangat menyayangi kedua orangtuanya tidak bisa menerima perlakuan Bu Selena sehingga Arabella pun menepis koper yang dipegang oleh Kepala Pelayan Bu Selena sehingga semua uangnya berjatuhan kemana-mana.

__ADS_1


Arabella yang sangat yakin jika Nyonya yang kaya di depannya ada hubungannya dengan kematian kedua orangtuanya semakin memantapkan diri untuk menyeret pelakunya masuk ke dalam penjara dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Saya tidak akan pernah mencabut tuntutan saya. Saya akan pastikan jika orang yang telah menabrak kedua orangtua saya sampai meninggal untuk mempertanggung jawabkan pebuatannya." ucap Arabella tegas.


"Dasar wanita miskin yang sombong! Baiklah, kita lihat saja siapa yang akan masuk Penjara pada akhirnya." ucap Bu Selena.


Bu Selena yang marah dengan perlakuan dan tindakan dari Arabella pun beranjak pergi lalu meninggalkan rumah Arabella. Lalu masuk kembali ke dalam mobilnya dan kembali ke rumahnya.


"Dasar sombong! Lihat saja nanti. Akan aku buat kau menyesal telah menentang Selena Arthama Jaya!" ucap Bu Selena marah.


Setelah sampai di Kediamannya, Bu Selena menghubungi Pengacaranya Pribadi Keluarganya untuk membuat laporan tentang pencemaran nama baik terhadap Keluarga Arthama Jaya lalu menyeret Arabella untuk masuk ke dalam Penjara lalu dengan bantuan Kepala Kantor Polisi untuk membuat bukti rekayasa untuk menjebak Arabella sebagai Pelaku atas Kecelakaan yang terjadi pada Orangtuanya sendiri.


Heru yang saat itu mendengar perkataan Bu Selena dan Pengacara pun mencoba menghentikan tapi dimarahi oleh Bu Selena. Pengacara yang sadar jika dirinya mengganggu pun meminta izin untuk kembali mengerjakan tugasnya.


Bu Selena pun memanggil Heru untuk mengikutinya ke kamarnya. Heru pun menurut dan mengikuti dari belakang. Setelah berada di dalam kamar Bu Selena pun menjelaskan bahwa Arabella telah membuat laporan polisi dan menyatakan bahwa kecelakaan tunggal yang dikatakan oleh Polisi tentang kematian kedua orangtuanya tidaklah benar.


Bu Selena pun menceritakan bahwa Arabella bahkan memberikan bukti rekaman cctv yang berada di dalam mobil kedua orangtuanya yang dipakai saat kecelakaan terjadi. Di dalam rekaman ada petunjuk tentang pelaku dari Penabrak.


Heru yang mendengarnya menjadi terkejut. Heru yang telah memiliki perasaan lebih pada Arabella tidak ingin jika Arabella mengetahui kenyataan pahit itu dan berusaha untuk menutupinya.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚


Terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2